KELINCI UNTUK HARI ESOK YANG LEBIH BAIK

rendah lemak, rendah kolesterol, populasi cepat, dahsyat!

Mengapa Induk Kelinci Kanibal?


Kelinci Kanibal.  Sadiskah?

Banyak induk yang memakan anak-anaknya saat melahirkan. Ini adalah kanibal. Kasus ini bukan hal yang klasik, bahkan saat ini sangat tergolong banyak, terutama pada pemelihara pemula dan mereka yang memelihara di kota-kota besar. Apakah lazim ibu kelinci memakan anaknya sendiri? Bukankah kelinci itu pemakan tumbuhan dan tidak masuk golongan hewan pemangsa?

Ya. Ini tidak wajar dan di alam bebas kanibal hampir dikatakan tidak pernah terjadi.  Tetapi dalam situasi terpaksa hal itu sangat mungkin terjadi. Dari berbagai literatur, penyebab utamanya hanya dua, yakni soal pakan yang buruk dan situasi stres berkepanjangan, atau bisa juga disebabkan oleh kombinasi antara buruknya pakan dengan stres.

Sekalipun kelinci tidak memiliki tabiat memakan daging, tetapi manakala pakan tidak menjamin kehidupan dirinya (terutama saat hamil), maka ketika stres, tepatnya saat melahirkan di mana induk banyak kehilangan energi ia terdorong untuk menyelamatkan anak-anaknya dari ketidakmampuannya “melayani “ kehidupan anaknya. Menelan adalah satu-satunya cara yang bisa ia lakukan karena kelinci terpenjara. Dengan menelan, selain bertujuan menolong (sekalipun caranya salah), induk juga berpikir dirinya tidak kehilangan kesehatan akibat melahirkan.

Sayang seribu sayang, memakan anak ini juga tidak menyelesaikan masalah. Kelinci yang berharap tidak terbebani oleh adanya anak-anak karena air susunya yang minim itu pada akhirnya tetap stres. Sebab setelah makan anak-anaknya ia tetap tidak merasa lebih bugar. Bahkan pada sebagian besar induk yang tertimpa kanibal itu lalu trauma untuk tidak hamil. Itulah mengapa induk kanibal sering sulit kawin karena trauma kelak akan hamil dan menderita.

Siapakah yang salah?

Jawabnya adalah pemiliknya. Kanibal disebabkan oleh pakan yang miskin gizi. Para pemelihara sering meremehkan perawatan induk sebagai yang harus diperhatikan secara ekstra. Seolah-olah dengan merek pelet atau cukup dengan sayuran kelinci hamil cukup untuk menopang kehidupannya. Kehamilan dengan miskin gizi dipastikan mengondisikan induk stres. Oleh karena itu mestinya pemelihara menyediakan banyak pakan pada induk kelinci. Rumput (hijauan) jenis gulma tegalan/sawah sangat kaya menyediakan serat yang baik. Bekatul padi juga baik untuk induk kelinci, termasuk juga ampas tahu.

Selain itu butuh kalsium dari wortel, misalnya pada masa kehamilan induk diberi wortel 2 hari sekali. Daun pepaya sangat penting, juga sedikit bayam sebagai pakan tambahan. Ubi jalar putih (bukan ungu dan merah) banyak memberi gizi untuk kesehatan induk. Selain itu juga butuh vitamin A, B, E dan K agar kesehatan induk bisa maksimal. Ketergantungan dengan pelet bukanlah cara baik karena gizi yang dibutuhkan kelinci sangat banyak sehingga tidak ada pakan yang bisa mengklaim cukup untuk memenuhi gizi kelinci. Pakan mesti beragam. Jangan lupa air minum yang bersih dan sehat.

Selain pakan, situasi kandang, kebersihan dan sanitasi mesti diperhatikan secara baik.  Situasi kandang yang jelek di antaranya ialah lembab, pengap, sumpek, banyak tikus, dekat kucing, anjing dan terlalu banyak didatangi orang.

Pendek kata, induk hamil butuh perawatan khusus. Jangan salahlah kelinci kanibal, sebab itu kesalahan pemelihara. Kelinci tidak akan kanibal manakala tidak stres dan pakan terjamin. Percayalah!

(Evi Nirmala, pemelihara kelinci, alumni Fak Pertanian UNDIP Semarang).

14 responses to “Mengapa Induk Kelinci Kanibal?

  1. irwan 11 Maret 2010 pukul 9:04 am

    kelinci (Lop) temen saya kok telinganya di gigitin sendiri ya sampe berdarah, tuh kenapa?…mkasih

  2. Kabar Kelinci Indonesia 11 Maret 2010 pukul 6:21 pm

    kenapa? yg bisa memastikan anda sendiri. Lihatlah ada apa di bagian telinga itu. Tiada mungkin kelinci agresif menggaruk bahkan sampai menggigit/menyakiti diri sendiri kalau tanpa sebab. Ada tiga kemungkinan yg lazim, tungau/tengu (warna merah kecil), kutu, biasanya disertai ketombe, atau gatal karena alergi makanan. Segera periksa dan bersihkan dengan air hangat. Lukanya diolesi obat merah. olesi juga minyak goreng (bukan jelantah). Itu tindakan yg paling mungkin dilakukan segera. Kalau sudah ketemu fakta lain, mesti pakai metode lain yg lebih efektif.

  3. edi santoso 20 Maret 2010 pukul 8:19 am

    kemana saya bisa memasarkan kelinci saya? di derah kami banyak yang ingin berternak tapi bingung pemasarannya. tolong pencerahanya

  4. muhammad wahyudi 3 April 2010 pukul 4:27 am

    untuk pemasaran kelinci sebenarnya tidak susah, bagaimana kalau kita mencoba untuk berinovasi. kelinci kita sembelih, daging kita oleh menjadi bermacam-macam hidangan. misal ; nugget, fried Rabbit, ( biasanya Fried Chicken ), denndeng, abon, kripik kelinci, kelinci bacem, dll. jadikan daging kelinci sebagai pengganti daging ayam. Pasti Bisa!! jadi nggak usah bingung ternak kelinci trus pemasaran dimana. ternak aja dulu setelah tahu ilmu pemeliharaannya. pasti Untung.

  5. ferdi 22 April 2010 pukul 3:35 pm

    saya punya kelinci… memiliki sakit korengan di kaki sampai ketubuhnya bgmna pengobatannya…. terima kasih

  6. Kabar Kelinci Indonesia 23 April 2010 pukul 2:42 pm

    Ya kalau mau nyari masalah koreng jangan di masalah kanibal dong. cari tulisan soal penyakit kulit.

  7. rocky 25 April 2010 pukul 10:11 am

    gimana kalau dikasih pelet ikan

  8. Kabar Kelinci Indonesia 26 April 2010 pukul 10:07 am

    Cepat atau lambat akan merusak pencernaan.Kandungan pelet ikan dan ayam bukan pakan untuk kelinci.

  9. hyena 9 Mei 2010 pukul 10:42 am

    kenapa ya,kelinci saya justru suka makanan2 seperti manusia,contoh nya:wafer,permen dan camilan2 ringan lainnya,saya bingung,kelinci saya juga suka menjilat,dan jika sakit ia suka sekali minum susu instant yang hangat….
    tapi kelinci saya bisa bertahan hidup cukup lama,dari saya merawat dia saat masih kecil,sampai dia besar,gemuk dan mulai dewasa

  10. hyena 9 Mei 2010 pukul 10:47 am

    tetapi kelinci saya juga biasa makan wortel,dan dalam sehari ia bisa menghabiskan 7 buah worter berukuran sedang

  11. sarah 7 September 2010 pukul 8:29 pm

    keliciku baru aja melahirkan…..tp induknya kanibal (*saya nyesel akHir2 ini kurang merhatiin pakannya habis lagi puasa sih…*)kira2 kalo kanibal masih bs nyusuin anaknya gak??????soalnya ada 2 anak yg gak kemakan dan masih hidup

  12. Kabar Kelinci Indonesia 14 September 2010 pukul 1:23 pm

    ya itu bisa dijalankan. Sekarang pasok gizi yang baik. daun pepaya layu, wortel, ubi jalar juga bayam perlu untuk ibu hamil. Jangan lupa rumput dan konsentrat dalam jumlah yg banyak. Nafsu makan ibu hamil itu banyak krn kebutuhan menyusui.

  13. berman 31 Oktober 2010 pukul 1:44 pm

    saya mau baru mulai ternak klinci tapi:
    1. induk (pernah melahirkan) tidak juga bunting setelah kawin, apakah pejantannya mandul?
    2. induk kelinci saya beranak 9 tapi 4 ekor langsung mati bsoknya knapa ya?
    3. stelah 10 hari umur anaknya yang tinggal lima dimakan oleh induknya kenapa ya, hanya tinggal kepala?
    4. apa klw tinggal bangkai kpala berarti induknya yang makan? (soalnya saya gak lihat siapa yang makan anakk kelinci tsbut)
    tolong bantuannya ya, soalnya klaw gini terus saya jadi putus asa utk trnak kelinci…
    THANKS>>>>>

  14. sinyo riau 5 November 2010 pukul 6:57 pm

    kelinci saya kemarin ngelahirin tp cuman 1 tok dengan ukuran diluar standar karna tubuh anakanya besar 2 kali lipat cindil normal…
    baru satu hari anakan itu mati dengan kepala luka dan perut sobek apakah ini kanibal karena tidak mungkin predator bisa masuk
    kandang juga nyaman
    pakan pagi bekatul siang sayuran sore rumput banyak wortel 1 batang

    mohon solusinya

%d blogger menyukai ini: