KELINCI UNTUK HARI ESOK YANG LEBIH BAIK

rendah lemak, rendah kolesterol, populasi cepat, dahsyat!

Lidah buaya untuk kelinci


Untuk mendapatkan suplemen sehat bagi kelinci dan mengobati penyakit luar maupun dalam siapkan lidah buaya. Sangat bermanfaat. Bagian dalam lidah buaya yang cair itulah yang digunakan. Sedangkan bagian bunga (pucuknya) juga jangan dibuang. campurkan karena memiliki nilai manfaat yang baik. Akar lidah buaya juga bisa diberikan, sedangkan kulitnya bisa dibuang. Untuk suplemen bisa diberikan seminggu sekali (1-2) sendok makan per ekor. Untuk sakit bisa 2-3 sendok (2x sehari) selama masa sakit sampai sembuh. Penyakit apa saja? Semua penyakit bisa, mulai dari luka, bisul, kudis, sampai masalah kokidiasis. Lidah buaya tidak mengandung efek samping selagi tidak diberikan pada kelinci hamil dan sakit pencernaan akut.

Cara pemberian makan untuk kesehatan bisa dicampurkan pada air minum. Jika tidak efektif bisa diberikan sebagaimana saat pengobatan dengan cara menuangkan ke mulut kelinci langsung. Kelinci bisa dibaringkan, kepala dan leher agak ditegakkan sedikit. Saat sudah nyaman tuangkan cairan tersebut ke dalam mulut. Yang paling efektif ialah dengan memakai suntikan (tanpa jarum), masukkan bagian ujung ke dalam mulut lalu tekan pangkal suntikan.

Di Zimbabwe, petani menggunakan tanaman lidah buaya  untuk melindungi ternak mereka terhadap Coccidiosis. Biasanya peternak kelinci memberikan lidah buaya secara oral. Saat dalam kondisi sehat lidah buaya sering doyan dimakan langsung. Sedangkan dalam kondisi sakit di mana kelinci malas makan biasanya diberikan dengan memasukkan langsung ke mulut. Mungkin sangat mudah kalau dibuatkan jus lidah buaya dan diberikan secara rutin 2x sehari melalui suntik (tanpa jarum). Takarannya bisa cukup 1-2 sendok makan. Untuk pengobatan bisa diberikan antara 2-4 sendok makan. Lidah buaya sampai naskah ini ditulis belum ditemukan efek sampingnya.

==================

Lidah buaya merupakan  tanaman  hias  yang  banyak memenuhi  pot  di  rumah-rumah,  Lidah buaya juga mudah ditanam di pekarangan atau lingkungan sekitar kita. Akan  tetapi  ternyata  lidah buaya mempakan  tanaman yang  memiliki  banyak  kandungan  zat  bermanfaat  untuk  menyembuhkan  berbagai penyakit.

Daun lidah buaya sebagian besar berisi pulp atau daging daun yang mengandung getah bening dan lekat. Sedangkan bagian luar daun berupa kulit tebal yang berklorofil.Secara kuantitatif, protein dalam lidah buaya ditemukan dalan jumlah yang cukup kecil, akan tetapi secara kualitatif protein lidah buaya kaya akan asam-asam amino esensial terutama leusin, lisin, valin dan histidin. Selain kaya akan asam-asam amino esensial, gel lidah buaya juga kaya akan asam glutamat dan asam aspartat. Vitamin dalam lidah buaya larut dalam lemak, selain itu juga terdapat asam folat dan kholin dalam jumlah kecil (Morsy, 1991).

Kandungan zat gizi yang terdapat pada gel (daging) lidah buaya cukup lengkap, di antaranya, vitamin A, B, C, E, choline, inositol, dan asam folat. Sedangkan kandungan mineralnya terdiri dari kalsium, magnesium, kalium, natrium, besi, seng, dan kromium. Gabungan unsur vitamin dan mineral dalam tumbuhan ini berfungsi sebagai antioksidan alami yang antara lain mampu mencegah serangan jantung dan penuaan dini dengan menghindarkan kerusakan DNA akibat radikal bebas. Penelitian di Hoshi University, Jepang menunjukkan Aloe vera mengandung senyawa antioksidan yang mampu menyingkirkan radikal bebas akibat radiasi. Selain itu lidah buaya juga dimanfaatkan untuk membantu melancarkan saluran pencernaan, sulit buang air besar, batuk, radang tenggorokan, diabetes melitus meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengatasi cacingan dan menyembuhkan luka. (Sumber http://bisnisukm.com/selai-sehat-lidah-buaya.html)

19 responses to “Lidah buaya untuk kelinci

  1. andik 2 Januari 2010 pukul 4:31 pm

    kaki anak kelinciku pada bengkak2 pada pangkal kuku,dan kelihatan merah.apa juga bisa diobati pakai lidah buaya?

  2. Kabar Kelinci Indonesia 2 Januari 2010 pukul 4:43 pm

    kalau itu agaknya mengarah pada sakit kutu, atau menjelang kudisen. Sebaiknya kandang harus bersih dari kotoran segera. Perawatan segera pada kaki adalah dengan cara mencuci pakai air hangat sampai bersih. Kalau ada luka berdarah tentu obat merah dimainkan. Jika sudah mengindap kudis atau kutu pakai minyak kelapa (bukan jelantah). Lidah buaya bisa dimainkan sebagai pembantu dengan cara mengolesnya. Perlu juga diberikan makan sedikit buat kekebalan tubuh dan antioksidan.

  3. andik 8 Januari 2010 pukul 4:12 pm

    makasih atas sousinya,moga2 kelinci saya mau makan.masalahnya saya sering gagal dalam pembesaran setelah disapih.anakan saya tiba2 mati,tanpa saya ketahui penyebabnya,padahal sudah saya taruh dalam rumah &sanitasinya lancar.mohon solusinya selain lidah buaya?

  4. ERNIATI 17 Januari 2010 pukul 12:50 pm

    pak saya mau tnya, bagai mna cra mengawinkan klinci tanpa di campur dngan jangka waktu yg lama. dan ada klinci saya yg sdah branak tapi indukan’na tdak kluar air susu’na,,.. itu bagai mana solusi menurut bapak,,…?

  5. Kabar Kelinci Indonesia 17 Januari 2010 pukul 3:14 pm

    lho, memangnya kalau mengawinkan perlu lama? teori kawin kan sudah dijelaskan di situs ini.
    Mengawinkan kelinci cukup 2-3 menit, selanjutnya istirahat 15 menit, campur lagi, 2-3menit selesai. Selanjutnya dipisah seterusnya.
    Kok tahu kalau induk tidak keluar air susunya? apakah Anda ikut menyusu? saya kira setiap kehamilan dengan kondisi gizi kelinci yang baik dipastikan secara alamiah akan mengeluarkan ASI. kalau mastitis itu penyakit berbeda, bukan soal tidak keluar ASI.

  6. fendy 4 Maret 2010 pukul 11:18 am

    wah luar biasa khasiat lidah buaya. klo dikasihkan tiap hari ga papa kan?

  7. Kabar Kelinci Indonesia 4 Maret 2010 pukul 12:49 pm

    tidak usah tiap hari. Rutin seminggu duakali saja. Pemberian sedikit saja. Jangan banyak2. misal setiap pemberian 1-2 sendok makan.

  8. gita 22 Maret 2010 pukul 4:08 pm

    kelinci saya sudah di nikahkan tapi kehamilannya belum terlihat dan apa ciri2 khas kelinci hamil,,,soalnya kalo udah hamil saya ingin cepat2 bawa ke dokter hewan

  9. Kabar Kelinci Indonesia 22 Maret 2010 pukul 8:17 pm

    Sulit, kecuali setelah 2 minggu. Kalau belum mahir kami sarankan tunggu saja sampai 22 hari. nanti akan kelihatan dengan perutnya yg sedikit membesar, nafsu makan tinggi dan sering siap2 membuat sarang. Taruh kotak pada usia kehamialn 25 hari. Deteksi dini kehamilan bisa dengan melihat pola makan, yg sebenarnya sudah semakin banyak sejak umur kehamilan 12 hari.

  10. krisnadayana 7 April 2010 pukul 3:25 pm

    Pak.saya punya beberapa kelinci,awalnya satu terkena penyakit kelihatan dari telinganya,lama kemudian merambat ke kaki.di biarkan tidak diobati menular ke kelinci yang lainnya,sampai satu kandang yang terdiri dari 8 ruang/kamar. yang jadi pertanyaan saya,apa
    kah penyakit dari kelinci itu dapat menular ke manusia atau tuannya yang selalu ngasih makan tiap hari dan membersihkan kandang tiap hari???

  11. Kabar Kelinci Indonesia 9 April 2010 pukul 3:47 am

    tidak menular ke manusia. Kebersihan adalah wajib dilakukan setiap hari.

  12. mudzano 5 Juni 2010 pukul 4:02 am

    Nice Info…

    Kebetulan selain memlihara Kelinci, walau cuma Hoby. saya juga Punya beberapa Pohon Lidah Buaya, Untuk Pengobatan Herbal Ortu.

    Artikel nya menarik, saya mo coba menerapkan ke kelinci saya agar sehat.
    Pertanyaan Saya :
    “…Bagian dalam lidah buaya yang cair itulah yang digunakan. …”
    1. Apakah Lendir pada lidah buaya yg diambil,melalui sendok. kemudian kita suapi?

    “…..Sedangkan bagian bunga (pucuknya) juga jangan dibuang. campurkan karena memiliki nilai manfaat yang baik. Akar lidah buaya juga bisa diberikan, …..”
    2. Apakah Lidah buaya,dengan dibuang kulitnya.kelinci akan memakannya juga?

    Terimakasih

  13. Kabar Kelinci Indonesia 6 Juni 2010 pukul 2:26 pm

    Bagian dalam. Kulitnya dibuang. ya, disuapi, atau dicampur lewat air minum. Ya akan dimakan.
    lebih detail pemanfaatan tanaman obat ada di buku Kelinci Domestik. Banyak tanaman yg bisa untuk kesehatan kelinci.

  14. Ahmad 15 Agustus 2010 pukul 4:21 pm

    Pak, saya mau tanya kebetulan saya di rmh pnya kelinci… kemarin habis di gigitin semut api banyak banget di mukanya, sampe mata yang sebelah kanannya menutup ga mau buka lg… kalo di tekan keluar cairannya semacam nanah… gmn ya cara pengobatannya… ga tega saya ngeliatnya… maklum pemula…

    Trims…

  15. Hari 18 September 2010 pukul 3:28 am

    Pak Saya mulai memelihara kelinci dua bulan yang lalu, kendala saya Mencret/kembung pada kelinci jadi beberapa kelinci saya bila sudah kena mencret tidak bisa bertahan lama alias tidak bisa ketolong
    Bagaimana mengatasi masalah ini?

    Terimakasih,
    Hari

  16. Kabar Kelinci Indonesia 20 September 2010 pukul 9:54 am

    Penjelasan tentang kembung dan mencret ada di situs ini. Barangkali lebih telaten membacanya. silahkan. Trims

  17. Arief 2 Oktober 2010 pukul 2:54 am

    Assalamuallaikum… Bos saya mo nannya kalo Lidah buaya itu cara pemakainya digimanain, apakah di sari lidah buaya itu di dibilas k badan nya ato di campur dengan makanan atau dengan minuman..?? Ditunggu balsannya..Terimakasih.

  18. Kabar Kelinci Indonesia 3 Oktober 2010 pukul 7:53 am

    potong dari lidah buaya yg masih hidup, jangan lama-lama langsung kupas, terus diblender kayak bikin jus. Langsung berikan.
    Atau tidak usah diblender masukin ke air minumnya juga bisa. Secukupnya saja.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: