KELINCI UNTUK HARI ESOK YANG LEBIH BAIK

rendah lemak, rendah kolesterol, populasi cepat, dahsyat!

Panduan Budidaya Kelinci


Judul Buku: KELINCI (Pemeliharaan secara ilmiah, tepat, dan terpadu).kelinci

Bukan hanya sekadar untuk pengetahuan, melainkan juga sebagai kamus pemeliharaan kelinci para peternak. Jangan sampai lepas dari tangan, sebab buku inilah yang akan menjelaskan masalah-masalah seputar kelinci. Sekarang buku ini juga dilanjutkan dengan dua buku lain, yakni TERNAK UANG BERSAMA KELINCI DAN KELINCI DOMESTIK untuk menjawab masalah pakan, perawatan dan pengobatan dengan materi yang khas untuk peternak Indonesia https://kelinci.wordpress.com/2010/05/14/trilogi-buku-kelinci/#more-1546

Penulis: Faiz Manshur Kata Pengantar:Mu’tasim Fakkih SE MM. Editor: Mathori Al-Elwa. Penerbit; Nuansa Cendekia Bandung 2009. Jl Vijayakusuma II/E-06 Ujungberung-Bandung 40619. Telp 022-76883000/Hp:0818638038. Tebal: 284 Halaman 19 x 24 cm. Harga Rp 61.000


Bagian pertama menceritakan sejarah makhluk bertelinga panjang ini. Seluk beluk kelinci diulas dengan kacatama sejarah ini memberikan kesaksian kelinci sebagai makhluk purba yang mampu bertahan hidup dalam berbagai situasi. Memahami kelinci dalam konteks sejarah kita akan mendapatkan pengetahuan yang berharga. Sangat penting diketahui.

Bagian kedua mengulas karakter hidup dan kondisi fisik kelinci. Berbekal kajian yang mendalam soal biologi dan psikologi buku ini mengajak kita menyadari bahwa kelinci bukanlah jenis hewan yang bisa diperlakukan semau gue. Kelinci membutuhkan perhatian khusus untuk melangsungkan kehidupannya. Perlakuan kebanyakan orang menganggap kelinci sebagai hewan ternak selama ini telah banyak membuat peternakan gagal. Akibatnya; pemiliknya sedih, karena kelincinya bernasib tragis. Seperti anak-anak manusia, ternyata kelinci memang membutuhkan perhatian khusus dengan pendekatan psikologi.

Bagian ketiga kita akan diajak mengenal sisi kehidupan seksualitas dan pertumbuhan kelinci. Lagi-lagi kelinci telah membuktikan dirinya sebagai hewan unik yang berbeda dengan hewan lain. Siklus hormon seksual misalnya, sangat kontras berbeda dengan hewan ruminansia lainnya. Salah memperlakukan kelinci fatal akibatnya. Kegagalan pengembangbiakan yang selama ini terjadi karena para pemelihara kelinci tidak melihat aspek mendasar dari sisi biologis ini. Perhatian khusus dan tepat harus dilakukan jika ingin sukses beternak.

Bagian keempat. Setelah mengenal karakter dan biologisme kelinci pada bagian keempat kita akan diajak mengenal sisi dalam bagian pencernaan. Lagi-lagi, kelinci memiliki sistem pencernaan yang berbeda dengan hewan lain. Kesalahan menyajikan makanan sering kali berakibat menurunnya produktivitas. Tak jarang kelinci yang tidak memperoleh pasokan nutrisi yang baik sering kali mudah mati. Bagian ini mengulas seluk beluk sisi dalam pencernaan kelinci yang harus diketahui pembaca. Sekalipun bukan perkara sulit, tetapi membutuhkan pemahaman mendasar agar kelinci kesayangan Anda mendapat pasokan nutrisi yang seimbang.

Bagian kelima membahas masalah tata kelola hidup kelinci di dalam kandang. Ini adalah sesuatu yang tak kalah penting. Membuat rumah dan kandang kelinci secara asal-asalan akan membuat mereka stres dan tertekan. Kandang yang baik menjadi kebutuhan mendasar untuk kelangsungan hidup kelinci. Kelengkapan-kelengkapan kandang adalah suatu kebutuhan yang mesti dipenuhi. Bagaimana memenuhi kebutuhan rumah dan kandang kelinci yang tepat dan baik? Jawabannya ada pada bagian ini.

Bagian keenam adalah masalah yang paling sering ditanyakan oleh para pemilik kelinci. Kata kematian seringkali menjadi kata kunci dari pertanyaan ini. “Kenapa kelinci mati?” Jawabannya karena sakit. “Kenapa sakit?” Biasanya jawabannya geleng kepala. Hanya sedikit orang yang tahu masalah ini, yakni mereka yang sudah bertahun-tahun memelihara kelinci. Pengalaman satu dua tahun memelihara kelinci tak cukup menjadi bekal. Hanya melalui ilmu pengetahuan yang tepat masalah ini bisa dijawab. Ragam penyakit yang sebenarnya tidak berbahaya kadang dianggap berbahaya. Tragisnya, justru karena pengobatan yang salah membuat penyakit kelinci berkembang. Ada juga penyakit berbahaya tetapi dianggap sebagai penyakit ringan. Membaca bagian ini kita harus sabar dan telaten karena aneka ragam penyakit kelinci memang sangat kasuistis. Solusinya pun harus tepat. Tidak cukup mengobati kelinci dengan satu jenis obat, apalagi memakai jenis-jenis obat hewan lain. Pengenalan antibiotik alamiah maupun modern juga wajib diketahui kita semua.

Bagian ketujuh. Setelah urusan penyakit beres, kita akan diajak berkelana ke pemahaman potensi kelinci yang sangat luar biasa. “Tak ada yang tersisa dari kelinci” kata buku ini. Kelinci adalah makhluk spesial yang bisa membuat pemiliknya kaya-raya. Daging, pupuk, bulu, urin dan feses semuanya adalah harta berharga yang akan menjadikan setiap orang sukses meraup uang besar. Selama ini orang Indonesia menganggap potensi kelinci hanya dari satu dua sisi, padahal kalau kita mau cerdas, semua potensi itu bisa menjadi uang dalam waktu yang bersamaan.

Bagian kedelapan. Untuk meraih kesuksesan tentu saja dibutuhkan manajemen dan orientasi kerja yang baik. Potensi sebesar apapun tak akan jadi barang berharga jika kita tidak cerdas mengelola. Karena itu kita harus memiliki pemahaman yang terpadu dalam hal ini. Mitos-mitos kesuksesan dan kegagalan harus kita kenali. Pemberdayaan diri harus kita maksimalkan.

Bagian kesembilan pembaca akan mendapat panduan istilah-istilah peternakan, medis dan ilmu pengetahuan lain. Glosarium ini sangat membantu kita untuk memahami banyak hal yang sulit kita ketahui.

Akhirulkalam, buku ini bukanlah sekedar berisi kiat beternak. Buku ini memberikan kesaksian kepada kita tentang kelinci yang begitu dahsyat untuk melangsungkan kehidupan bisnis, ekonomi, pertanian dan investasi penghasil uang dalam jangka pendek dan panjang. Mereka yang bukan para peternak pun seyogianya mengenal potensi bisnis kelinci. (Adib Salim)

19 responses to “Panduan Budidaya Kelinci

  1. susiyanto 12 Februari 2009 pukul 12:10 pm

    Bos,saya juga punya 5 kelinci dirumah.Selama ini saya pakai bukunya Rismunandar.Beternak Kelinci.(Masa Baru,Jakarta,1974). Buku itu cukup praktis,cuma dlm perhitungan bisnis dan perkembangan kekinian kurang up to date

  2. Kabar Kelinci Indonesia 12 Februari 2009 pukul 1:26 pm

    Buku-buku di Amerika tebalnya melebihi 300 halaman. Bahkan ada satu buku khusus untuk kesehatan saja mencapai 600 halaman. Saya kira tidak ada yang cukup memandu secara tepat jika hanya mengandalkan sebuah buku tipis. Buku karya Faiz manshur ini sekalipun sudah tebal, tetap saja nanti membutuhkan banyak pengetahuan dari luar. Semakin banyak ilmu, semakin baik.

    salam
    dodi

  3. Mada 12 Februari 2009 pukul 5:32 pm

    Eh, denger-denger nih akan diadakan Pameran dan Kontes Kelinci nih di Yogya. Bahasa kerennya Rabbit Contest. Temanya My Bunny’s Valentine…he..he..he..numpang momen aja, bukan berarti ikut-ikutan ngerayain acara gituan…

    Acaranya, akan diadakan tanggal 15 Februari 2009, di Gedung University Club (UC) UGM Yogyakarta, pukul 07.00-18.00 WIB. Insya Allah, kalau denger-denger konsepnya prof banget. Jurinya aja drh. Machmud (UGM), DR. Yono Raharjo (Balitnak Ciawi), drh. Slamet (UGM), plus pooling dari pengunjung. Nah lho…gak bakal ada kong kalikong.

    Yang dilombain apa aja?
    Kelas A: Angora
    Kelas B: Loop
    Kelas C: Dwarf dan Dutch
    Kelas D: Lyon (mix)
    Kelas E: Rex
    Kelas F: Giant

    Detilnya, gitu dulu deh. Ini soalnya cuma baca poster. Info lengkapnya hub aja panitianya di 085862005005 dan 08995063398… moga kita bisa ketemu di sana ya..di stand KPK (Komunitas Pecinta Kelinci)….CU😉

  4. A 21 Maret 2009 pukul 4:14 am

    kelinci saya baru saja melahirkan anaknya.tetapi mengapa hanya dua saja yang lahir?.dan berapa waktu lagi kelinci saya bisa melahirkan lagi??

  5. Rendro 25 Maret 2009 pukul 3:47 am

    Saya mendapatkan kelinci FG dari saudara saya jadi tidak tahu usianya. Sudah saya kawinkan berkali-kali tidak hamil juga. Kira-kira apa penyebabnya, apakah terlalu tua atau kegemukan bisa berpengaruh karena kedua kelinci betina tersebut sangat gemuk.

  6. yudi 25 Maret 2009 pukul 6:41 am

    saya punya beberapa kelinci tetapi akhi-akhir ini sering sekali mati dikarenakan perutnya kembung.kira – kira obat apa yang di anjurkan untuk mengobati sakit tersebut?

  7. Suwardi 11 April 2009 pukul 6:43 am

    Buku Kelinci yang bagus. Penjelasannya runtut dan detail. Kalau setiap buku panduan ditulis dengan praktik seperti ini pasti mendidik. Saya baca itu berulang-ulang.Bukan lagi sebagai bacaan, tapi sebagai kamus.Beberapa penanganan penyakit, induk melahirkan juga bisa dipelajari secara jitu dari buku biru ini. Terimakasih kepada bapak penulisnya….

    salam
    Suwardi,
    di malang

  8. ofie 13 April 2009 pukul 3:31 am

    mo nanya nich. aq punya beberapa anak kelinci rex umurnya baru beberapa minggu. kenapa ya banyak yang mati ? kebanyakan karena kembung, ada juga yang badannya kurus padahal udah dikasih makan 2 sampai 4 kali sehari (sentrat, rumput, wortel, sayuran) kandang juga tiap hari udh dibersihin..
    tolong dong biar ga kembung lagi gimana ? dikasih obat apa yah ?
    cara kasih makan yg baik nutrisinya buat kelinci gimana ?
    makaciiih bgt ats bantuannya… tlg jawaban dikirim ke email ku juga yaaa…

  9. bintang sihite 21 Mei 2009 pukul 4:50 am

    ofie, kelinci umur mingguan sebaiknya jgn dipisah dulu dr induknya, karena dia blm kuat mengatasi cuaca dan angin malam…makan juga jgn kebanyakan, bisa2 mencret tuh kelinci, karena ususnya tuh blm kuat buat cerna sayuran, masih butuh asi sampai 2 bln lah biar aman…sy jg awalnya bgt, tp stlh banyak tanya2 n eksperimen…akhirnya skrg udh mulai bisalah rawatnya

  10. zaki 24 Mei 2009 pukul 2:47 pm

    aku ingin tahu tentang kelinci

  11. ryan 16 Juni 2009 pukul 1:18 am

    ryan`s rabbit pertama peternak kelinci hias digunungkidul khususnya dikota ponjong, sementara ini dikandang kami terdapat beberapa indukan(rex, dutch) & gibas (untuk pedaging),utk lop,anggora masih dara, dalam waktu 3-4bln kedepan kami sudah siap melayani pembelian bibit/anakan kelinci hias & pedaging. untuk info lebih lanjut hub ryan di 0817 670 1562

  12. lenk 19 Juli 2009 pukul 3:43 pm

    @ mas faiz manshur , buku kelinci yg ada di indonesia rata2 yg dibahas itu2 saja,antara buku satu dan lainnya ndak beda jauh,sangat beda sekali dgn buku2 dr luar negeri,yah mungkin kalau dibikin seperti luar negeri jd mahal banget ya, sekedar masukan,kenapa tidak bikin buku kelinci dalam bentuk serial,mis: jilid 1 tentang jenis kelinci,jilid 2 tentang kandang,jilid 3 tentang penyakit selengkap2nya dst,agar para peternak kita jd lebih menguasai materi tentang kelinci,sehingga kita bisa lebih bersaing dengan luar negeri.yah itu sekedar masukan dari saya…salam kenal lenk.. : )

  13. Kabar Kelinci Indonesia 19 Juli 2009 pukul 4:42 pm

    terimakasih masukannya untuk KKI.
    tapi hasil diskusi lisan maupun di millist dengan buku seperti itu saja sudah pada mengeluh harga. Beruntung saja penerbitnya mau nekad menerbitkan. Yg jadi problem bukan pada penulisnya katanya, tetapi penerbit sendiri. Ini realistis saja. Menerbitkan buku bth puluhan juta, sementara di Indonesia kebanyakan pada minat baca tapi emoh beli. Buku tebal dengan harga 61ribu saja pada mengeluh. Apalagi ditebalkan lagi, padahal setiap harga ditetapkan secara minimal mengikuti asumsi biaya produksi.

    Buku serial sekalipun tipis masih problem, yakni tidak laku jual. Kalau buku hanya terjual 1000eks itu masih rugi. Kalau pun laku 2ribu setahun itu sangat sulit. Jadi sebenarnya maju mundurnya perbukuan bukan pada penulis atau penerbit tapi dari jumlah pembeli itu sendiri. Penerbit harus realistis menghitung untung rugi dengan penjualan. Kalau yakin laku 5000eks dalam 6 bulan barulah buku berani tebal dan sekaligus murah. Kalau nekad terus bangkrut malah repot.

    Dodi.

  14. uun 22 Maret 2010 pukul 3:58 am

    assalamualikum
    ane umar dari yogya.. suka kelinci sejak lama.. sekarang dah punya binaan beberapa temen binaan.jenis yang kami kembangkan adalah Flam dan spot..masalahnya harga jual di yogya,kulon progo jauh dari pasaran kesulitan cari pembeli yang ok, biasanya kami jual kepada pengepul lokal..
    mohon saran dari tuan tuan terhormat.. syukron.. Kelinci Maju sejahtera Plugon RT 03/01 donomulyo Nanggulan Kulon Progo yogyakarta 55671hp 081229436595

  15. reny ifa arisanti 16 April 2010 pukul 3:13 pm

    saya udah cari bikunya bapak d gramedia matos malang tidak ada pak,jd terpaksa saya beli buku yang lain,tp cara pemeliharaan nya tidak lengkap. tolong saya dberi info pemasaran buku bapak d malang agar saya bisa membelinya.
    jujur saja saya sangat berminat berternak kelinci dan saya masih dalam tahap mempelajari kelinci dr peternak yang ada dimalang dan belajar juga dr internet dan buku2 yang ada dipasaran.
    mohon bimbingannya

  16. Kabar Kelinci Indonesia 16 April 2010 pukul 11:20 pm

    belum tentu ada di semua kota, apalagi di semua toko. Masih banyak yang kekurangan. Silahkan hubungi penerbitnya saja. http://nuansabuku.blogspot.com

  17. Iqbal 26 April 2010 pukul 2:51 am

    Pak dimana saya dapat mendapatkan buku ini di daerah bogor,saya sudah mencari di sukabumi tetapi tidak ada..
    Trims..
    Iqbal sukabumi

  18. Kabar Kelinci Indonesia 26 April 2010 pukul 10:05 am

    hubungi penerbitnya langsung. http://nuansabuku.blogspot.com kontak ke no hpnya itu. beres

  19. arik teja kencong jember 27 April 2010 pukul 4:05 pm

    emang benar ternak kelinci sangat menjanjikan …..bukinya punyaku sekarang jadi ratusan ekor…..klo mau beli hub aja langsung…..087 852 984 255 tak tunggu ya ………callnya….atau smsnya…

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: