KELINCI UNTUK HARI ESOK YANG LEBIH BAIK

rendah lemak, rendah kolesterol, populasi cepat, dahsyat!

ORANG-ORANG KOTA DAN PEMBANTAIAN KELINCI


Kelinci akhir-akhir ini menjadi hiburan orang kota. Perkembangan pemelihara di kota lebih marak dibanding di desa. Tetapi tahukah anda ternyata orang-orang kota itu ternyata berperan aktif dalam pembantaian kelinci di Indonesia?

Terasa sumir dan terlalu tendensius memang. Tetapi kita bisa membuktikan dengan analisa berikut ini. Mayoritas perdagangan kelinci berada di pinggir jalan area wisata seperti Batu malang, Lembang Bandung, Cipanas Bogor dan sekarang berkembang pula di beberapa pinggir jalan di kawasan Jakarta. Para pembelinya bukan para petani desa, melainkan orang kota yang dalam sekejap melihat kelucuan kelinci langsung merogoh kocek. Beda dengan petani yang berpikir seratus kali untuk berbuat seperti itu.

Orang-orang kota yang tidak memiliki pengetahuan, bahkan untuk hal-hal kecil seperti jenis pakan, pola pakan, tempat yang layak buat kelinci, perkawinan dan kehamilan serta aneka ragam pantangan kelinci itu tiba-tiba merasa pinter dan nekad membawanya ke rumah. Dua alasan utama yang memicunya, yakni kemampuan membeli dan keinginan (nafsu) untuk mendapatkan hiburan. Orang-orang kota itu tidak pernah berpikir apa sesungguhnya yang menjadi kebutuhan kelinci. Mereka lebih suka mengedepankan egoisme untuk mendapatkan kesenangan dengan mengabaikan kebutuhan kelinci. Satu contoh soal rumput. Karena malas memperoleh rumput, mereka lantas memberi pakan semampu mereka.

Dikira memelihara kelinci seperti memelihara anjing atau kucing. Untuk memprovokasi orang kota para penjual kelinci yang tidak tahu-menahu kelinci itu cukup berkata, “kelinci tanpa rumput bisa, sudah ada pelet komplet, tambahkan saja kangkung, kubis atau sayuran apa saja yang bisa didapat. Mudah kan?

Bahkan orang-orang kota yang berpendidikan tinggi itu bisa dibodohi para bakul berpendidikan rendah dalam hal soal minum. Kelinci tidak boleh minum karena akan mati. Anehnya orang-orang kota itu percaya saja. Padahal pada bangku sekolah SD pun sudah diberi pelajaran bahwa setiap makhluk hidup butuh air.

Tanpa basa-basi lagi kelinci pun dibawa ke rumah. Mereka percaya kelincinya umur 2 bulan, padahal rata-rata kelincinya baru berumur 3-4 minggu yang sudah dibawa beberapa hari dari petani sampai ke kota. Mereka tidak tahu kalau sebentar lagi kelincinya mati karena pencernaannya sedang sakit parah akibat terlalu banyak makan pelet pada usia dini dan stress akibat program minum ASI serta perjalanan jauh. Beberapa hari di rumah biasanya kelinci mencret, murung, atau sakit yang lain. Kebingungan pun melanda, dan tidak lama kemudian mayoritas kelinci itu mati. Hanya sedikit yang bisa bertahan lama. Kalaupun bertahan lama biasanya perlakuan pakan tanpa rumput berlangsung berbulan-bulan. Orang-orang kota yang berlatarbekalang pendidikan dan pergaulan luas itu merawat kelinci seenaknya sendiri tanpa memakai paradigma yang tepat. Sungguh ironi.

Lalu muncul hairball, atau kelinci makan bulu. Oleh orang-orang kota itu dianggap kelainan atau problem biasa. Padahal? Kelinci makan bulu adalah bentuk protes kelinci yang sudah sangat stres karena tidak mendapatkan pasokan serat sesuai kebutuhan dari rumput.

Pelet merek kelinci tidak menjawab. Bahkan di Amerika Serikat sendiri sekarang sudah digalakkan agar pakan pelet komplet harus dihindari. Kelinci tetap butuh pasokan rumput asli untuk menghindari kematian yang lebih banyak.

Orang-orang kota, telah terlibat aktif dalam pembantaian kelinci. Mengapa?

Pasar kelinci di kota menjadi ramai karena orang-orang kota punya duit dan punya nafsu untuk berbahagia dengan kelinci. Beda dengan orang desa yang rata-rata berpikir realistis untuk memelihara hewan piaraan. Orang-orang kota yang nafsunya mudah digoda kesenangan itu membuat para penjual semakin agresif, petshop pun menggelar kelinci. Ini semua karena permintaan pasar. Dan para penjual pun agresif datang mencari kelinci ke desa-desa yang banyak peternak kelincinya. Karena para makelar di desa yang terus diminta permintaan pasokan kelinci merasa tidak efektif datang ke satu persatu petani, mereka memakai jembatan bakul/bandar/calo mencari kelinci anakan ke para petani. Karena tingginya permintaan, maka jenis kelinci tidak masalah, umur pun tidak masalah. Jika perlu memesan anak yang masih dalam kandungan dengan harga per ekor cukup Rp 5 ribu, lalu setengahnya diberikan saat kelinci sudah bisa diambil, yakni umur 20-25 hari.

Orang-orang kota yang tidak berpendidikan (dalam hal perikemanusiaan) atas hewan ini sangat berkontribusi dalam menyedot sumberdaya kelinci Indonesia. Para peternak desa yang sebenarnya lebih suka beternak kelinci pedaging pun akhirnya tergiur untuk pindah ke kelinci hias, terlebih kelinci hias memeliharanya hanya sebentar, yakni hanya sampai maksimal 30 hari sementara kelinci pedaging harus menunggu 3 bulan. Kasus di Lembang dan Cipanas dalam beberapa tahun terakhir adalah fakta yang tak perlu dibantah. Para petani yang memang juga butuh duit itu akhirnya menuruti kehendak pasar.

Sesungguhnya kematian kelinci yang paling banyak bukan disembelih, melainkan karena diperdagangkan di bawah umur di kota-kota dan kemudian pada mati. Kita harus mengubah paradigma ini sesegera mungkin. Amerika Serikat, Haiti, Zimbabwe, Kanada, Cina dan beberapa negara lain sudah bertobat praktik biadab pembelian kelinci hias anakan di bawah umur 2 bulan seperti ini. Jika hal ini masih diteruskan, niscaya kelinci tidak akan berkembang. Orang-orang kota, hanya padamulah praktik ini bisa dihentikan, sebab pasar akan terus bergerak jika kalian terus membeli. Beli dan peliharalah kelinci sesuai kaidah pemeliharaan. Kalian lebih berpendidikan dan lebih bisa mencari ilmu pengetahuan serta kemampuan lebih dibanding orang-orang desa. Gunakan akal, pemikiran dan pengalaman hidupmu untuk kebaikan dan ajari orang desa untuk maju berekonomi secara baik. Jangan memelihara sekiranya memang tidak mampu melayani kebutuhan kelinci.

Alasan malas, sulit atau tidak bisa mencari rumput tidak bisa menjadi alasan. Kalian bisa membeli pelet lewat sistem paket dengan harga mahal, tetapi mengapa kalian tidak bisa membayar orang untuk mencari rumput? Renungkanlah.

Jangan teruskan kebiadaban ini! (drh suswandi. pecinta kelinci)

14 responses to “ORANG-ORANG KOTA DAN PEMBANTAIAN KELINCI

  1. Muhamad ikhsan 14 Desember 2009 pukul 2:51 pm

    bner mz,sya pny tmen krj sprt itu dy bli klinci krn prmntaan sang anak,krn tdk tau akhrny mti,tp krn sang anak msh ska akhrny mnt bli lagi,dan ujung2ny jg sma krn tdk tau cara memliharany.

  2. Adhi septianto 14 Desember 2009 pukul 4:00 pm

    Memang benar mas, kebanyakan orang kota hanya menginginkan sesuatu yg instan, mereka hanya mementingkan kekuatan keuangan belaka, “beli kelinci, lalu mati. lalu beli lagi” adalah sebuah paradigma yang harus diubah. mari kita ubah paradigma yang salah tersebut dengan cara – cara yg baik dan benar, niscaya perkelincian indonesia akan semakin membaik.
    Terimakasih.

  3. Pengky 16 Desember 2009 pukul 9:10 am

    Kenapa Para peternak desa yang sebenarnya lebih suka beternak kelinci pedaging pun akhirnya tergiur untuk pindah ke kelinci hias, terlebih kelinci hias memeliharanya hanya sebentar, yakni hanya sampai maksimal 30 hari sementara kelinci pedaging harus menunggu 3 bulan. Kasus di Lembang dan Cipanas dalam beberapa tahun terakhir adalah fakta yang tak perlu dibantah. Para petani yang memang juga butuh duit itu akhirnya menuruti kehendak pasar.
    Dari tulisan tersebut di atas memang menjd fakta yg bener2x terjd di peternak ato petani kelinci. Selain dr faktor umur untuk di jual yg cukup lama harga daging klinci hidup di Lembang cuma di hargai sktr 18rb-20rb per kg. Mengingat hal tersebut sangat jauh untuk memenuhi kebutuhan hidupnya pr peternak tersebut.
    Utk itu sy mengharapkan adanya suatu wadahatao organisasi yg bisa menghimpun ato membawahi dr harga daging kelinci tersbut.
    Sy melihat di beberapa tulisan di negara lain misal Malaysia, singapur & negara asia lainnya harga daging kelinci bener2x bisa bersaing dgn daging yg lainnya.

  4. taman kelinci 18 Maret 2010 pukul 9:15 pm

    saya pelihara kelinci angora, fuzylop, flamish giant hidup bebas dipekarangan jumlahnya ada 56 ekor sisa jual, kebetulan halaman sy agak luas jadi gak perlu cari rumput, dan sama sekali ga pernah dikasih pelet atau vitamin apapun, hanya mengandalkan daun2an dan rumput dr halaman saja, berkembang biakpun mereka dgn cara alami lahir di lubang, alhamdulillah kelinci2 sy sehat dan lincah tingkat kematian minim krn anak klinci klo belum keluar sendiri dr lubang belum sy ambil untuk dimasukin ke kandang agar terhindar dr predator, setelah usia 2,5 bln baru sy lepasin berbaur dengan kelompok rasnya, setiap ras sy batasi dgn ram kawat untuk menghindari kawin silang.
    menurut sy tingkat kematian sgt kecil jika kelinci hidup diluarkandang walaupun pd musim hujan sprt skrg kelinci sy sehat walapiat malah ada 3 ekor flam seneng ujan2an, generasi pertama flam yg sy pelihara usianya +4thn body nya bongsor dan berat banget,
    awalnya hanya skedar hoby aja dan kelinci2 tsb ga pernah di jual, stlh ada penghoby berani beli 1psng angora usia 8 bulan seharga 1,5jt skrg sy lebih serius untuk ternak. alhamdulilah sejak awal pebuari sdh 5jtan sy kantongi dr penjualan klinci dan minimal umur 5bln yg di jual, tetangga sy juga peternak tp dikandang pasang harga lebih murah dr sy tetapi para penghoby lebih suka punya sy krn diternak dgn cara alami, bnyk calon pembeli yg nanya soal penyakit dan obat/pelet tp sy tdk bisa menjawab krn tdk pernah pake obat2an khusus klinci, sy hanya suka pake alkohol dan betadin buat ngobatin klo ada yg berantem.
    jika anda berniat ternak klinci dan punya lahan luas cara seperti ini kaya nya lebih baik dr pada ternak dikandang” maaf pendapat sy ini hanya hasil banding cara sy yg pemula dgn tetangga yg ternak kandang sudah profesional, mohon koreksi klo pendapat sy salah.

  5. Kabar Kelinci Indonesia 19 Maret 2010 pukul 3:55 am

    tidak ada salahnya. Tetapi yang harus diperhatikan adalah pasokan pakan dan keluasan tempat. Pada rumput di area manusia belum tentu memiliki kekompletan pasokan makanan. Sedang di padang luas kelinci bisa bebas berkelana. Inilah mengapa yang harus dilihat adalah stok pakan tersebut, termasuk apakah tersedia karbohidrat, misal dari umbi-umbian. Buat anak-anak kelinci pakan rumput paling baik, bahkan tanpa pelet/konsentrat pun cukup karena gizi masih bergantung pada induk. tetapi untuk kelinci dewasa rumput saja tidak cukup mengingat rumput miskin kalsium, energi dll. Fakta dari banyak kasus kelinci yg hanya diberi rumput berpotensi lumpuh terutama pada induknya. Kami belum bisa menilai apakah yang anda lakukan itu sudah tepat sepenuhnya atau belum. Dan memang kita pun tidak boleh gegabah mengingat belum melewati berbagai musim dan waktu. Kalau sudah 2 tahun lebih dan berjalan baik barangkali baru bisa dinilai. Renungkan saja soal pakan dan sarana tersebut, juga potensi kotor dari area.

  6. taman kelinci 20 Maret 2010 pukul 12:00 am

    krn hidup di tempat tebuka -/+ 1000M2 dan jumlah skrg 56 ekor dr 3 jenis ras kemudian tiap ras disekat pake pagar kawat ram untuk menghindari kawin silang.
    ada yg ingin sy tanyakan:
    1. betulkah jika pejantan ras tertentu suka kawin silang dgn beda ras kemudian kawin dgn sesama ras nya maka keturunan rasnya kelak suka jelek???? argument tersebut sy dpt dr pedagang dilembang.
    2. jika kawin silang lebih dominan ke betina atau pejantan???
    3. ada 3 ekor flam usia 4bulan salah 1 telinganya turun sebelah tetapi kondisinya rakus dan lincah kenapa kelinciku ini???
    4. kelinci kaki belakangnya suka pukul2 tanah pertanda apa itu??.

  7. sheena 20 Maret 2010 pukul 12:09 am

    sy ingin ternak terbuka dipekarangan rumah yang luas nya 500 meter/segi dan banyak tumbuh rumput kira-kira idealnya max berapa ekor kelinci

  8. Kabar Kelinci Indonesia 21 Maret 2010 pukul 6:02 am

    1. ukuran jelek dalam kawin silang itu relatif. kalau tujuannya untuk mempertahankan eksotisme bulu perkawinan silang lebih banyak jelek karena hasilnya belum tentu membuat bulu seperti yg kita harapkan, juga struktur badannya. Tetapi pada cara pandang lain juga, untuk menghasilkan jenis kelinci yang unik, baru dan khas tiada beda juga mesti berani eksperimes kawin silang. Bukankah jenis2 kelinci yg ada juga hasil modifikasi dari kawin silang? Untuk penghasil kelinci hias memang tidak mudah. Selain harus berani eksperimes juga harus telaten dan sabar. Tidak cukup 1-2 keturunan akan menghasilkan standarisasi hias yg stabil. Sedangkan untuk tujuan pedaging kawin silang memberikan banyak manfaat, tentu saja dengan mempertimbangkan konsep dasar. Untuk apa? apakah menghasilkan daging besar dalam satu ekor, atau memilih keturunan yang banyak atau kombinasi keduanya?

    2. Soal dominasi juga bukan perkara mudah. tergantung kekuatan genetika dasarnya. Jika ingin serius mempelajari ini bacalah buku the origin of species karya charles darwin. Tidak cukup dijelaskan satu dua artikel karena menyangkut kasus perkasus dari masing2 kelinci.

    3. telinga turun itu konsekuensi logis dari barangpanjang. Turun dalam keadaan sehat paling banyak disebabkan bahwa telinga itu tidak dipergunakan secara rutin semestinya,-sebagai cara menampung isyarat bahaya. Kita tahu kelinci hutan memfungsikan telinga untuk menampung isyarat bahaya. Setiapkali mendengar atau mencium bahaya telinga pasti naik. nah, ini masalah otot saja, di mana kelinci domestik kurang memfungsikan telinga tersebut. Harus dipahami pula bahwa ini hanya kategori umum. Untuk kelinci jenis telinga panjang seperti lop lain urusannya,-pasti turun krn panjang banget.

    4. menggertak bisa karena marah, mencium bahaya atau menunjukkan kejantannya pada betina.

  9. taman kelinci 23 Maret 2010 pukul 7:50 pm

    sblm baca2 artikel diweb ini sy pikir ternak klinci dgn cara diluar kandang yg slama ini sy lakukan itu lebih baik, skrg wawasan sy mulai terbuka dan ada planing mau kembang kan lebih terpadu tetapi sy ada kendala dlm pengadaan pelet, ditempat sy tdk ada yg jual pelet klinci ada juga pelet buat anak sapi kata pedagangnya komposisi sama dgn pelet klinci klo ga slh merk nya PAP. bolehkah PAP diberikan pada klinci??
    sy mencoba memberikan dedak yg dicampur sedikt air tp ga pd makan kenapa ya????

  10. Kabar Kelinci Indonesia 24 Maret 2010 pukul 1:41 am

    Kami tidak tahu soal kandungan PAP tersebut.
    dedak yang dimaksud, dedak jagung atau bekatul padi? dedak jagung juga baik, kecuali hanya sedikit sebagai campuran. yang cocok dedak/bekatul padi.

  11. taman kelinci 24 Maret 2010 pukul 8:01 pm

    dedak yg sy kasih kekelinci bekatul sbb sy beli dr pabrik penggilingan padi, sy juga coba dedak gandum tp ga mau juga, hanya bbrp klinci yg mau makan bekatul padi/gandum itupun hanya sedikit sj yg dimakan. mungkin bp bisa bantu sy gimana caranya agar klinci2 sy mau makan bekatul padi

  12. Kabar Kelinci Indonesia 27 Maret 2010 pukul 5:11 pm

    kebiasaan juga. Jadi butuh proses. Kelinci tidak bisa langsung berganti2 makan kecuali dengan rumput yg mudah adaptasi. Dedak gandum ya hanya akan makan sedikit. Yg paling cocok bekatul padi. Ngaduknya jangan pakai tangan kosong. Aduk dengan air panas biar bakteri pada mati, terutama hewan kecil itu. Pemberian setelah hangat.

  13. sheega 28 Maret 2010 pukul 8:28 pm

    pak sy sedang memulai ternak pedaging koleksi yg ada gibas dan mau nambah indukan flamish giant, beberapa hari lalu sy keliling datangi beberapa peternakan di parongpong mencari indukan FG terus terang aja sy bingung dgn ciri2 FG, ketika dtng ke peternakan ke1 ada kelinci besar warnanya abu tp kaya ada uban nya terus pada bagi belakang bulunya aga panjang kata yg punya itu FG, kemudian sy datangi peternakan yg ke2, dipeternakan yg ke2 ciri2 FG nya berbeda dgn ke1, FG yg ini warnanya abu tp bulunya pendek kaya gibas
    krn ada perbedaan akhirnya sy pending dulu beli FG.
    sbnrnya FG itu yg mana sy jadi bingung masing2 peternak claim FG

  14. sas 29 Agustus 2010 pukul 7:33 pm

    Mau tanya, taman kelinci di daerah mana ya peternakan’nya? Bs minta contact numbernya? Trims

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: