KELINCI UNTUK HARI ESOK YANG LEBIH BAIK

rendah lemak, rendah kolesterol, populasi cepat, dahsyat!

Teknik pemasaran kelinci


ternak uang (modif)

Setelah proses revisi selesai, akhirnya buku yang banyak dipesan ini siap datang ke tangan Anda sekalian. Edisi Revisi ini terdapat beberapa perbaikan, penambahan isi, foto dan pencantuman alamat-alamat peternak baru. Pastikan Anda memiliki koleksi buku ini sebagai bekal pemasaran, perhitungan bisnis, investasi dan pemberdayaan ternak kelinci. Buku yang sudah merambah ke Malaysia dan Brunei ini sangat penting bagi bekal wirausaha ternak kelinci. Bisa didapat di toko-toko buku Gramedia, Togamas, Gunung Agung dll. Jika kesulitan mendapatkan di toko-toko buku tersebut Anda bisa menghubungi sdr Hasyim, melalui layanan SMS: 0818638038. Harga Rp 41.000. Tebal 204 halaman.

MENGAPA BUKU INI TERJUAL HABIS DALAM WAKTU SINGKAT DAN RIBUAN ORANG KELABAKAN UNTUK MENDAPATKANNYA?

Karena buku Ternak Uang Bersama Kelinci berhasil mengungkap fakta spektakuler tentang potensi kelinci. Sebuah buku hasil jerih payah menyusuri potensi harta karun yang terpendam. Potensi kelinci yang maha dahsyat dijabarkan melalui penuturan yang rasional, realistis dan menggerakkan. Ternak kelinci yang selama ini dianggap usaha sampingan petani desa ternyata bisa menjadi lahan mengeruk harta karun. Melalui buku ini, tiga fakta mendasar membuktikan kehebatan kelinci sebagai berikut:

1. Dari sisi investasi, ternak kelinci mengajarkan kecerdasan kepada kita tentang proses pelipatgandaan uang secara produktif, aman, cepat dan ramah lingkungan.

2.Dari sisi bisnis, ternak kelinci mengajak kita membuka lahan baru yang belum memiliki problem persaingan.

3. Sedangkan dari sisi pemberdayaan, ternak kelinci berarti memajukan kehidupan rakyat melalui gizi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan pendapatan ekonomi.

Kalau Buku Kelinci: Pemeliharaan Secara Ilmiah, Tepat & Terpadu (atau yang dikenal buku Kelinci Biru) itu lebih menjadi panduan para peternak kelinci, maka buku Ternak Uang ini layak dibaca oleh siapapun; para investor, pensiunan, ibu rumah tangga, pengelola agribisnis, aktivis gerakan sosial, politisi dan Pemerintah Daerah.

dua buku kelinciSetelah ribuan eksemplar terjual dalam waktu kurang satu bulan, Penerbit Buku Nuansa Cendekia menghadirkan kembali TERNAK UANG BERSAMA KELINCI dalam bentuk edisi revisi yang akan mulai beredar tanggal 20 November 2009. Pesan segera sebelum kehabisan. Layanan pembelian langsung bisa dilakukan melalui distributor Nuansa Cendekia 0818638038. nuansa.market@gmail.com. Komp.Sukup Baru 23 Ujungberung Bandung-40619. Rekening BCA Ujung Berung 2833001833. A/n Taufan Hidayat.

 

Buku ini benar-benar memberi ide dan wawasan bisnis baru yang sangat menjanjikan. Petunjuk dan penjelasannya disusun dengan jelas dan praktis. Pangsa pasar yang selama ini jarang dilirik orang, ternyata tambang emas bagi orang-orang yang jeli dan kreatif mencari peluang bisnis. Saya yakin banyak calon jutawan akan lahir melalui bisnis ternak kelinci. Masa depannya sangat bagus. “You can if you think you can!” Anda pasti bisa kalau anda berpikir bahwa Anda bisa!

Lisa Nuryanti, Professional Motivator Expands Consulting, Jakarta

Sebuah buku yang membuka wawasan tentang peluang usaha. Mengulas seluk beluk bisnis, investasi, pemasaran dan pemberdayaan secara detail. Buku ini menyakinkan kepada kita agar tak perlu takut ternak kelinci. Pasar kelinci luas dan mudah. Percayalah.

-Asep Sutisna, Jutawan Kelinci dari Bandung.

Buku yang telah memberi inspirasi. Pasti berguna tidak hanya untuk pecinta kelinci, melainkan untuk siapa saja yang mencari peluang usaha. Usaha yang santai tapi menghasilkan.

Rieke Diah Pitaloka, Artis dan Aktivis politik

Selain sebagai sumber gizi, kelinci bisa menjadi “ternak uang” bagi keluarga, usaha menengah dan pengelola agribisnis. Semoga buku yang diriset secara teliti ini menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi para aktivis pemberdayaan dan pemerintah.

Mamur Suriatmadja, Promotor Kelinci Nasional Era 1980an.

13 responses to “Teknik pemasaran kelinci

  1. arifin 29 November 2009 pukul 11:27 am

    semoga dg buku ini peternak kelinci semakin maju sehingga bisa mengurangi angka pengangguran di negara kita.

  2. Fauzi 6 Desember 2009 pukul 3:19 am

    pemasaran kelinci dikota malang bagaimana? terima kasih…
    kirim ke “janoko_bm2c@yahoo.com”

  3. rsalim 25 Desember 2009 pukul 11:46 am

    sy tertarik dengan buku ini, mau tanya kalau di kota sumedang buku ini bisa didapatkan di mana? selain di toko buku tsb (Gramedia,Togamas,Gunung Agung) apa di Palasari juga bisa diperoleh?? sy petani di daerah sumedang (di kampung ) berkeinginan ternak kelinci . namun saat ini belum mempunyai modal yang cukup. Mohon kalau ada informasi tentang kelinci (terutama pedaging) dapat di emailkan ke alamat kami, terima kasih

  4. Kabar Kelinci Indonesia 25 Desember 2009 pukul 12:24 pm

    Kita kurang hapal di sumedang. Di palasari ada. biar lebih jelas sms saja penerbitnya di http://nuansabuku.blogspot.com

  5. najiv 26 Desember 2009 pukul 1:04 pm

    kalo di purwokerto dimana?

  6. Kabar Kelinci Indonesia 3 Januari 2010 pukul 12:48 pm

    kurang tahu karena yg tahu persis penerbitnya. Coba disms saja, kalau tidak ada di toko penerbit melayani pembelian pesanan.

  7. ari rabbit 2 Februari 2010 pukul 1:49 pm

    saya peternak kelinci sekarang udah banyak tapi bingung menjualnya kalau ada yang berminat hubungi saya di king_s66@yahoo.co.id

  8. ABDIMAR 1 Maret 2010 pukul 9:05 am

    saya ingin tahu penjualan bulu kelinci karena bulu kelinci dibutuhkan katanya benarkah itu…

  9. setiawan 25 Maret 2010 pukul 5:25 am

    Ada yang bisa menyediakan rabbit pedaging rutin buat warung sate, tiap hari butuh 5-8 ekor/hari.
    segera…..
    0274-6502694

  10. muhammad wahyudi 29 Maret 2010 pukul 4:35 am

    Saya heran, kenapa selalu ada ungkapan bahwa, konsumsi daging untuk stok nasional masih kekurangan. sehingga masih banyak dibutuhkan peternak kelinci di Indonesia.
    Tapi apa yang terjadi?? Banyak saya membuka blog, web, dsb banyak para peternak kelinci bingung mau jual hasil ternaknya. bahkan kemudian mereka akhirnya putus asa karena ternaknya tidak terjual dengan baik. bagaimana ini??

  11. Kabar Kelinci Indonesia 29 Maret 2010 pukul 3:16 pm

    Yang bingung itu pemula. Sebagian juga bukan kelinci pedaging, melainkan kelinci hias. Ini perlu dibedakan.
    Fakta, di mana-mana penjual sate kelinci kebingungan karena sulit mencari daging kelinci. Kalau ternak kelinci pedaging jangan mengisolir diri. Cuma beternak 10 ekor, tidak ada stok lain dan jauh dari pemasaran. Akhirnya menyulitkan penjualan. Misalnya seorang peternak di karawang mau menjual 5 ekor kelinci. Pembelinya di Bandung. Nah, ini menjadi ganjalan krn ongkos kirimnya susah. Kalau dekat pasti diambil langsung.

  12. andi cribo 10 Mei 2010 pukul 3:51 am

    kepada Yth.
    Bp. Setiawan
    Di tempat

    Menanggapi komentar anda di atas kami siap menyuplai daging kelinci… dengan harga 30/kilo (kelinci kondisi hidup)
    jika setuju hub. kami di email andicribo.88@gmail.com
    terima kasih…

  13. Rusidi 29 Agustus 2010 pukul 5:20 am

    buku yang bagus dan mencerahkan. peternak sepertiku jadi ngerti memilah2 cara pemasaran.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: