KELINCI UNTUK HARI ESOK YANG LEBIH BAIK

rendah lemak, rendah kolesterol, populasi cepat, dahsyat!

Kelinciku, Mengapa Mati?


deathAda banyak penyebab kematian anak kelinci di bawah umur 3 bulan. Namun dari sekian banyak penyebab tersebut mayoritas disebabkan oleh pola penyapihan yang tidak beres. Mari kita memakai paradigma yang rasional dalam hal ini. Anak kelinci butuh pasokan Air Susu Induk (ASI) sejak lahir hingga umur antara 32-37 hari. Ini normalnya. Sebagian ada yang mencapai 42 hari masih menyusu. Jika disapih dibawah umur itu, dampak yang nyata ialah kurang gizi. Rumput yang dimakan sejak umur 17-35 hari sesungguhnya belum cukup untuk mengganti gizi ASI. Anak-anak lucu ini selain memang secara naluriah sangat bergantung pada asupan gizi dengan pola yang nikmat dengan cara menyusui induknya, juga butuh gizi yang cukup dari ASI sebagai energi. Tak heran jika banyak kelinci yang disapih dibawah umur 35 hari sering murung dan lesu.

Sekalipun sebagian kelinci tidak mengalami masalah yang fatal disapih di bawah umur standar itu tetapi tetap saja hal itu tidak baik. Hanya sedikit yang tahan hidup lama. Bagi yang tidak tahan dan selalu kangen dengan ASI kelinci stres, setelah stress ia akan males makan rumput atau konsentrat. Di situlah benih-benih kematian berkembang, apalagi dicampur dengan kelinci lain yang mungkin dirasakan tidak membuat nyaman dirinya. Kalaupun kelinci sudah menyusui sampai lebih 35 hari, kita pun tidak boleh memisahkan dari induknya secara mendadak, butuh proses pemisahan berpola, misalnya pagi dipisah, sore dikumpulkan kembali. Pola ini bias dilakukan antara 4-6 hari.

Bagi kelinci anak, sebagaimana manusia, peranan Ibu bukan semata menyusui, tetapi juga sebagai pelindung. Lihatlah dengan fakta di mana sang induk setiap waktu selalu memberi kasih saying pada anak-anaknya dengan cara menjilati atau menikmati kebersamaan saat makan dan tidur. Dari sisi psikologi ketergantungan ini membuat anak-anak sulit berpisah. Makanala dipisah secara mendadak sering mengakibatkan stress dan kehilangan selera makan, bahkan selera hidup. Kita harus paham dan sadar bahwa sebagian dari kelinci kita memiliki daya tahan tubuh yang berbeda, seperti manusia. Ada yang mudah sakit dan ada yang kebal penyakit. Sebagai langkah aman, maka kita mesti memberlakukan semuanya sebagai kelinci yang rentan penyakit, terutama stress.Dengan cara itu kita bias menjaga anak-anak kelinci dari kematian. Anak kelinci yang dipisah secara mendadak biasanya mudah terserang bakteri ganas semacam Pasteurella multocida, enterotoxemia (yang mendorong produksi gas dan mengakibatkan bloat/kembung) atau bahkan bisa jadi mengakibatkan stress akut dengan penyakit caecal impaction (mati secara mendadak).

Maka, kalau ada pertanyaan, mengapa banyak kelinci anakan yang dibeli itu mati? Jawaban mendasarnya mudah, yakni pola penyapihan yang tidak beres, selain karena masalah stress akibat perjalanan kendaraan tentunya.

Tradisi baru.

Seharusnya kita memang memulai tradisi baru dalam hal penyapihan ini. Jika mau aman, seyogianya kelinci anak diperjual-belikan setelah umur 3 bulan. Mutazim Fakkih, Ahli Kelinci dari Klaten mengatakan, “saya tidak akan pernah melepas kelinci saya di bawah umur 3 bulan. Sebab kalaupun tidak mengakibatkan kematian, biasanya anakan itu jelek untuk indukan. Induk yang baik adalah yang dirawat secara baik sejak kecil, terutama sehat bersama sang induk,” ujar pemilik kelinci Indukan berjumlah lebih seribu ekor ini. Menurut Tazim, ia tidak merasa rugi terbebani pakan selama pemeliharaan anak-anak kelici selama 2 bulan. Sebab ia bisa merasionalisasikan harga jual dengan biaya pakan dan perawatan. Dengan cara itu Tazim membuktikan angka kematian kelinci sangat rendah dan mereka yang hidup bisa menjadi indukan berkualitas. (fm/kki) (bersambung)

Artikel terkait: https://kelinci.wordpress.com/2009/12/12/kematian-kelinci-dari-petshop-atau-penggir-jalan/#more-1022

69 responses to “Kelinciku, Mengapa Mati?

  1. huda jombang 9 November 2009 pukul 4:29 am

    terimakasih atas ilmunya

  2. dziya 9 November 2009 pukul 8:36 am

    ak biasa nyapih sampe 2 bln. tapi ttp aja bnyk yg mati. anakan8 paling sisa 3. jadi gk mau pelihara dr kecil. tp alhmd skrng dah ada yg mao ngambil anakan min usia 35 hr. jd tdk beresiko.

  3. Kabar Kelinci Indonesia 9 November 2009 pukul 9:37 am

    pengalaman anda baik, tetapi anda kurang jeli melihat tulisan ini. Diawal sudah dijelaskan, SALAHSATU PENYEBAB KEMATIAN, BUKAN SATU-SATUNYA. kalau memakai logika anda ya itu logika dagang para bakul. Laku jual sebelum mati biar untung, soal pembeli mengalami kematian itu urusan lain, gitu kan? Dengan cerita Anda itu sangat jelas bahwa dengan menjual secepat mungkin lebih baik karena kalau kelamaan banyak yang mati. Ini paradigma yang tidak bener.

  4. tramb rabbit farm 9 November 2009 pukul 4:38 pm

    lyonku seminggu lalu melahirkn 7ekor..tp hari ini gtau knp tiba2 kejang2 menjerit lsg mati..daerah mulut ma hidung keluar lendir bnyk sekali..kasihn kni anak2ny tdk ada yg ngasih asupan gizi..susu yg baek u/ bayi kelinci selain susu induk apa ya?tq

  5. KKI 10 November 2009 pukul 12:56 am

    waduh.
    pertama, dipindah ke induk lain yg sedang menyusui. Tapi hati-hati, umur anak kelinci anda sudah lewat 4 hari. Bisa jadi induk lain itu tidak simpatik krn tahun bukan anaknya. Jika marah saat kita taruh anak-anak kelinci itu di kotaknya, maka solusinya ialah menyusui dengan cara memegang induk pinjaman itu dibaringkan di atas pangkuan, lalu anak-anak kelinci kecil itu disusukan model sodor, taruh saja diatas perutnya, nanti menyusui. kalau masih kurang tanggap arahkan mulut anak ke puting. Krn induk yang menyusui itu juga punya kewajiban menyusui anak aslinya, maka Anda harus mengaturnya supaya tdiak kehabisan air susu. Pagi hari saja menyusuinya, dan itupun kalau numpang jangan banyak2. kasihan kesedot banyak air susunya. Bagi rata kepada induk lain.

    Jika itu tidak bisa dilakukan krn tidak ada induk, maka solusinya berikan susu sapi dan sebagai penguat ditambah madu. Caranya biar mudah anda pakai suntikan (tanpa djarum). Baringkan anak kelinci dipangkuan lalu sodorkan ujung suntikan, pelan2 dimasukkan.

    Induk Anda mati entah mengapa itu. Barangkali kena caecal impaction.
    saran tambahan, penuhi gizi kelinci, terutama induk dengan wortel rutin. Efektif, mudah didapat dan murah.

  6. demoffy 10 November 2009 pukul 11:51 am

    jarang diperhatikan kali ya…🙂

  7. abdus salam 10 November 2009 pukul 4:38 pm

    knapa di bulan November ini di kandang peternakan saya banyak mengalami kematian khusus nya pada anakan umur 2-4 minggu…?
    1. apakah disebabkan karna suhu yg sangat panas di daerah saya?
    2. begitu jg dg indukan, knapa susah sekali untuk kawin?
    mohon bantuan nya…..trimakasih

  8. Fadly 11 November 2009 pukul 6:17 am

    Anak Kelinci saya 5 ekor umur 2 bln mati smua,pdhal baru disapih umur 40hr.
    dmn sy bsa mndptkn indukan angora&lop asli?

  9. kaos mercury 11 November 2009 pukul 9:02 am

    nice info… ilmu baru tuh… walaupun g punya kelinci

  10. DANIELS RABBIT 11 November 2009 pukul 11:13 am

    Mohon ditambah lagi info-info yg bermanfaat seperti ini lagi,supaya kita dapat menggali ilmu yg dalam,terima kasih

  11. ananda disturbia 12 November 2009 pukul 2:23 am

    kelinci saya rex betina yg uda 6 blan, tp msh nggak mau kawin, n tiap d satuin k kandang jantan malah galak banget. kira2 knapa ya? ciri2 pgn kawin thu gimana sich?

  12. Kabar Kelinci Indonesia 12 November 2009 pukul 2:40 am

    Baru 6 bulan. Jangan dipaksa pakai ukuran standar. Perkawinan itu tidak boleh memaksa nanti malah stress. Biarkan sampai 7,5 bulan. Mau atau tidaknya kawin juga sangat tergantung pada kondisi psikologi kelinci. Rawat secara baik dengan gizi yang baik.

  13. kiky 17 November 2009 pukul 12:49 am

    gimanayah cara merawat bayi kelinci 1 bln yang di tinggal mati induknya ? sayang banget kalo sampai nyusul soalnya lucu-lucu banget

  14. Kabar Kelinci Indonesia 17 November 2009 pukul 3:14 am

    aduh, kasihan. Untung sudah sebulan. belajar serius dong supaya induk tidak mati. Itu perawatan kurang bener. Anak kelinci 1 bulan sudah lumayan aman. Tetapi bisa stress juga krn ditinggal induk. Dimanjakan ya. Berikan wortel biar senang. Air minum yg bersih juga sangat penting untuk mengganti asupan susu induk. Kalau perlu tambah madu biar kekebalan tubuh tetap kuat.

  15. irawan wijayanto 17 November 2009 pukul 2:21 pm

    Saya sepakat dengan tulisan diatas. Saya biasa menyapih anakan pada umur 2bulanan, apalagi untuk jenis kelinci besar seperti flam atau spot. Kalau untuk yang beratnya sedang, bisa umur 2 bulan kurang dikit. Benar bgt, para bakul biasanya gak peduli dengan umur sapih, umur 30 hari yang masih nyusu sama induk aja kadang langsung diambil untuk dijual. akhire di tangan konsumen cepet mati. cepet dapat untung emang…, tapi bisa bikin kapok pembeli. fatalnya, tar akan ada anggapan bahwa pelihara kelinci itu susah.
    menjelang bulan nopember kemarin anakan saya juga ada yg mati, meskipun sudah usia lepas sapih normal. sepertinya karena perubahan cuaca yang cukup ekstrim dari panas ke dingin(hujan). klo ada yg mau sharing via sms, silahkan sms ke 085229081347. silaturahmi plus berbagi pengalaman. OK…

  16. ipung 18 November 2009 pukul 3:41 am

    syukron tas pengalamannya…..

    n bagaimana ya nangani alat kelamin pejantan yang sobek?

    n bisa untuk pejantan lg g?

    bravo kelinci…

    085729467885

  17. Kabar Kelinci Indonesia 18 November 2009 pukul 4:32 am

    WADUH, masalahnya kok aneh2 sih. kenapa sedemikian buruk perawatan Anda. Kelinci sampai luka itu tandanya pengelolaan ceroboh dan kurang sayang dengan kelinci. Perhatikan baik2 tata-kelola kandang, jangan sampai berantem atau luka. Kalau sakit luka luar, obati saja dengan obat manusia. Bersihkan dengan air hangat dan obati dengan betadine sampai rutin. Elus2 dengan penuh perhatian supaya tdiak berontak. jaga dari stress, dan berikan gizi terus-menerus dengan wortel supaya cepat pulih sakitnya.

  18. prima 22 November 2009 pukul 12:49 am

    duh kasian..kelinci juga maklhuk hidup yang bernyawa…pasti sedih kalo dipisah terlalu dini sama induknya…kayak manusia juga masih perlu kasih sayang
    jadi para pedagang kelinci…pakai hati nurani juga ya..jgn cuma memburu untung semata

  19. hafiz 23 November 2009 pukul 1:34 am

    kelincii sy hbis beranakk,, da 2 kali beranakk tpp mati truss anak ya bskk,,gmn sich tips and trik agar induk mau nyusuinn,,mauu pelihara yg baikk tu anak y yg baru lahirr??
    mks

  20. kelinci 23 November 2009 pukul 2:27 am

    ya masalah mati itu kenapa? apakah Anda sudah memperhatikan kaidah perawatan secara tepat? biasanya masalahnya sepele, tidak tahu menahu soal perawatan.Kalau pertanyaan datar begitu, maka solusinya mudah, belajar dari buku-buku pedoman. kalau merasa males beli buku krn merasa teori tidak penting ya magang langsung peternakan.

  21. Andri 23 November 2009 pukul 11:41 am

    Mohon yang jadi pedagang kelinci ataupun pemilik yang kelincinya beranak banyak…jangan buru2 menjual atau memberikan pada orang lain dengan alasan ekonomi.kasihan mereka jika tidak melalui penyapihan yg benar dan belum cukup umur akhirnya mati.gunakan hati nurani sedikit aja…maka akan lain hasilnya.

  22. Ermawan 23 November 2009 pukul 3:11 pm

    Awalnya saya yakin bisa merawat kelinci, lebih2 rex saya melahirkan 8 ekor 4 jantan, 4 betina. Usia 2 bulan baru disapih karena induknya hamil lagi lalu lahir 3 ekor lagi. Namun sayang, karena kandang besi saya tidak muat lagi maka saya buat kandang dengan alas lantai semen atap seng, satu per satu anakan mati kena kudis dll. Saya sadar tata kelola kandang saya belum bagus.

  23. heru 23 November 2009 pukul 5:31 pm

    Dear,
    Mas aku masih pemula ni,jadi masih belum ngerti-ngerti amat tentang kelinci.
    indukanku lagi hamil ni,tapi sekarang sering kencingnya tu agak merah,bahaya gak ya mas?

  24. Kabar Kelinci Indonesia 24 November 2009 pukul 7:15 am

    kalau mau lengkap mesti riset saja soal semua hal tentang kelinci. apa juga yang harus kita jelaskan? panjang lebar ya repot. Ada juga buku kelinci. itu lebih hemat dan cepat memperoleh ilmu. warna merah juga macam, kita tidak tahu apa yg dimaksud merah itu.

  25. arsya 24 November 2009 pukul 6:15 pm

    bener banget pak/kang..
    kelinci perlu perlakuan yang baik agar anakan yang dihasilkan baik, menjadi kelinci yang fleksibel, bisa untuk indukan ataupun untuk potong nantinya.
    jadi baik peternak maupun pembeli g ada yang dirugikan, karena yang kita omongin disini adalah kualitas. sedikit mau menambahkan aja, kelinci tuh hewan yang secara tingkah laku cepat lupa, penciuman dan penglihatan yang kurang baik pada kondisi terang. jadi mungkin bisa dicoba aja untuk mempertimbangkan hal ini untuk efektivitas produksi.
    masalahnya sekarang standardisasi memelihara kelinci dan hasilnya pun belum ada.
    yang paling mengenaskan sekarang adalah kelinci lyon yang sebenernya belum ada hak patenya sebagai ras kelinci baru. NZW yang sebenernya cuma albino aja, dan masih banyak lagi kondisi yang sekarang g jelas dan akan tetap g jelas kalo g ada yang ngasih contoh yang bener lalu didukung

  26. heny 25 November 2009 pukul 1:54 am

    Sy mau tanya kalau induk kelinci dan anak2nya disatukan 1 kandang apa ga masalah. umur anaknya sdh 3 bln (ada 6)sy kandang lansung dg tanah (kemaren melahirkanya didalam lubang tanah) dgn pagar bambu, didalam kandang ada kandang kecil tapi dibiarkan terbuka. Pertanyaan sy apakah perlu/harus dipisahkan. apakah ga pengaruh dengan kehamilan kelinci.sy baru memelihara kelinci. sblmnya trims banyak.

  27. KKI 25 November 2009 pukul 2:08 pm

    waduh, idenya sih bagus, ternak gaya koloni luar, tapi enggak realistis.
    pertama kalau sudah 3 bulan ya harus dipisah dong. gak sehat, apalagi ada induk hamil. Induk hamil di hutan pun memisahkan diri dari kelinci lain untuk tenang mengurus anaknya. Melahirkan di lubang tanah memang fitrah kelinci, tetapi nanti repot kalau dipindah dalam situasi kotak. Mending pakai kandang domestik sistem bateri saja deh. Ya itu pengaruhnya, menganggu kehamilan. Ya, karena masih baru mohon secepatnya belajar yang bener. Tidak mudah membuat peternakan modal begitu. Menyiksa kelinci malah. Mending pakai kandang bateri saja.

  28. budi h 27 November 2009 pukul 1:58 pm

    assalamu’alaikum wr. wb
    Saya pemelihara kelinci pemula , tinggal di Brosot Galur Kulon Progo DIY. mau tanya ” Apa bener kelinci bisa mati gara-gara dikasih makan ketela ? soalnya tadi siang kelinci indukan mati ? Kata temen penyebabnya gara-gara ketela. mksh,
    wassalamu’alaikum wr wb

  29. Kabar Kelinci Indonesia 27 November 2009 pukul 3:51 pm

    wah, kalau di makan orang tidak membuat mati ya berarti tidak. Kalau Anda makan ketela lalu mati kelinci juga mungkin mati. Gampang kan? jangan2 sebelum makan ketela memang sudah mau mati, alias sakit akut. Tapi bisa jadi gara-gara makan ketela, maksudnya ketela beracun.

  30. Tri suryadi 29 November 2009 pukul 1:55 pm

    4 hari lalu 10 ekor kelinci angoraku (katanya umur 2 bulan lebih) tiba d makassar dari jakarta. Tapi mati 2 ekor setiap hari. Gejalanya ada yang mencret, ada yang gak mau makan, yang terakhir malah lebih tragis karna di kotorannya ada darahnya. Kasian banget. Aq dah coba ksh obat tapi gak lama langsung kejang trus mati. Apa dia OD? Sebenarnya kelinci2ku itu kenapa ya? Sekarang aq merasa bersalah banget soalnya aq sayang bgt sm kelinci2 ku.

  31. Kabar Kelinci Indonesia 29 November 2009 pukul 2:07 pm

    Lho kok masih ditanyakan pak? penyebabnya ya jelas pada tulisan itu. Coba baca ulang? pedagang bilang umur 2 bulan? paling juga baru umur sebulan atau bahkan 3 minggu. Kalaupun bener umur 2 bulan belum layak pergi jauh….beli saja indukan yg kuat dan saat perjalanan harus diperhatikan.

  32. Enal 2 Desember 2009 pukul 2:01 am

    Gimana caranya, biar kelinci tdk strees dlm pelayaran jarak jauh, dan umur brp kelinci aman di bawa perjalanan jauh.

  33. Kabar Kelinci Indonesia 2 Desember 2009 pukul 1:15 pm

    jangan sesekali membawa anakan. Percuma. bawa sepuluh paling hidup 2 ekor. Dalam perjalanan aman, tetapi nanti sampai di tempat, 2-3hari kemudian mati. Kelinci anakan itu jangankan dibawa jauh, di perjalanan 30km saja banyak yg mati setelah seminggu dalam perjalanan.
    pelayaran wah…enggak kebayang deh. Induk pun bisa mati, apalagi jika saat perjalanan tanpa air minum, tanpa pasokan rumput dan pakan lain. Kalau urusan jauh sebaiknya dikonsep secara serius. Misal membeli bibit induk secara banyak, kolektif lalu naik pesawat. Saat perjalanan pun harus terurus secara baik. Pokoknya umur kelinci aman di atas 4 bulan deh.

  34. duma 5 Desember 2009 pukul 11:47 pm

    kelinciku jenis lyon, namanya duma, kemarin dia mati..pdhl badannya gemuk,berat badannya aja sampai 3kg lebih… saya jg kasih makan dia teratur,, cuma kemarin pas mau mati makannya agak kurang (ga mau makan)..ga ada pup-nya jg sama sekali..trus dia jg pipis mulu..

    kira2 dia mati gara2 apa ya?? apa karena sembelit?

  35. Kabar Kelinci Indonesia 6 Desember 2009 pukul 3:14 am

    kalau indikasinya seperti itu sulit dijawab. Mulut, perut dan kotorannya bagaimana? itu yg lebih penting.

  36. Pingback: Kematian kelinci dari Petshop atau Penggir Jalan « Kelinci Untuk Hari Esok Yang Lebih Baik

  37. yudi 18 Desember 2009 pukul 4:06 pm

    kan katanya kelinci bisa d kasih madu ya, takarannya brp ya utk madu tsb. trus cara meminumkannya bagaimana, dicampur dgn air ato langsung??

  38. Kabar Kelinci Indonesia 18 Desember 2009 pukul 5:13 pm

    madu itu untuk antibiotik. Saat pengobatan saja. Tetapi tidak dianjurkan banget krn kadar gulanya tinggi. kalaupun harus dikasih, ya mesti sangat sedikit banget. Campur air atau tidak sama saja. Yg penting masuk perut. Buat apa dulu madu?

  39. fitri abassuni 27 Desember 2009 pukul 8:16 am

    kelinci saya umur lebih dari 2 bulan. setiap hari saya beri wortel, pelet, konsentrat dan air putih. sudah hampir 3 minggu saya pelihara…tiba2 dia mati kaku…awalnya kandang saya tempatkan di dalam rumah…tapi setelah 2 minggu…kandang saya pindahkan ke luar…tapi kalau siang, saya aling2i dg horden dan standing banner supaya tidak terkena matahari langsung dan angin. Apakah fluktuasi suhu sangat berpengaruh pada perkembangan kelinci….jenis kelinci saya holland loop.

  40. Kabar Kelinci Indonesia 28 Desember 2009 pukul 7:35 am

    Bukan soal suhu kalau itu. Kelincinya kalau beli dipinggir jalan atau pethsop memang kekebalan tubuhnya sangat minim. Sedikit kena bakteri langsung akut.

  41. nabilah 30 Desember 2009 pukul 12:39 pm

    kelinci ku mencret padahal aku sudah ngasih dia vitamin setiap hari lagi apa ya yang kurang dari kelinci ku……………?????????????

  42. Kabar Kelinci Indonesia 31 Desember 2009 pukul 1:23 am

    apa hubungannya vitamin dengan mencret?
    Mencret itu sebab pencernaan tidak beres. Mencretnya seperti apa? siapkan obat metronidazol atau enrofloxacin saja segera.

  43. budi 8 Januari 2010 pukul 9:24 am

    aku tinngal di magelang,untuk cari bibit paling dekat kemana ya……mohon bantuan nya…..

  44. Kabar Kelinci Indonesia 8 Januari 2010 pukul 12:14 pm

    di magelang, ngablak, mendut, ngluwar dll banyak. Gudangnya kelinci magelang itu.

  45. henry dunan 13 Januari 2010 pukul 12:01 pm

    mas kelinci ku mati persatu….matinya tragis banget kejang kejang gitu..apa faktor nya mas…mohon penjelan

  46. Kabar Kelinci Indonesia 13 Januari 2010 pukul 1:33 pm

    setiap sekarat ya kejang2 begitu. Apapun penyebabnya pasti begitu. Kalau kami ditanya sebab, jawabnya sakit. Kalau soal sakit apa ya mesti harus diceritakan detail latarbelakangnya.

  47. putu lagi lagi :) 28 Januari 2010 pukul 10:39 pm

    aku pelihara kelinci krn aku sayang kelinci, bukan semata2 untuk ‘hiasan’. makanya kalau ada kelinci yg mati (atau apapun peliharaanku) aku pasti sedih.. pasti aku temani sampai dia bener2 sudah tidak bernafas.

    sampai sekarang aku blm bisa pelihara kelinci yang usianya di bawah 2 bulan. tp gak jarang juga aku beli dr pedagang2, krn kadang aku ngerasa di tangan pedagang hidup kelinci itu sengsara. aku belajar merawat kelinci kecil…

    sdh hati2 sekali perawatannya… tp umurnya selalu gak pernah lebih dr seminggu. kasihan.. sedih.. gak tega.. tp gimana lagi…

    untuk pedagang2 kelinci yg “tega”, tolong jangan bohong pada pembeli mengenai jenis kelinci, apalagi umur kelinci…
    😦

  48. Kabar Kelinci Indonesia 29 Januari 2010 pukul 1:24 am

    sebenarnya tidak terlalu sulit jika dibekali teori yang kuat dan pengalaman yg baik. masalah penyakit itu bisa diatasi selama dalam sehari langsung tanggap dan tidak menunda serta paham awal hingga akhir penanganan. Kandang, pakan, kebersihan dan obat2tan serta dukungan suplemen alamiah sangat penting.

  49. lehoy.rabbit 11 Februari 2010 pukul 3:09 am

    Kepada Yth..KKI

    Kelinci ku kelihatannya mau beranak gemuk, dan setelah saya raba perutnya ada buletan seperti kelereng…
    yang saya tanyakan tadi pagi kelinci tsb berdarah banyak dari anusnya… kenapa yach ? padahal kandang sudah di pisahkan dari pejantan… kalo sakit sakit apa dan cara mengobatinya bagaimana ? TQ
    Please

  50. Kabar Kelinci Indonesia 11 Februari 2010 pukul 2:57 pm

    ya bisa saja akan melahirkan. Apakah benar anus atau vagina. Periksa dulu.

  51. saya 3 Maret 2010 pukul 6:04 am

    pantesan kelinci q pada mati, tadinya q beli kelinci 3, yang 2 anggora, yg satu gy lokal, tapi yang anggora yang justru sangat lucu itu mati dua2nya, saya sedih sekali, karena hewan yang paling saya suka itu kelinci, tapi sampai sekarang kelinci lokal saya masih hidup jadi rasa sedih saya bisa terobati, malah kalo ada orang gy makan dirumah, dia langsung nyamperin,,, duuuh lucunyaaa !!!

  52. diin 30 Maret 2010 pukul 4:18 pm

    Saya memelihara beberapa kelinci rex.
    Kelinci pertama hilang nggak tahu ke mana, kelinci kedua masih hidup sampai sekarang, kelinci ketiga tiba-tiba mati di depan saya sendiri padahal satu jam yang lalu masih sempet lari-lari di halaman rumah, kelinci keempatnya juga ngilang.
    Saya ingin tanya, kira-kira buat kelinci yang kedua ini paling bagus dikawinkan usia berapa? Saya beli sekitar bulan desember dengan usia kira-kira dua bulanan. Saya lihat, tuh kelinci kaya nggak ada stressnya n tenang-tenang saja. Dia baru kelihatan ngambeknya kalau terlambat dikasih makan. Sehari ngasih makan nggak teratur. Dia doyan banget makan, apalagi pernah juga ngrikiti kandangnya sendiri yang dari bambu. heran saya…

  53. Kabar Kelinci Indonesia 31 Maret 2010 pukul 1:20 am

    Kawin betina yang baik itu umur 7 bulan, sekalipun5,5 bulan sudah bisa. Kasih makan yg teratur dong. Ngrikiti kandang itu tanda kurang pakan, bahkan kurang kalsium. Berikan rumput dan konsentrat setiap hari.

  54. emet 15 April 2010 pukul 6:45 am

    kelinci saya melahirkan 3 anak, trus baru berumur 3 hari udah mati semua, sekitar umur 2 hari saya liat di kulit bayi kelinci ada bentol-bentol,, waktu bayi kelinci udah jadi bangkai dikerubuti semut yang pada gigitin kulit anak kelinci tersbut… kematian anak kelinci saya apa ada hubungannya dengan semut???

  55. Kabar Kelinci Indonesia 16 April 2010 pukul 11:25 pm

    semut datang karena mencium bau bangkai. Kalau masih hidup gak bakalan datang. Kalau pun ada semut bersihkan saja. Kematian seperti itu akibat induk yang memiliki masalah, misal kurang gizi, terlalu muda kawin (di bawah usia 7 bulan) atau penyebab lain.

  56. cathy 3 Mei 2010 pukul 1:09 am

    Please help me, mini fuzzy lop-ku baru 1 minggu melahirkan, tapi hari ini tinggal 1 ekor yang hidup, karena induknya nggak mau menyusui kalau nggak dipaksa. Induknya cuma mau njilatin anaknya tanpa menyusui. Kenapa ya ? Padahal makanan induk cukup, cuma baru kali ini juga ada kelinci nggak suka wortel & lebih suka jagung & rumput. Please advise ya, gimana supaya anak kelinciku tumbuh sehat, mau dititipin ke induk lain umurnya dah lebih dari 5 hari. thanks

  57. Kabar Kelinci Indonesia 3 Mei 2010 pukul 2:22 am

    menyusuinya malam. Kalau sudah sering menjilati agaknya dia sudah mau merawat. menyusui hanya bth 2-3 menit. kalau jumlah banyak biasanya sampai 4 menit tengah malam. Untuk membuktikan kapan kelicni menyusui tongkrongin aja dari jam 6 sore sampai jam 6 pagi.

  58. cathy 4 Mei 2010 pukul 1:46 am

    Thank you atas informasinya, saya mau coba tongkrongin deh — tapi ternyata angora-ku mau nyusuin siang-siang — mungkin tergantung jenisnya juga kali ya, cukup keibuan —

  59. Kabar Kelinci Indonesia 4 Mei 2010 pukul 10:42 am

    tidak tergantung jenisnya. Rumusnya sederhana. Induk kelinci menyusui hanya sebentar. Kebanyakan malam hari, dan jarang dilakukan pada siang hari.
    terkadang menyusui 2x, malam sekali, dan siang sekali dalam jumlah pemberian asi sedikit.

  60. dhea 20 Juni 2010 pukul 11:48 pm

    k’linci qoe sering matii………..k’npa y?….pdahal qoe udh rawat ampir setaun,,,,,,,,,,,v k’napa matiiiiii….?????……qoe sedih s’kali
    k’linci qoe udh baxak …..v udh matiii bxk bangett…..cara mengatasi x gimana y?

  61. huykkn 22 Juni 2010 pukul 1:12 pm

    knpa kelinci saya gk mau berat makan2 rumput caiy yg bagus

  62. Kabar Kelinci Indonesia 22 Juni 2010 pukul 1:29 pm

    rumput caiy itu apa yang Anda maksud? pertanyaan sulit dijawab.

  63. nugroho 1 Juli 2010 pukul 12:25 am

    Pak saya mau nanya nih. kok tiba-tiba telinga kanan salah satu anak kelinci saya turun ya (gak tegak lagi)? padahal telinga kirinya tetep tegak. trus telinga anak2 lainnya juga tetep tegak seperti biasa. kenapa ya Pak? trus bagaimana perawatannya? kelinci saya dari jenis lyon.
    terimakasih Pak atas jawabannya

  64. Kabar Kelinci Indonesia 1 Juli 2010 pukul 3:11 pm

    Namanya barang panjang, pasti memiliki resiko lentur. Tidak usah dicemaskan. Turun miring bisa karena disebabkan pengaruh. Sedikit sedang stres. Bisa pula karena tidak pernah “difungsikan” sebagai cara menyerap reaksi, seperti saat mendengar adanya bahaya. Kalau keduanya turun ke belakang disertai dingin itu baru tanda sakit. Selama terkulai itu hal lumrah saja.

  65. defita 12 Agustus 2010 pukul 2:07 pm

    for KKI,sblum’y thx bgt bwt bnyk info’y..klinci lokal betina yg saya kira2 umur’y sktar 9bln lbh,n sya merawat’y bru sktr 5bulanan..stlah 5bln dt4 saya,si ‘nci’ sya ktmuin sm klinci jantan yg hmpir sma umur n perawakan’y..baru prtma dktmuin j udh pda bercumbu,klinci jntan tu da di halaman bebas,ga dkndg…n sy liat 1mggu prkmbgany,sy raba bwh prut’y ko ga ada tnda2,cuma yg sy liat klinci sy murung n cuma du2k,jrg mkan..sbtu bsok 2mggu klnci sy dsna,kl blm da tnda2 hmil jg pa sbab’y n gmn solusi’y? (2)apa klinci tu jrg mau minum di wadah yg terbuka,spti mangkok??

  66. arif 25 September 2010 pukul 8:45 am

    mau tanya nih,dulu saya punya kelinci empat yang pertama mati karena kepalanya tergencet pintu kandang,lalu kelinci saya yang kedua mati tiba2,kelinci saya yang ketiga perutnya membesar dan keras tetapi dia tidak mau diberi makan setelah 3 hari kemudian dari mulutnya keluar cairan putih terus mulut buka tutup buka tutup sampai akhirnya mati kira2 kenapa?

  67. Kabar Kelinci Indonesia 27 September 2010 pukul 2:18 am

    kalau soal tergencet, tentu masalahnya sangat kasuistis. Anda pun tahu bagaimana seharusnya memperlakukan kelinci supaya tidak tergencet lagi. Kalau soal kembung bisa dibaca pada ulasan lain dari tulisan di situs ini.

  68. alfiana 29 Oktober 2010 pukul 9:11 pm

    Mau sering nih, saya sekarang ingin memulai berternak kelinci, sekarang saya memiliki 11 betina, dan 1 pejantan. saya memelihara kelinci dengan ditempatkan dalam satu kandang, 4×6 dibuatkan seperti rumah, dan dibuat ada gua untuk bersembunyi. Yang saya ingin tanyakan apakah bagus memelihara kelinci dengan metode seperti itu? kelinci saya lepas di situ semua, soalnya apabila dipelihara di dalam kandang sering mati. mohon bantuanya?

%d blogger menyukai ini: