KELINCI UNTUK HARI ESOK YANG LEBIH BAIK

rendah lemak, rendah kolesterol, populasi cepat, dahsyat!

Media Cetak Kelinci (sebuah gagasan)


imagesSalahsatu perbincangan informal di acara pelatihan ternak kelinci klaten adalah membuat Media Cetak Khusus Kelinci. Beberapa tujuannya antara lain: 1) untuk transfer ilmu pengetahuan. 2) saling menjalin relasi antar peternak/penghobi kelinci, 3) saling tukar informasi jual beli dan kreativitas dalam wirausaha kelinci. 4) dan kebutuhan lain. Untuk kebutuhan penulisan diusahakan sebagai ditulis oleh para ahli kelinci, sebagian oleh pengalaman lapangan peternak, dan sebagian lagi ilmu dari luar negeri. Sumberdaya penulis untuk sementara waktu tidak kurang. Asalkan teman-teman peternak juga ikut membantu dengan seringnya mengirimkan pengalaman beternak di daerah masing-masing, tentu disertai foto. Sebelum menuju ke arah lebih jauh ada baiknya kami ajukan pertanyaan.

Apakah Anda berminat langganan seandainya ada Majalah atau Buletin khusus Kelinci setiap bulan?

Apakah jika terbit dalam bentuk buletin sekitar 16-24 halaman dengan harga -+ Rp 10.000 (belum termasuk ongkos kirim) Anda tidak keberatan dan minat membeli rutin lewat paket pengiriman?

Atau, seandainya mampu dibuat majalah sekitar 32-40 halaman dengan harga sekitar Rp 15.000 (belum termasuk ongkos kirim) Anda berminat juga?

mohon memberikan respon positif pada ide ini. Dan mari dari Anda semua ikut terlibat aktif.

salam.

Moderator

19 responses to “Media Cetak Kelinci (sebuah gagasan)

  1. Rendro 27 Oktober 2009 pukul 5:20 am

    Saya sangat setuju kalau ada majalah atau buletin tentang kelinci. Untuk masalah harga menurut saya tidak menjadi masalah asal isinya berguna. Memang untuk harga majalah khusus hobi seperti ini relatif mahal karena oplahnya tidak sebanyak majalah umum tapi target pembacanya jelas sehingga pemasang iklan juga terarah dan membuat harga bisa lebih murah. Semoga cepat terealisasi.

  2. egi dwiantoro 27 Oktober 2009 pukul 6:26 am

    saya sepakat…

  3. adhi sept 27 Oktober 2009 pukul 2:50 pm

    saya sangat setuju jika majalah itu benar – benar terealisasikan karena saat ini majalah yang membahas kelinci bisa dikatakan hampir tidak ada, masalah harga itu bukan masalah asal sebanding dengan ilmu yang didapat.
    Terimakasih

  4. adithias 28 Oktober 2009 pukul 2:25 am

    saya sangat sangat setuju……………………………………

  5. oeengsrabbit 28 Oktober 2009 pukul 2:31 am

    Harus diwujudkan Bos. sangat-sangat setuju. Semoga sukses

  6. iqbal 28 Oktober 2009 pukul 3:02 am

    Terimakasih. Pada prinsipnya nanti soal harga kita semua maunya murah. Tetapi untuk murah itu sulit karena harus cetak di atas 5ribu eks, dan minimal harus terjual lancar 4000eks. Saya kira sulit menembus angka itu sementara waktu. Modalnya juga besar. kalau mau cetak sedikit, 500eks memang bisa efektif. Tetapi tidak akan lewat toko buku atau lapak karena itu akan menyedot tenaga kerja banyak, alias membayar banyak orang. Biaya produksi meliputi penulis, editing, setting/layout juga tak kurang Rp 2juta. Kemungkinan besar nanti model penjualannya transfer-kirim, transfer-kirim. Tidak juga melalui model langganan karena nanti kalau tidak bisa terbit rutin Pihak pengelola akan terkena dosa. hehe…jadi kita main solidaritas bersama saja. Setiap terbit belilah majalah itu.
    sekian dulu. Nanti disambung.

    salam
    Iqbal

  7. sugeng 28 Oktober 2009 pukul 5:56 am

    bener….
    setuju banget………
    yang berapaan aja deh….(asal jangan mahal2)

    Dan yang pastinya BERMUTU dan tidak monoton juga independent.

  8. aga 28 Oktober 2009 pukul 6:14 am

    lanjutkan
    satu lagi langkah memajukan dunia perkelincian indonesia
    banyak faktor bs terangkat klo ada press cetak khusus ttg kelinci
    maju kelinci indonesia

  9. Taufik 28 Oktober 2009 pukul 6:37 am

    Setuju…
    Agar lebih banyak lagi orang tahu dan peduli tentang manfaat kelinci, dan para peternak bisa lebih berkembang lagi….

  10. achmad ariefuddin 28 Oktober 2009 pukul 1:30 pm

    planning itu harus ada action supaya masyarakat tahu kalau kelinci itu punya potensi yang dahsyat. Kelinci bisa dijadikan komoditas unggulan sehingga masyarakat merasa bangga kalau beternak kelinci. Tidak kalah dengan ternak sapi dan domba

  11. yudha rabbitry 28 Oktober 2009 pukul 6:56 pm

    Setuju banget mas, buruan deh…..!
    Soalnya saya butuh relasi nih mas.
    sukses para peternak kelinci!

  12. Rendro 29 Oktober 2009 pukul 3:09 am

    Saya setuju masalah harga relatif. Untuk media cetak sebenarnya untuk pendapatan 1/3 dari pembeli selebihnya dari iklan. Tapi untuk majalah dengan isi khusus seperti ini hal tersebut tidak berlaku karena oplahnya sedikit jadi pemasang iklan juga terbatas. Tapi konsumen pembacanya lebih jelas sehingga pemasang iklan juga lebih terarah. Semoga pendapat saya bisa membantu. Tapi prinsipnya saya setuju untuk awal penerbitan model beli pesan saja. Terima kasih

  13. adthias 29 Oktober 2009 pukul 6:19 am

    buruan deh di terbitin.tapi isinya harus murni tenteng kelinci.dan disertai cara-cara pemeliharaanya……………..
    MATURNUWUN…

  14. Dwistha Pradika 7 November 2009 pukul 6:59 am

    lanjut.. klo bs full color bro, biar lbh siip..

  15. wingky 14 November 2009 pukul 5:00 pm

    setuju.. tapi perlu dipertimbangkan berbagai hal teknis agar bisa terbit secara layak dan bermutu, seperti sebagaimana yang diungkapkan Iqbal

  16. Susianna 27 November 2009 pukul 9:54 am

    setuju…

  17. irawan wijayanto 8 Desember 2009 pukul 7:53 am

    boleh tuh, wujudkan aja. insyaAllah banyak manfaatnya untuk kita. ..

  18. tenni supardi 19 Februari 2010 pukul 6:39 am

    wah…ide yang sangan bagus, 100% mendukung dan akan berlangganan hehe…

  19. SIGIT RIYANTO 17 April 2010 pukul 6:47 am

    SAYA SETUJU SEKALI, INI YANG SAYA TUNGGU TUNGGU

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: