KELINCI UNTUK HARI ESOK YANG LEBIH BAIK

rendah lemak, rendah kolesterol, populasi cepat, dahsyat!

Pelatihan Ternak Kelinci Klaten 17-18 Oktober 2009


DSC00123Siang itu, sabtu 17 Oktober suhu udara di Prambanan terasa panas. Suasana di Hotel Galuh yang kala itu masih jam 9:00 pun menyengat. Tetapi panas udara itu ada hikmahnya karena dengan begitu membuat orang-orang lebih suka masuk ke ruangan ber-ac di hotel sederhana itu. Hari itu, kami berkumpul untuk diskusi dalam tema Pelatihan Ternak Kelinci. Panitianya dari organisasi pertanian Tersiap Klaten. Pelatihan intensif selama dua hari ini dimulai sabtu dan berakhir minggu. Sekalipun peserta dibatasi jumlah 20 orang tetapi saking antusiasnya meledak menjadi 35 orang, padahal masing-masing peserta dikenakan biaya Rp 1,5 juta.

Dari target peserta efektif 20 orang, terpaksa harus memperbolehkan 15 peserta tambahan. Jauh sebelumnya, Pak Mutazim Fakkih, Ahli Ternak Kelinci dan Ketua Prestasi mengundang saya untuk ikut membicarakan potensi usaha kelinci dalam perspektif investasi dan pemberdayaan. Tujuan Pak Tazim adalah memberikan layanan kepada para calon peternak kelinci yang akhir-akhir ini memang sangat banyak peminatnya.

DSC00115DSC00128

Kalau pada tahun lalu peminat ternak kelinci kebanyakan para peternak desa, penghobi dan kebanyakan dari petani dan kalangan swasta, kali ini yang hadir sangat beragam. Sebut saja misalnya, Effendy Choiri (Anggota DPR-RI Fraksi Kebangkitan Bangsa), Purnawirawan Priyo S (PT Indofood), Faruk (Anggota DPRD Ponorogo yang juga beternak kelinci), Arifuddin (karyawan Bank) dan beberapa pejabat dinas pertanian dari Klaten dan Pemprov Jateng serta para santri. Ada yang datang dari Kalimantan, Bandung, Gresik, Bogor, Yogyakarta, Klaten, Sleman dan Grobogan.

Pelatihan ini dengan diskusi tajam ini sangat menarik perhatian para peserta, baik peserta yang belum beternak maupun yang sudah beternak. Pembicara diskusi dimulai dari saya sendiri untuk memaparkan potensi usaha yang fokusnya pada masalah investasi dan pemberdayaan, kemudian disusul Pak Tazim Fakih mendetailkan persoalan-persoalan ternak kelinci, lalu disusul oleh pak Mohamad Rosidi yang memaparkan potensi pupuk kompos dan pupuk hayati berkaitan dengan potensi pupuk kelinci. Seperti biasanya, diskusi potensi kelinci selalu berurusan dengan perihal mendasar seperti, kenapa kelinci? Bagaimana potensinya dibanding hewan lain seperti ayam, kambing dan sapi? Apa saja manfaatnya? di mana letak kesulitannya? Apakah kelinci cocok pada iklim panas pesisir? (karena selama ini kebanyakan dipelihara di pegunungan?), dan yang paling klasik adalah bagaimana cara menjualnya? Berapa harganya? Berapa keuntungannya?pelatihan ternak kelinci klaten 1

Pertanyaan ini bagi para peternak atau mereka yang sudah lama bergelut dengan kelinci tentu bukan pertanyaan yang sulit. Tetapi bagi mereka yang belum dekat dengan kelinci dan hanya tahu kelinci kampung yang dipelihara petani secara tradisional memang harus dijelaskan secara detil, terperinci dan mendasar. Karena peserta terdiri dari peternak, calon pemberdaya dan bahkan hanya ingin investasi tanpa mengelola, maka diskusi pun berlangsung secara meriah. Terutama yang belum tahu tentang usaha kelinci, pertanyaan musim, alam dan pemasaran menjadi bahan kajian penting. “Setahu saya kelinci cocok dipelihara di lingkungan dingin pegunungan. bagaimana kalau pelihara kelinci di pesisir Lamongan yang panas? kalau ada jenis kelinci yang cocok untuk pesisir maka kami mungkin nanti akan memilih jenis yang cocok,” tanya seorang peserta dari Lamongan Jawa Timur. Untuk masalah ini, saya sendiri menjawab mudah. ”Bukan masalah iklim, melainkan masalah adaptasi. Kelinci gunung yang tidak tahan berada di cuaca panas itu lebih disebabkan karena kaget karena perpindahan mendadak, dan kebanyakan yang mati karena masih anak-anak. Toh kelinci di Arab dan Afrika yang panas juga hidup berkembang baik,”.

Sebagai bahan informasi, saya akan lampirkan makalah di bagian lain pada tulisan ini. (fm)

DSC00110DSC00114

(Kiri) Mutazim Fakih (Pakar Kelinci), Anggodo (Ahli Pakan ternak), Priyo S (Indofood) Effendi Choiri, Anggota DPR-RI Fraksi Kebangkitan Bangsa berbincang sebelum acara pelatihan. Diskusi intensif pendalaman materi ternak kelinci.

DSC00239DSC00244DSC00161DSC00139

9 responses to “Pelatihan Ternak Kelinci Klaten 17-18 Oktober 2009

  1. ipung sutapa 21 Oktober 2009 pukul 4:00 am

    Hidup n sukses selalu ternak kelinci

    ipung banaran karanganom

  2. RRJ 26 Oktober 2009 pukul 7:11 am

    Selamat & apresiasi. Thanks.

  3. Ahe iboy urc 30 Oktober 2009 pukul 5:08 am

    salut.. tingkatkan sdm melalui ternak kelinci

  4. wahyu 11 November 2009 pukul 7:01 am

    pingin ternak kelinci ni…saya wahyu, ceper. klaten!!

  5. ipung 18 November 2009 pukul 2:51 am

    bissmillah….

    ass m.wahyu….

    bisa contak 085729467885

  6. ista 19 November 2009 pukul 7:42 am

    Baru kali ini saya menemukan artikel tentang kelinci…
    Sangat bagus sekali…apalagi di daerah sekitar Klaten

  7. triyono 21 November 2009 pukul 5:53 pm

    artikel yg menarik….saya jg punya ternak kelinci d sukoharjo..butuh sharing2…mungkin ada yg hub ato kasih info d hp 081329539593
    matur suwun….

    triyono mojolaban sukoharjo

  8. iswan 24 September 2010 pukul 4:35 am

    saya jg pelihara kelinci australia n hias….. mudah2an bisa berkembang Amin…

  9. ipung 16 Oktober 2010 pukul 3:01 am

    Bissmillah..
    Mohon doanya..
    isyaallah akan di buka sate kelinci cab.karanganom klaten…

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: