KELINCI UNTUK HARI ESOK YANG LEBIH BAIK

rendah lemak, rendah kolesterol, populasi cepat, dahsyat!

Mengapa Perlu Buku kelinci?


Kenapdsc00017a saya meluncurkan buku KELINCI?

Oleh Faiz Manshur (kontributor KKI)

Mula-mula saya tertarik dengan kelinci. Melihat kelinci hias di lembang bandung ingatan saya waktu itu terkenang oleh masa kecil, saat masih SD. Saat itu saya iseng-iseng memelihara tiga ekor kelinci lokal. Menyenangkan. Setelah lebih 20 tahun tak pernah ketemu dengan kelinci, tahun 2006 silam saya bertemu kembali. Kali ini dengan beragama jenis kelinci. Aneh.

Dari situ saya main ke Lembang lagi. Beberapa kali ketemu peternak saya merasakan kelinci adalah aset terpendam yang belum serius digali. Setelah banyak membaca literatur internet dan buku-buku kelinci indonesia saya menyimpulkan ada kebutuhan buku kelinci yang lebih lengkap. Setiapkali saya membaca literatur asing saya merasa miris. Betapa tertinggalnya Indonesia. Di Amerika Serikat, Perancis, Belanda dan beberapa negara lain kelinci begitu mulia dan dijadikan hewan penghasil uang potensial. Sementara di Indonesia justru dianggap hewan marjinal. Akhirnya saya membeli buku text book khusus pengobatan kelinci setebal 500 halaman dari Amazon. Harganya Rp 1,3 juta (termasuk ongkos kirim).

Beberapa bulan kemudian saya merasa harus mengambil tindakan, yakni dengan menulis panjang tentang kelinci, terutama pada dua aspek paling penting, yakni kesehatan/pengobatan dan pemeliharaan. Selama dua tahun, saya melihat ada yang tidak beres dari berbagai kegagalan pemeliharaan dan peternakan. Dari situlah rasa prihatin saya tumbuh. Pokoknya buku harus ditulis dan harus jadi. Berat memang.

Tetapi karena didorong ingin kontribusi kepada masyarakat, akhirnya saya sempatkan juga waktu khusus untuk menulis ini. Literatur sebanyak apapun tetap kurang. Akhirnya saya merelakan juga wawancara khusus kepada banyak peternak; mulai dari peternak tradisional di kampung-kampung Parongpong dan Lembang, Magelang, Temangung, hingga peternak sukses di beberapa daerah. Setelah buku jadi, saya langsung serahkan ke penerbit Nuansa Cendekia Bandung. Kebetulan saya berhubungan dekat dengan pemilik penerbit ini. Dengan kedekatan ini saya harapkan buku bisa cepat terbit. Mikirnya, kalau diserahkan ke penerbit lain pasti akan memakan waktu terlalu lama. Dan benar. Setelah dua bulan proses akhirnya buku langsung terbit.

Seminggu terbit buku ini beberapa orang dekat saya langsung komentar; tebal banget? Mahal banget? Apa ada yang mau baca?

Sebelum saya menjawab, saya selalu tertawa ngakak. “Walah, cuma mendekati 300 halaman saja dianggap tebal. Buku-buku di luar negeri itu tebal-tebal dan beragam. Di Indonesia tipis-tipis. Saya prihatin karena dari sekian buku itu tidak banyak menjawab persoalan-persoalan mendetail dari pemeliharaan kelinci. Ini bukan kata saya saja. Banyak orang yang pernah membaca beberapa buku kelinci Indonesia merasa kurang mendapat jawaban. Masalah kembung misalnya, tak ada solusi riil. Tak jarang masalah-masalah penyakit dianalisa secara awur-awuran. Begitu juga dalam hal pakan. Nah, dari situ saya berusaha semaksimal mungkin mengulas sisi-sisi mendasar dari masalah kelinci (sekalipun sampai terbitnya buku ini saya pun merasa kurang puas).”

Buku ini harganya Rp 61 ribu. Mahal?

Soal ini saya tak terlalu pusing menjawab. Biarkan masing-masing memiliki alasan. Yang saya tahu bahwa setiap penerbit jidak menginginkan harga menjadi mahal. karena mereka tahu harga mahal akan memyusutkan penjualan. Para penerbit pingin semua serba murah. Tetapi bagaimana? Harga kertas mahal. Biaya kirim mahal. Pembagian hasil dengan penjual di toko juga mahal. Jadi harga 61.000 itu bukan soal murah atau mahal, melainkan sesuai dengan ongkos produksi dan distribusi.

Apa laku?

Untuk soal ini saya tak akan menjawab. Tugas saya sebagai penulis sudah selesai setelah memasukkan naskah ini ke penerbit. Laku atau tidak itu tergantung pembeli. Harapan setiap penulis pasti bukunya laris, tapi saya sadar bahwa untuk urusan ilmu pengetahuan di Indonesia memang tidak mudah Saya hanya bisa membatin, beruntung orang-orang yang mau membaca, tinggal merogoh kocek sedikit langsung dapat ilmu. Sementara sang penulisnya harus edan-edanan keluar banyak biaya. Untuk menyusun buku ini  saja saya harus mengeluarkan uang lebih dari 4 juta, sebagai biaya riset dan belanja buku. Belum lagi biaya perjalanan wawancara, biaya telpon ditambah menguras pikiran berbulan-bulan.

Tetapi dalam hati saya berdoa, agar laku keras dan banyak pembeli. Bukan semata untuk mendapat uang tentunya. Kalau ada banyak uang saya bisa belanja banyak buku lagi dan riset lebih mendalam,- kemudian menulis buku yang lebih bagus dari buku ini.

Di luar semuanya, dengan jujur dan rendah hati saya katakan bahwa buku ini bukanlah kitab suci. Anggaplah ini sebagai cara kita bertukar pikiran. Banyak-banyaklah belajar dari buku lain. Ada banyak kelemahan dari buku ini sekalipun saya sudah melakukan usaha yang serius. Saya tak mau berbohong bahwa ilmu pengetahuan yang saya miliki adalah yang terbaik. Tak ada ilmu mutlak di dunia. Semua adalah proses. Dan saya tak malu jika di dalamnya ada kekurangan. Lah wong buku-buku text book luar negeri yang konon hebat-hebat saja selalu ada kekurangannya kok.

Itu saja. Saya hanya bisa berharap peternakan kelinci di Indonesia semakin maju. Itu sudah cukup menyenangkan. Soal uang? Mikir uang terus malah puyeng. Terimakasih. Salam hormat. Faiz manshur.

9 responses to “Mengapa Perlu Buku kelinci?

  1. sudjimo 14 April 2009 pukul 9:30 pm

    Saya sudah khatam mas Fais, tapi belum saya praktekkan,tapi Insya Allah Saya akan menjadi peternak kelinci pedaging, dan sekaliyan bikin warung makannya, do’akan ya mas.

  2. samitha 15 April 2009 pukul 1:39 am

    Wah, nanti saya cari dan baca pak. Saya selama ini membeli kelinci (untuk pet )ke lembang beberapa kali, tapi seperti pembunuhan saja. Gak ada yang tahan lebih dari 6 bulan. Mulai lucu dan nurut, eh tiba2 jadi pendiam dan mati. Padahal begitu keliatan mulai sakit, lsg bawa ke dokter. Sepertinya dokter yang ahli kelinci jarang ya. Sempat trauma juga, gak tega, yang terakhir beli 5 udah mati 3. Wah, jantungan lah. Mudah2an abis baca buku bisa lebih pintar. Tks kerja kerasnya.

  3. chou 15 April 2009 pukul 2:41 am

    oh y mas pakah d gramedia ada?

  4. Kabar Kelinci Indonesia 15 April 2009 pukul 5:01 am

    ada. Kalau di toga mas dapat diskon 15%. toko penyedia terdekat bisa dilihat di http://ternaksukses.blogspot.com

  5. tandi 20 April 2009 pukul 2:33 pm

    bagi yang minat anakan kelinci, partai/satuan… contact 085669666430

  6. sandy 25 April 2009 pukul 2:16 pm

    Buku tips ternak kelinci yang bagus. Saya sudah baca. tulisannya mudah dicerna dan mendalam. Jadinya banyak hal yang bisa saya terapkan langsung. Terimakasih pak penulis.

  7. kencur 2 Mei 2009 pukul 7:25 pm

    saya pengen ternak tapi nga tau caranya kasih tau donkl.bosenikut_ikutan@yahoo.com

  8. haryanto 30 Juli 2009 pukul 10:24 am

    satu bulan yang lalu saya saya cari2 buku ini di jakarta utara ,di gramedia scbdnpun tak ku dapat.berbekal membaca sekilas artikel 2 di internet saya coba memberanikan diri memelihara kelinci ,hari demi hari aku kasih makan n aku sayang dan akhirnya tgl 27 -07 -09 kelinciku melahirkan ..senang rasanya hati ini berhasil pelihara kelinci sampai bunting n melahirkan anak,tapi rasa senang ini cuma 3 hari tgl 29 pagi ,anak kelinciku mati semua 11 ekor.sedih dehh n penasaran juga tapi dimana ya saya bisa dapatkan buku ini..sedangkan staf gramedia scbd dan tlp katanya penerbitnya sudah tidak produksi lagi.
    tolong donk..
    salam sucses

  9. dodi 30 Juli 2009 pukul 2:07 pm

    Mas, kalau gramedia Jakarta Utara mungkin tidak ada. Tapi gramedia matraman ada. Masih produksi dan baru beredar luas kok. Ke gramedia juga pakai transport, pesen langsung juga pakai ongkos kirim. Kata penerbitnya kalau jakarta cuma 10ribu. Coba hubungi penerbitnya di http://nuansabuku.blogspot.com. Tlp atau cukup sms di situ ada alamat lengkapnya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: