Pemasaran kelinci
April 8, 2009 at 8:26 am | In Tidak terkategori | 1 CommentTags: daging bergizi, gizi buruk, gizi daging, gizi kelinci, kelinci sehat
Gizi sebagai isu pemasaran
Kalau Mamur Suriaatmadja pada tahun 1980 telah berjasa membuat kepada dunia internasional atas keberhasilannya mendesain teori “Pabrik Daging Mini di Pekarangan” dengan tujuan memberdayakan gizi di masyarakat, maka “pemasaran gizi” itu sendiri adalah sesuatu yang penting di masa kini. Continue reading Pemasaran kelinci…
Perlukah kelinci minum?
April 8, 2009 at 7:33 am | In Tidak terkategori | 11 CommentsTags: air minum kelinci, botol minum, kelinci, makanan kelinci, minum kelinci, pelet kelinci, rabbit
Setiap makhluk hidup butuh air minum. Air minum itu selain penghilang haus juga sebagai pemasok cairan tubuh yang memang membutuhkan. Bahkan tubuh makhluk hidup seperti manusia dan hewan itu 70 persen lebih terdiri dari air minum. Maka kelinci jelas sangat butuh air minum. Bodohlah yang mengatakan bahwa kelinci jangan diberi air minum. Lebih bodoh lagi kalau yang mengatakan kelinci bisa mati dikasih air minum,-kecuali jika dikasih minum racun. Continue reading Perlukah kelinci minum?…
Peluang Bisnis Ternak Bibit Kelinci Impor
Maret 25, 2009 at 9:32 am | In Tidak terkategori | 18 CommentsTags: bibit kelinci, flemish giant, harga kelinci, import, investasi kelinci, kelinci, keuntungan kelinci, new zealand, rabbit
Jenis kelinci impor pedaging seperti New Zeland, Flemish Giant dan English Spot sangat dibutuhkan para peternak. Cukup dengan promosi ke beberapa peternak saja dipastikan laku keras.
Kenapa mesti impor? Continue reading Peluang Bisnis Ternak Bibit Kelinci Impor…
Yang Perlu Kita Ketahui
Maret 14, 2009 at 10:39 am | In Tidak terkategori | 1 CommentTags: agribisnis, arnab, kelinci, laba kelinci, marketing kelinci, ternak kelinci
Maklumat Bisnis, Investasi dan Marketing Kelinci:
- Pangsa pasar kelinci sangat luas.
- Untuk jangka panjang belum ada kompetisi.
- Pemasaran tidak terlalu sulit karena jumlah kelinci baik hias, pedaging, kulit, bulu dan kotoran kelinci masih belum banyak. Tak perlu ada kekhawatiran tidak laku.
- Membuka jaringan tidak terlalu sulit. Internet dan forum-forum pertemuan antara peternak sudah sedemikian mudah ditemui.
- Jaringan domestik (seperti bekerjasama dengan penjual sate, pedagang bakso, atau kerjasama dengan toko dan restoran) di masing-masing wilayah tidak sulit dilakukan. Produk pun tak perlu bersaing karena memang tidak ada kompetitor.
- Tidak butuh strategi yang rumit dalam berbisnis kelinci atau produk dari kelinci. Cukup memainkan relasi antara peternak atau di luar peternak dalam sekup terbatas.
- Setiap usaha yang sukses biasanya harus ditegakkan melalui perjuangan tiga tahap (produksi>distribusi>dan memenangkan kompetisi), dalam usaha kelinci hanya butuh keseriusan pada tingkat produksi. Distribusi tidak sulit, bahkan kandang kelinci itu sendiri bisa menjadi pasar karena banyak orang berdatangan membeli kelinci. Tak ada kompetisi bagi peternak karena luasnya pasar kelinci. (dikutip dari Buku Ternak Uang;faiz manshur)
Kontes Kelinci Nasional Yogya
Februari 3, 2009 at 3:19 am | In Tidak terkategori | 11 Comments
Hadirilah!!
Kontes Kelinci Nasional “Ekspression my Bunny’s Valentine”
Hari/Tanggal : Minggu, 15 Februari 2009
Waktu : 08.00-18.00 Wib
Tempat : Gedung Univercity Club (UC) UGM Yogyakarta
Berbagai acara menarik buat Anda sekeluarga. Continue reading Kontes Kelinci Nasional Yogya…
Kontes Kelinci Cimahi
Desember 17, 2008 at 5:00 am | In Tidak terkategori | 1 CommentSetelah Festival Kelinci 1-2 November lalu dilaksanakan di Lembang Bandung, kali ini kontes kelinci akan digelar di Cihami. Bagi Anda pecinta Kelinci, jangan sampai tak menghadiri acara ini. Semarakkan kontes kelinci beragam jenis, baik jenis pedaging maupun hias pada:
JADWAL : Tgl 27 – 28 Desember 2008
TEMPAT : Jambudipa Cisarua Cimahi depan WISMA SHALOM
Pendaftaran : Rp 35.000,-
Kontak Person : 085220361622 / 022 70551242
Apel Siaga Dokter Hewan
November 27, 2008 at 9:38 am | In Tidak terkategori | 1 CommentDalam rangka Meningkatkan Apresiasi kita pada Profesi DOKTER HEWAN, semua
dokter hewan di JABOTABEK diundang untuk MENGIKUTI/ MENGHADIRI:APEL SIAGA IDUL ADHA pada:
RABU/ 3 Desember 2008Pk 07.00 di BALAI KOTA Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan
Jakarta Pusat (Pakaian: Jas/baju Praktek Putih dan berpin PDHI kalau punya)
MOHON SEBANYAK-BANYAK DRH DATANG DAN MENYUKSESKAN ACARA APEL SIAGA IDHUL
ADHA dan Peningkatan Apresiasi Profesi Dokter Hewan.
Jakarta, 27 Nopember 2008
PERHIMPUNAN DOKTER HEWAN INDONESIA (PDHI)
Cabang DKI Jakarta
Media Informasi Kelinci Indonesia
November 17, 2008 at 3:30 pm | In Tidak terkategori | 23 CommentsTags: arnab, kelinci, kelinci hias, kelinci lokal, pedaging, rabbit
Setelah berjalan lebih setahun kami mengelola situs Kelinci.WordPress.com ini ternyata ada banyak pengalaman yang kami dapatkan. Salahsatu hal yang menarik
adalah tentang pentingnya pertukaran pemikiran, jalinan relasi dan jual beli. Kelinci memang bukan makhluk baru di sekitar kita, tetapi banyak hal yang baru dari kelinci itu sendiri. Dan memang itulah kehidupan. Selalu berubah dan baru. Tak ada yang tak berubah kecuali perubahan itu sendiri. Continue reading Media Informasi Kelinci Indonesia…
Permintaan Kelinci Magelang Meningkat
Agustus 12, 2008 at 3:16 am | In Tidak terkategori | 26 CommentsKompas Senin, 11 Agustus 2008 | 10:49 WIB
Magelang, Kompas – Selama tiga bulan terakhir, permintaan ternak kelinci dari berbagai daerah, kini mulai meningkat. Selain untuk jenis indukan, peningkatan permintaan ini juga terjadi pada bayi kelinci yang baru saja selesai disapih. Continue reading Permintaan Kelinci Magelang Meningkat…
Tan-ku
Januari 1, 2008 at 8:14 am | In Tidak terkategori | 2 CommentsTags: TAN Betina (atas) dan TAN Jantan (bawah)
baca koran
Januari 1, 2008 at 8:08 am | In Tidak terkategori | Leave a CommentTags: hotot umur 70 hari
Cerita tentang kelinci
Juli 26, 2007 at 4:54 pm | In Tidak terkategori | 2 Comments
Tampang Tak Berdosa Reza
|
|
|
Siapa mampu menahan kagum bila melihat reza? Wajah reza tanpa dosa. Sepintas ia tampak berbulu keriting. Coba ketika nyala senter diarahkan ke tubuhnya: mengkilap betul. Belailah dari ujung kepala hingga ekor, terasa lembutnya bagai beludru. Jika berpenampilan begitu, boleh jadi Steven Lukefahr, ahli genetika dari Amerika Serikat, pun terpesona. Reza seekor kelinci hasil hubungan pejantan rex dan betina satin.
Yang berjasa menjadi penghulu atas perkawinan dua sejoli itu adalah Dr Ir Yono C Raharjo, MSc, periset Balai Penelitian Ternak (Balitnak), Bogor. Ahli pemulia itu menyilangkan rex-satin sejak 1998. Bulu lembut dan mengkilap warisan sang ibu, satin. Sedangkan rex mewarisi bulu keriting. Yono menuturkan reza penghasil fur alias kulit bulu yang molek dan bernilai jual tinggi sehingga berpotensi ekspor. ‘Kualitas fisik dan kulit sempurna. Panjang bulu seragam. Warna bulu mengkilap,’ ujar alumnus Ilmu Peternakan Oregon State University Amerika Serikat itu.
Melihat sosoknya, Jajang, peternak di Cipanas, Cianjur, menuturkan reza sangat istimewa karena bulunya berbeda dengan jenis lain. Bulu reza tidak mudah rontok. ‘Kalaupun lepas, paling hanya terputus di bagian tengah bulu,’ tuturnya. Panjang bulu reza mencapai 1-1,27 cm.
Keistimewaan lain, tubuhnya proporsional. Bobot mencapai 2,7 kg. Bagian belakang membulat, kaki belakang kuat, dan berisi. Selain itu ia bertulang solid, kepala lebar, dan telinga berdiri tegak. Hingga saat ini, reza memang belum menyebar lantaran Oryctologus cuniculus itu populasinya terbatas. ‘Di dunia hanya Balitnak yang punya,’ kata Yono.
Menurut Gusti Merdeka Putra, SE, peternak di Baranangsiang, Bogor, sosok reza itu sulit didapat. Jumlah anakan dari beberapa perkawinan paling pol 5 ekor, rata-rata 2-3 ekor. Padahal, seekor kelinci idealnya melahirkan 6-9 ekor.
Hal senada diamini Ir Bram Brahmantiyo, MSi, periset Balitnak Bogor, ‘Reza masih langka karena risiko kematiannya tinggi.’ Itu lantaran pengaruh gen homozygoot resesif antara induk rex dan satin. Setelah 2 kali perkawinan baru menghasilkan reza sebanyak 5%. ‘Sebab itu Balitnak terus meriset agar reza bisa stabil,’ tambah alumnus Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor itu. Selain reza, beberapa kelinci hias baru didatangkan dari mancanegara.
Dwarf lop
Kelinci hias asal Belanda itu hasil silangan lop perancis dengan dwarf. Telinga cokelat kekuning-kuningan terkulai. Corak warna hitam menyelimuti bagian sisi kuping. Sedangkan warna bercak putih tersebar di bawah tubuh, kaki, dan sudut mata. Kelinci berbobot 1,5-1,8 kg itu ramping dan lincah.
English dwarf angora
Pendatang baru asal Inggris itu termasuk tipe sedang berbulu panjang. Bobot tubuh 1,5 kg. Yang unik si katai sebutan lain itu berjambul. Bulu lebat di ujung telinga menutupi mata. ‘Sepintas seperti anak kucing,’ ujar Gusti. Keistimewaan lain, seluruh tubuh diselimuti bulu putih halus, tebal, dan kuat sehingga bila disisir terurai rapi. Biasanya bulu kelinci itu digunakan untuk bahan wol. Kelinci berumur 5-7 bulan itu lebih cocok dipelihara di daerah beriklim dingin.
Netherland dwarf colour
Namanya menyiratkan sosok kerdil. Kelinci terkecil di dunia itu berbobot 8 ons-1 kg. Penampilannya semakin istimewa karena telinga pendek berdiri tegak dengan kepala bulat. Yang mencolok warna bulu seputih salju dengan mata merah. Jika diperhatikan bulu putih menutupi seluruh tubuh, kecuali telinga dan kaki bercorak hitam kecokelatan. Sedangkan seputar mata tampak bak bulatan matahari memancarkan cahaya. ‘Banyak yang menyukainya karena matanya ngejreng,’ ujar Gusti.
English spot giant
Postur tubuh besar dan kekar. Bulu indah dengan paduan putih dan hitam. Corak hitam tersebar di bagian hidung, sudut mata, dan telinga. Jenis yang sebetulnya cocok untuk pedaging itu sulit diperoleh dengan ciri sejenis. ‘Keturunannya hanya 50% karena genetik dari english spot ini bersifat heterozigot atau satwa yang dibentuk oleh gen berbeda,’ ujar Yono. Kelinci berbobot 6-7 kg itu sangat manja dan selalu berusaha meloncat-loncat minta dielus.
Newzealand white
Newzealand white tampil sangat menawan. Bulu kelinci albino itu tanpa pigmen, sehingga seluruh tubuh bercorak putih mulus. Terasa tebal bila diraba. Telinga tegak nyaris tidak berbulu dengan moncong sedang. Mata terlihat merah menyala. Kaki pendek. Tulang tubuhnya ringan. Kelinci liar yang berasal dari Selandia Baru itu bersifat aktif. ‘Lebih banyak bergerak, apalagi jika diajak bermain di taman,’ ujar Jajang. (Hermansyah) sumber trubus online, 10 april 2007
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.






