Kelinci dan Globalisasi
November 10, 2009 at 9:20 am | In pengetahuan | 1 CommentTags: budidaya kelinci, entrepreneur agribisnis, globalisasi kelinci, ternak kelinci, wirausaha
Krisis global menciptakan pengangguran baru. Lapangan kerja yang cupet membuat nafas hidup jutaan rakyat megap-megap. Tekanan demi tekanan ekonomi di negeri ini seolah-olah tak akan pernah berujung. Bagaimana kita melangkah menuju kehidupan ekonomi yang lebih baik? Continue reading Kelinci dan Globalisasi…
Saat rumput atau pakan padat tidak ada
November 6, 2009 at 2:09 pm | In pengetahuan | 1 CommentTags: pakan ternak, pelet kelinci, rumput, rumput kelinci
Standar pakan kelinci domestik biasanya mengacu rumus efektif sebagai berikut.
Pagi sebelum jam 09:00 pakan padat salahsatu diantara tiga hal ini bekatul/dedak, ampastahu, atau pelet. Sore lepas jam 17:00 pakan serat, yakni rumput. (Tambahan sayur atau wortel bisa diberikan pada siang hari atau malam jam 22:00). Tetapi dalam praktiknya tidak semulus itu diterapkan. Sesekali seringkali pasti terkendala oleh ketidaan pasokan baik rumput atau pakan padat manakala tidak didapat. Continue reading Saat rumput atau pakan padat tidak ada…
Pupuk “Dahsyat” Kelinci untuk Agribisnis
Oktober 29, 2009 at 5:46 pm | In pengetahuan | 3 CommentsTags: manfaat pupuk kelinci, pupuk anggrek, pupuk berkualitas, pupuk nusery, pu[uk organik

Pupuk adalah kebutuhan mendasar bagi kelangsungan kegiatan agribisnis. Pupuk bisa jadi mahal bisa pula menjadi barang murah, bahkan mubadzir. Semua tergantung persepsi dan sikap kita terhadapnya. Bagi peternak yang tak memiliki kebutuhan akan tanaman bisa jadi sampah yang tiada bernilai. Hal ini tentu berbeda dengan para pengelola agribisnis yang setiapkali musim tanam selalu melihat pupuk sebagai barang berharga, saking berharganya bisa pula menjadi sesuatu yang ekseklusif. Continue reading Pupuk “Dahsyat” Kelinci untuk Agribisnis…
Awas penyakit kelinci musim penghujan
Oktober 26, 2009 at 9:46 am | In cerita, pengetahuan | 15 CommentsTags: arnab, kelinci, kelinci hujan, pengobatan, penyakit, rabbit
Bulan oktober-november-desember seringkali kita mendengar banyak kelinci mati, bukan hanya kelinci anakan tetapi juga indukan? Mengapa? Apakah karena hujan?. Jawabannya hujan bukan penyebab, toh kelinci tidak kehujanan. Tetapi bahwa efek dari hujan pada rumput atau situasi kandang lembab basah seringkali menimbulkan penyakit, terutama penyakit dari bakterial eimeria. Bahkan kelinci dewasa yang kebetulan daya tubuhnya kurang kuat ikut-ikutan terkena dampaknya. Bagaimana kita mengatasinya? Bukan obat yang kita cari, melainkan beberapa solusi berikut ini: Continue reading Awas penyakit kelinci musim penghujan…
Data biologi dasar kelinci
Oktober 15, 2008 at 12:46 pm | In pengetahuan | Leave a CommentData biologi dasar kelinci
Rentang usia hidup: 6-13 tahun Volume urin: 20-250 ml/kg/24j. Biasanya kira-kira 130 ml/kg/24j. Masukan air: 50-100 ml/kg/24j Suhu lingkungan optimum: 15-20˚C (65-70˚F) Suhu rektal tubuh: Subnormal:
Meningkat:
38,5-40˚C (101,3˚F-104˚F) 38,0˚C-40˚C (100,4˚F)
40,6˚C (105˚F)
Detak jantung: 130-325 bpm Tingkat kecepatan pernafasan: 32-60 bpm Rentang usia hidup eritrosit: 50 hari Volume darah: 55-65 ml/kg Volume tidal (Jumlah udara yang dihirup dan dihembus): 20 ml (4-6 ml/kg) Waktu transit gastrointestinal: 4-5 j Tekanan intraocular (pada bola mata): 5-23 mmHg Data reproduksi Pubertas: 4-5 bulan pada keturunan kelinci kecil 5-8 bulan pada keturunan kelinci besar
Menurunnya testis: 10-12 minggu Usia neuter: > 3 bulan untuk pejantan; >5 bulan untuk betina Interval antara kastrasi dan ketidaksuburan: 4 minggu Diagnosis kehamilan: Palpation (Pemeriksaan dengan merasakan bagian dari tubuh): 10-12 hari Secara radiologis setelah 11 hari
Masa kehamilan: 30-32 hari Jumlah anakan: Rata-rata 5-8 Komposisi susu: 13-15% protein, 10-12% lemak, dan 2% karbohidrat Berat kelahiran: 40-100 g Mata terbuka: 7 hari Menyusui: 4-6 minggu (Textbook of Rabbit Medicine; Frances Harcourt-Brown First published London (2007)
<!– AWAL BANNER APENTA –>
<a href=’http://www.apenta.com/afiliasi/?ref=makmun’><img src=’http://www.apenta.com/afiliasi/banner/banner-afiliasi-blog.gif’ border=’0′ alt=’Web Hosting’></A>
<!– AKHIR BANNER APENTA –>
Pilihan Jenis
Agustus 25, 2008 at 5:10 pm | In cerita, pengetahuan | 15 CommentsPengalaman saya bertemu dengan para pembeli kelinci menunjukkan bahwa mereka kebanyakan tertarik pada jenis kelinci bulu tebal, seperti fuzzy lop dan angora. Jenis-jenis ini menarik perhatikan karena unik, seperti anjing dan tidak lazim bagi kelinci. Sayangnya, pengalaman saya menunjukkan bahwa memelihara jenis ini tidak mudah. Selain harus telaten merawat bulu dengan mencukur juga memiliki resiko kematian yang tinggi. Saya duga kelinci bulu tebal ini agak rentah penyakit karena faktor genetika bawaan. Karena itu saya sendiri hanya sedikit memelihara jenis ini supaya tidak terlalu repot dalam merawat. Continue reading Pilihan Jenis…
Masalah Gigi Kelinci
Agustus 8, 2008 at 3:27 pm | In pengetahuan | 5 CommentsGigi dan persoalannya
Fenomena unik dari jenis hewan roden ini adalah memiliki gigi yang tidak lazim. Gigi kelinci hanya empat, bagian atas dua, dan bagian bawah 2. Gigi ini menjadi problem tersendiri bagi kelinci mengingat pertumbuhannya tidak berhenti pada usia tertentu, melainkan terus tumbuh sepanjang umurnya. Akibatnya kelinci butuh mengerat dalam setiap minggu, bahkan dalam setiap hari untuk meratakan giginya.
Continue reading Masalah Gigi Kelinci…
Vitamin untuk Kelinci
Agustus 8, 2008 at 3:26 pm | In pengetahuan | 13 Comments
Pada umumunya masalah yang dihadapi pemelihara kelinci adalah soal makanan yang kurang baik. Di luar itu hewan golongan roden ini memiliki masalah khusus, yakni terkena kutu telinga.
Asosiasi Breder Rabbit di California menyebut masalah nyamuk dan kutu kelinci dapat membawa myxomatosis, penyakit fatal. Bahkan di Australia soal nyamuk ini tidak dapat divaksinasi. Untuk mengatasi masalah ini kelinci dapat divaksinasi terhadap penyakit Calicivirus (penyakit Haemorrhagic kelinci). Continue reading Vitamin untuk Kelinci…
Ihwal Jenis dan Harga kelinci
April 20, 2008 at 3:19 am | In cerita, pengetahuan | 47 CommentsTags: Add new tag
Dalam dunia kelinci hias sering muncul tentang pengertian kategori dengan istilah F. Sebagian mengatakan, kelinci induk import yang memiliki lisensi dikatakan F-1, sebagian lain mengatakan F-0.


Kelinci sebagai Hewan Hias
Februari 26, 2008 at 7:19 am | In pengetahuan | 48 CommentsIstilah Kelinci (indonesia), rabbit (Inggris), atau arnab yang digunakan orang Arab atau Malaysia adalah bagian dari dunia satwa yang cukup mengundang ketertarikan setiap orang. Makhluk unik yang memiliki nilai manfaat mulai dari daging, bulu, feses dan air kencingnya ini terus berkembang dan mampu mengisi ruang publik pembicaraan dalam dunia peternakan kita.
Akhir-akhir ini fenomena kelinci hias sering muncul di berbagai media cetak dan televisi. Pemirsa di tanah air serasa mendapat pemandangan yang unik dengan peliharaan ini. Beberapa stasiun televisi maupun media cetak memandang sebagai sebuah fenomena hobi, bukan bisnis (peternakan). Para pemirsa televisi dibuat gemas oleh beragam jenis kelinci hias tersebut. Lucu, jinak dan benar-benar fenomena baru.
Kelinci dan Cyber Bisnis
Februari 18, 2008 at 12:49 pm | In cerita, pengetahuan | 56 CommentsBeberapa minggu yang lalu, penulis menyempatkan mendatangi sebuah peternakan kelinci hias di Parongpong Bandung Utara. Penulis merasa tertarik datang ke peternakan kelinci setelah secara tak sengaja mendapatkan gambar jenis kelinci dunia yang begitu beragam dan memiliki keunikan masing-masing. Ada jenis Holland Loop, Fuzzy Loop, Dwarft Hotot, Satin, Harlequen, Netherland Dwarft dan puluhan jenis kelinci lain dari berbagai suku bangsa. Dari pengenalan gambar dan keterangan di internet tersebut penulis disadarkan oleh perspektif baru bahwa kelinci yang kita kenal selama ini di kampung-kampung yang dipelihara para petani bukanlah termasuk kelinci hias, melainkan jenis pedaging. Kelinci hias memiliki beragam bulu dan bentuk fisik dengan keunikan yang luar biasa. Continue reading Kelinci dan Cyber Bisnis…
Saat hendak melahirkan
Januari 1, 2008 at 7:39 am | In cerita, pengetahuan | 42 CommentsSaat hendak melahirkan kelinci nampak gusar dan gelisah. Mereka merasakan perutnya bergerak-gerak. Tanda-tanda ini dibaca oleh sang induk sebagai bahwa sebentar lagi akan terjadi kelahirkan. Biasanya kelinci melahirkan antara umur 28-34 hari. Namun kebanyakan kelinci melahirkan pada usia kandungan 29-30 hari. Masa-masa hamil membutuhkan perhatian khusus. Minggu pertama setelah kawin peternak harus memperhatikan pakan yang baik, yakni rumput, sayuran dan pellet. Jangan sampai telat air minumnya.
Kenapa Kelinci Kanibal?
September 10, 2007 at 12:06 pm | In pengetahuan | 10 CommentsBiarpun kelinci adalah hewan yang nampak “humanis” dan lucu, tapi kadang bisa kanibal juga lho….. Continue reading Kenapa Kelinci Kanibal?…
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.


