Ternak Uang, Ya Ternak Kelinci
7 November 2009 at 1:42 am | In ternak uang | 12 CommentsTags: budidaya kelinci, ternak uang, wirausaha kelinci
Dalam suatu analisis usaha sederhana, untuk pemeliharaan 100 induk dan 10 pejantan, dibutuhkan biaya modal sebesar Rp. 59,3 juta (induk lokal)–Rp. 155,975 juta (induk impor), biaya operasional sebesar Rp. 46,687 juta untuk produksi 3 LS (litter Size) sampai umur potong (6 bulan pemeliharaan) dan pendapatan kotor sebesar Rp 110.234 juta, pada tingkat harga kulit-bulu US $ 1 (10%), $ 3 (10%), $6 (30%) dan $ 9 (50%) dan harga karkas Rp 20.000 per kg. Dengan kata lain, potensi keuntungan yang mungkin diperoleh adalah >130%. (Makalah Prospek, Peluang dan Tantangan Agribisnis Ternak Kelinci Balitnak 2005 -Yono C Rahardjo)
Telah dicoba dilakukan analisis terhadap usaha kelinci intensif yang berskala 20 ekor induk dan 5 ekor pejantan sebagai usaha penghasil daging dan kulit bulu selama satu tahun. Hasil menunjukkan keuntungan pada skala usaha tersebut adalah sebesar Rp 9.206.200/tahun atau Rp 767.183/bulan. -Riset Broto Wibowo, Sumanto dan E. Juriani
Prakiraan modal dan laba dari ternak bibit kelinci impor asli
|
Jenis Induk |
Harga Beli Induk umur 5-6 bulan |
Harga Jual anakan (f1) umur 60 hari |
Rata-rata kelahiran
|
|
Flemist Giant |
Rp 4 Juta* |
Rp 350.000** |
6 ekor x Rp 350.000= 2.100.000 |
|
New Zealand |
Rp 4 juta* |
Rp 300.000** |
6 ekor x Rp 300.000 = 1.800.000 |
|
English Spot |
Rp 4 juta* |
Rp 400.000** |
6 ekor x Rp 400.000 = 2.400.000 |
*Harga beli induk impor ini sangat relatif. Biasanya kelinci jenis mini mahal harganya, tetapi biaya paket agak murah karena bobotnya ringan. Sementara kelinci jenis besar biasanya agak murah harganya tetapi ongkos timbangan paket lebih mahal. Harga 4 juta ini adalah harga kelinci impor berlisensi. Sedangkan kelinci impor non lisensi biasanya bisa didapat dengan harga antara Rp 2,7-3,9 juta (termasuk ongkos kirim). Harga tersebut hanyalah prakiraan. Untuk kepastiannya sebaiknya dicek langsung pada peternak yang menjual melalui internet.
**Harga jual setelah 60 hari lebih tinggi. Kenaikan harga ini yang paling fleksibel ditentukan oleh biaya perawatan dan pakan. Katakanlah setiap hari butuh biaya pakan Rp 2 ribu dan perawatan per ekor kita hitung Rp 1 ribu (Rp 3ribu), maka dalam 30 hari harga dinaikkan Rp 90 ribu.
Harga di atas asumsi harga jual minimal. Pada praktiknya di pasaran pembeli akan menganggap murah harga tersebut. Setiap peternak yang benar yakin bahwa induk kelinci yang kita miliki memang benar-benar asli impor dengan kualitas baik, rata-rata pembeli tidak pernah mengeluhkan soal harga. Satu ekor anak umur 2 bulan (F1) dijual Rp 400ribu pun akan laku. Ini adalah fenomena umum di kalangan masyarakat pecinta kelinci. Para peternak skala kecil dan menengah pun menyadari bahwa bibit unggul layak dipelihara karena akan menjanjikan keuntungan. Karena itu memilih fokus beternak kelinci dengan mengimpor secara langsung adalah langkah yang cerdas sekaligus bijak. (Dikutip dari Buku Ternak Uang Bersama Kelinci: faiz manshur 2009)
& Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.
sy sangat setuju kalo ternak kelinci itu ternak uang,cz sy udah membuktikannya.Namun emang yg menjadi mslh d negara kita,adlh tidak tersedianya bibit unggul.Sudah saatnya pemerintah memberikan perhatian kpd ternak kelinci dgn cara mengimpor bibit unggul dr negara lain..
Komentar oleh iqbal algifari — 7 November 2009 #
Terimakasih… saya ini akan memulai ternak kelinci. bila saya akan memulai dari bibit berup anakan untuk dibesarkan sebagai induk apakah lebih menguntungkan (dari segi kwalitas) dan pembiayaan?
Komentar oleh Robit Irawan — 7 November 2009 #
Fleksibel. Beli anakan di bawah 2 bulan resiko kematian lebih tinggi apalagi beli jauh. Jalau indukan jarang mati.Keuntungannya murah. Beli indukan mahal, keuntungannya langsung beranak.
Komentar oleh Kabar Kelinci Indonesia — 7 November 2009 #
MINta pengalamanya kenapa suka ada induk kelinci yang melhirkan namun sering memakan anaknya…
Komentar oleh bay — 11 November 2009 #
itu masalahnya kompleks, di antaranya kurang pasokan gizi/serat saat kehamilan, termasuk kurang air minum. Induk merasa terancam krn sekitar kandang tidak nyaman, entah krn sering dilihat banyak orang, atau dekat dengan binatang menyalak.Syarat kotak melahirkan kurang baik dan lain sebagainya. Kelinci kanibal bisa disebabkan juga krn sebab lain.
Komentar oleh Kabar Kelinci Indonesia — 11 November 2009 #
sukses selalu ternak kelinci…..
dengan kelinci kita bisa medapatkan keuntungan…
dari segi materi ataupun rasa peka kita pada binatang…
bravo….ternak kelinci klaten…..
ipung 085729467885
Komentar oleh ipung — 18 November 2009 #
Pa dimana saya beli kelinci jenis giant posisi saya di bogor
Komentar oleh 0W0Y — 19 November 2009 #
Giant apa maksudnya? flemish giant di bogor banyak, di bandung banyak. Cari-cari dong yg telaten. itu ada banyak alamat peternak.
Komentar oleh Kabar Kelinci Indonesia — 19 November 2009 #
sy pny 2 induk flamish giant bobot kra2,5kg,p ini sdh stndar,mksh.nano ba’ra
Komentar oleh nano — 21 November 2009 #
bobot induk Rex saja mencapai 2,9Kg, New Zealand 3,7- 4,5 bisa. Flemish sehat umum 6 bulan saja bisa 5,5kg. Flemish 9bulan ke atas bisa 6 kg.
Komentar oleh Kabar Kelinci Indonesia — 21 November 2009 #
berapa harga anakan kelinci flemish umur 2 bulan trims
Komentar oleh roni — 22 November 2009 #
tergantung kesepakatan penjual dan pembeli. Ada yang harganya 100 ribu, ada pula yang 3 juta.
Komentar oleh kelinci — 23 November 2009 #