KELINCI UNTUK HARI ESOK YANG LEBIH BAIK

rendah lemak, rendah kolesterol, populasi cepat, dahsyat!

Pupuk “Dahsyat” Kelinci untuk Agribisnis


fox-urine-repellent

Pupuk adalah kebutuhan mendasar bagi kelangsungan kegiatan agribisnis. Pupuk bisa jadi mahal bisa pula menjadi barang murah, bahkan mubadzir. Semua tergantung persepsi dan sikap kita terhadapnya. Bagi peternak yang tak memiliki kebutuhan akan tanaman bisa jadi sampah yang tiada bernilai. Hal ini tentu berbeda dengan para pengelola agribisnis yang setiapkali musim tanam selalu melihat pupuk sebagai barang berharga, saking berharganya bisa pula menjadi sesuatu yang ekseklusif.

Ada banyak jenis pupuk, tetapi dari sekian jenis pupuk kandang, pupuk kelinci yang terdiri dari tahi (feses) dan kencing (urine) dipadukan, ia akan menjadi pupuk handal untuk menghasilkan produksi tanaman.

Satu ekor kelinci yang berusia dua bulan lebih, atau yang beratnya sudah mencapai 1 Kg akan menghasilkan 28,0 g kotoran lunak per hari dan mengandung 3 g protein serta 0,35 g nitrogen dari bakteri atau setara 1,3 g protein. (Spreaadburi dan Yono C. Rahardjo: 1978)

Di dalam kandungan pupuk tersebut, Majalah Domestik Rabbit di Amerika Serikat tahun 1990 silam menyebutkan terdapat kandungan 2,20% Nitrogen, 87% Fosfor , 2,30% Potassium, 36 Sulfur%, 1,26% Kalsium, 40% Magnesium.

Hasil riset tiga peneliti dari Balai Penelitian Ternak (Balitnak Bogor), Sajimin, Yono C. Rahardjo dan Nurhayati D. Purwantari (2005) menyimpulkan, pupuk kandang dari kotoran kelinci berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan maupun produksi rumput P.maximum dan leguminosa S.hamata setelah 6 kali panen (umur 258 hari). Sedangkan dengan penambahan probiotik pada pupuk kelinci interaksinya telah memberikan pengaruh nyata pada tanaman pakan dan meningkatkan produksi hijauan sebesar 34,8-38,0%.

Menurut penelitian tersebut, “komposisi bahan organik C:N rasio, unsur makro dan mikro lebih tinggi pada pupuk kelinci yang ditambahkan probiotik pada waktu proses dekomposisi. Penggunaan probiotik pada pupuk kelinci untuk tanaman sayuran kentang dan kubis juga berdampak positif di mana dengan perlakukantrichoderma rata-rata produksinya lebih tinggi 16,3% (kentang) dan 5% (kubis) di banding tanaman kontrol.”

Sedangkan pada tabel berikut ini menyebutkan kandungan unsur-unsur dalam feses dan urin kelinci berbanding ternak lainnya sebagai berikut.

Jenis ternak Unsur Hara
N (%) P (%) K (%) H2O (%)
Kuda (padat) 0,55 0,30 0,40 75
Kerbau (padat) 0,60 0,30 0,34 85
Sapi (padat) 0,40 0,20 0,10 85
Domba (padat) 0,75 0,50 0,45 60
Babi (padat) 0,90 0,35 0,40 80
Ayam 0,40 0,10 0,45 97
Kelinci muda* 1,6-2,0 0,43-1,3 0,4-1,0 44,7-32,5
Kelinci dewasa** 2,72 1,1 0,5 55,3

Sumber: Trubus (1996). Klaus (1985 dalam Kartadisastra (2001); Baririh, N.R, Wafiatiningsih, I.Sulistyo, R.A. Saptati BPPT Kaltim 2005)

Djiman Santoso, jutawan kelinci dari Sleman Yogyakarta sebagaimana ditulis di Tabloid Agrina 29 Nopember 2006 lalu mengatakan, “harga pupuk kotoran kelinci mencapai Rp7.500/kg, sedangkan air kencingnya Rp5.000/liter. Seratus ekor kelinci menghasilkan 25 kg kotoran basah per hari.”

Mereka yang memahami manfaat pupuk kelinci wajar jika kemudian memilihnya sebagai pendorong produktivitas. Mu’tazim Fakkih, peternak kelinci dan penggerak pertanian Serikat Islam di Klaten misalnya, sudah bertahun-tahun memanfaatkan pupuk kelinci.

Sebagaimana diulas dalam Tabloid Kontan 29 April 2009 lalu, Tazim membuktikan pupuk dan urin kelinci membuat tanaman sayuran dan buah lebih netral dan kesegarannya lebih tahan lama.  Sayangnya, sekalipun ia memiliki ratusan ekor kelinci, pasokan untuk kegiatan agribisnisnya masih kurang.

Di Negara-negara yang sudah menerapkan proyek agribisnis atau agroindustri seperti Amerika Serikat, Kanada, Perancis, Spanyol dan lain-lain pupuk kelinci telah memainkan peranan sebagai bagian terpenting menghasilkan tanaman yang baik, termasuk sebagai cara menghasilkan uang paling hebat dalam pasar pertanian modern.

Saking potensialnya, pupuk kelinci justru mendapatkan perhatian yang serius sehingga dalam mendesain kandang harus diperhatikan. Tujuan membuat desain kandang selain untuk menghindari kemubadziran feses dan urin juga untuk tujuan memudahkan pembersihan keduanya. Selamat mencoba.

Faiz Manshur.-Penulis buku Kelinci (pemeliharaan secara ilmiah tepat dan terpadu): dan buku Ternak Uang (panduan bisnis, marketing dan pemberdayaan ternak kelinci)

About these ads

31 responses to “Pupuk “Dahsyat” Kelinci untuk Agribisnis

  1. GANTENG 4 November 2009 pukul 8:09 am

    Saya Andri di Kebumen.Saya berminat ternak kelinci pedaging dan hias.Tp saya blm punya pengetahuan sama sekali tentang ternak kelinci dan juga pemasarannya.Mohon bantuannya.Terima kasih
    atau hubungi saya di

    phone : 087837844304
    email : Abu.Dzulfiqor84@gmail.com

  2. Robit Irawan 7 November 2009 pukul 8:20 am

    Terimakasih… saya tidak menyangka jika kotoran kelinci juga bisa diuangkan. Hal ini akan mendorong saya untuk lebih mantap memulai sebagai peternak kelinci, saat ini masih dalam tahab persiapan. Bahaimana teknologi fermentasinya? mohon bantuan. Tuhan memberkati…

  3. Kabar Kelinci Indonesia 7 November 2009 pukul 12:39 pm

    @andri. Studi saja dulu. tidak usah buru-buru. Yg penting ilmunya. Byak peternak terjungkal gara2 merasa pandai, seolah2 ternak kelinci sama dengan pelihara kambing atau ayam.Pun demikian tidak sulit. Paradigma saja yang mesti bener. Belajar dari bacaan dan studi langsung ke peternak sukses sangat baik. Ada byk materi sini, silahkan dibaca telaten.

    fermentasi macam2. Yg biasa jemur saja 3-4 hari sudah cukup. Kotoran kelinci lebih cepat mengurai ketimbang kotoran sapi atau domba.

  4. tria 13 November 2009 pukul 1:17 pm

    Ternyata kotoran kelinci manfaatnya banyak ya…selama ini kalo bersih2 pagi sama sore, cuma saya bungkus plastik di bak sampah trus diangkut tukang sampah deh…btw apakah kotoran kelinci sudah dimanfaatkan di Indonesia diolah di pabrikan ya? soalnya ada pupuk organik dari PT petrokomia gresik yang namanya petroganik tu baunya ga enak (padahal udah dikemas bagus loh..)soalnya di rumah ortu jualan segala macam pupuk pertanian…

  5. arsya 24 November 2009 pukul 6:23 pm

    yoyoy emang ternak kelinci punya keunggulan disitu juga,, tapi saya rasa kalo mau membicarakan masalah pupuk nanti jatuhnya juga akan spesifik tergantung potensi daerah, back to nature. jangan tergesa-gesa memilih ternak kelinci karena alasan uang,, nyatanya jangankan untuk bisa memanfaatkan limbahnya, orang melihara aja kadang masih asal hidup dan asal sesuai dengan buku. buat ternak eitzzz…. nanti dulu, masih banyak yang harus dipelajari dan terutama seninya beternak kelinci itu sendiri.
    setuju ma pak/kang yang nulis yang panting belajar dulu…
    asalkan pengetahuan dasar dan prinsip dasar beternaknya dah kepegang insya Allah bisa mulai berusaha, mengingat pengetahuan selalu berkembang jadi ntar juga kedepannya kita belajar lagi bareng2

  6. Lies Suliestyowati 26 November 2009 pukul 6:31 am

    Apakah urine kelinci baik untuk pupuk tanaman anggrek? Mohon infonya.

  7. rina 11 Desember 2009 pukul 4:37 am

    bagaimana caranya mengubah kencing or kotoran kelinci hias menjadi pupuk????

  8. Kabar Kelinci Indonesia 11 Desember 2009 pukul 11:06 am

    kencing cukup ditampung. Setelah seminggu baru boleh disemprotkan ke tanaman. Jemur atau tidak, gak masalah.
    Kotoran juga butuh seminggu penjemuran. beda dengan kambing atau domba yg kotorannya bth berbulan2.

  9. rina 12 Desember 2009 pukul 9:00 am

    jadi kencing kelinci hanya cukup didiamkan selama satu minggu kalau lebih dari satu minggu boleh tidak?? lalu kotoran kelinci hanya cukup dijemur saja tanpa di campur bahan yang lain???

  10. Kabar Kelinci Indonesia 12 Desember 2009 pukul 9:40 am

    ya, ukuran seminggu itu fermentasi. Mau ditampung setahun juga enggak masalah, mau dua milyar tahun kata Om Tukul juga enggak masalah.
    Tanpa campuran juga oke. pakai campuran EM 4 sangat bagus.

  11. Hanif 18 Desember 2009 pukul 10:32 am

    Salam…
    Saat ini saya sdang beternak kelinci, lokasi di Baleendah-Bandung (kecil-kecilan lah kr2 ada 10 ekor)…Kbetulan kotoran & air kencingnya sdh mulai ditampung dan difermentasi dgn EM4…cuma yg bingung pemasarannya…ada informasi???…bs kontak ke no. saya 022-76974522 (Hanif)..Thx.Jzkmllh.

  12. Kabar Kelinci Indonesia 18 Desember 2009 pukul 1:03 pm

    pernah orang cilengkrang mencba dengan cara membungkusi feses kelinci dalam plastik kemasan dengan membuat brosur di dalamnya. Dikasih petunjuk pemanfaatan dan kasiat pupuk. Dijual melalui internet dan ditawarkan ke pedagang bunga yg juga sering menjual pupuk di pinggir jalan. Hasilnya? luar biasa. Tiga tempat yg dicoba hanya 1 tempat yg tidak laku. Yg lain laris, bahkan kekurangan stok. Per Kg dijual ke pedagang Rp 2500 saja. Pedagang menjual 6-7ribu. Atau gimana terserah. usahakan harga feses dijual seharga pupuk kambing/domba. dengan begitu pupuk kelinci akan lebih laris karena nilai lebihnya-dengan harga sama.

    untuk urine permintaan pasar sangat tinggi. Kemasi saja dalam botolan. Kasih label, pupuk urine kelinci. Tunjukkan kegunaan dan manfaatnya. Jual saja dengan harga per 1/2 liter Rp 4ribu ke pedagang, pedagang suruh jual 8-9 ribu. Atau terserah bagaimana harganya. Yg namanya pupuk dijual berapapun tiada ruginya.

  13. henri sitompul 18 Januari 2010 pukul 7:07 am

    di mana saya bisa mendapatkan pupuk kotoran kelinci, saya tinggal di kota padangsidmpuan, sumatera utara.

  14. Suci 22 Januari 2010 pukul 1:43 am

    Saya tinggal di Klaten, Jateng. Kami sudah ada stok banyak urine kelinci. Harga 6.000 per liter. Yang membutuhkan silahkan hub : 0813 9384 1735

  15. Indriyatno 29 Januari 2010 pukul 2:40 am

    Mohon info untuk cara pembuatan pupuk organik dari kotoran ( feses ) kelinci yang sederhana. kebetulan saya beternak kelinci yang selama ini belum memanfaatkan kotoran hewan tsb. terima kasih

  16. abdul mutholib 29 Januari 2010 pukul 3:04 am

    assalamu alaikum Wr.Wb cara meng gunakan pupuk urine kelinci ,dicampur dengan air apa nggak,disemprot apa disiram ketanahnya?terima kasih .wassalamu alaikum Wr. Wb

  17. Kabar Kelinci Indonesia 29 Januari 2010 pukul 11:04 am

    untuk melawan hama semprot batang dan daunnya. UNtuk pupuk siram ke akarnya.

  18. Kabar Kelinci Indonesia 29 Januari 2010 pukul 11:05 am

    tampung dan biarkan selama seminggu. Itu saja sudah cukup. Untuk pencampuran dengan bahan lain kami kurang menguasai. ahlinya pak mutazim fakkih.,

  19. abdul mutholib 4 Februari 2010 pukul 2:47 am

    dimana alamat bapak mutazim fakkih sebelum nya saya berterimakasih

  20. Kabar Kelinci Indonesia 4 Februari 2010 pukul 4:49 pm

    Klik pada bagian JARINGAN ITU ada alamatnya.

  21. mardi 5 Februari 2010 pukul 10:02 am

    saya mardi peternak kelinci di magelang……bagi temen2 yang membutuhkan urin+pupuk bisa hub:08179446445…….stok buanyak…..bisa kirim smpi tujuan…….MAJU TERUS PETERNAK KELINCI INDONESIA…..

  22. Mad soleh 17 Februari 2010 pukul 6:28 pm

    Saya punya kelinci (4 ekor) sudah 2 bulan, urine nya saya tampung. Sekarang (17 Februari 2010) sudah ada sekitar 20 liter. siapa yang mau bantu, silakan kontak person 021-46441370. Terima kasih.

  23. Kabar Kelinci Indonesia 17 Februari 2010 pukul 6:33 pm

    tawarkan pada pengelola anggrek. Sangat bagus untuk anggrek dan tanaman hias.

  24. Yadi 19 Februari 2010 pukul 4:28 am

    saya cari botol minum kelinci yang terdekat dari wonosobo jateng mana ya …., di Magelang apa Semarang katanya ada pet shop yang sedia tuh botol, tlg kalau ada yang tahu bisa kirim ke alamat saya. sebelumnya terima kasih banya atas infonya. Matur Suwun.

  25. Kabar Kelinci Indonesia 19 Februari 2010 pukul 5:07 pm

    coba ikut fesbuk di KKI. ada yg melayani pembelian itu.

  26. pemudanet 27 Februari 2010 pukul 6:55 am

    wah sama wong Kebumen, di Kebumen bagus nggak ya bisnis kelinci ? Soalnya kalau cuma ternah aja tapi ga bisa memasarkannya khan berat di ongkos ….

  27. setiawan 25 Maret 2010 pukul 4:50 am

    wow kerena..
    butuh kelinci banyak
    0274 6502694

  28. Idhyel 14 Juni 2010 pukul 5:21 pm

    @pemudanet: Potensi di Kebumen masih sangat bagus… di kebumen sudah ada wadahnya peternak kelinci… silahkan gabung di group FB Kebumen Rabbit Club..

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 147 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: