Pentingnya Sekolah Ternak Kelinci
Sekolah Ternak Kelinci benar-benar menjadi kebutuhan masyarakat. Begitu banyaknya peminat ternak kelinci terutama di kalangan muda, Asep Sutisna memberikan pelayanan
khusus berupa kursus magang para calon peternak di rumahnya. Pelayanan training selama ini dilakukan bukan karena keinginannya, melainkan keinginan banyak orang.
Biasanya para calon peternak yang belajar di Asep Sutisna biasanya tinggal menetap di rumahnya dan terlibat bekerja langsung di kandang selama beberapa hari. Di Jalan Raya Lembang No 119 itu para paserta yang mengikuti kursus ternak kelinci ini akan dibimbing langsung oleh Asep Sutisna.
Secara umum praktik pelatihan ternak yang biasa di lakukan Asep meliputi dua hal terpenting, 1) budidaya ternak kelinci secara tepat mengikuti kaidah-kaidah ternak kelinci domestik. 2) Manajemen kandang modern. 3) pembuatan pakan melalui bahan-bahan di sekitar lingkungan.
Asep sendiri menyadari sebenarnya wilayah pembahasan kelinci tidak sekedar ketiga hal itu, melainkan juga terkait dengan mutu Sumber Daya Manusia, Manajemen Ternak dan Masyarakat, Peningkatan Gizi dan nilai Ekonomi, sistem pemasaran modern sesuai target ternak dan lain-lain sebagainya.
Tetapi niatan itu sampai kini belum terealisasi, padahal permintaan pelatihan dari hari ke hari semakin banyak. Peminatnya bukan hanya saja dari Jawa Barat, melainkan dari Sumatera, Bali, Kalimantan dan lain sebagainya. Terkadang mereka yang dari Malaysia dan Arab Saudi pun menyempatkan menimba ilmu dari Asep Sutisna.
Saat penulis bertemu Sdr Asep Sutisna bersama Bapak Mamur Suriaatmadja 29 Maret 2009 lalu di rumahnya, sekolah ternak kelinci memang sudah selayaknya digagas secara lebih serius. Materi-materi harus lebih banyak dan praktis, termasuk menyertakan materi di luar ternak yang berkait erat dengan dunia kelinci.
Kepada Kang Asep dan Pak Mamur penulis menyampaikan, kalau di Cina ada Ren Xuping
yang mampu mendirikan sekolah khusus untuk kelinci, maka selayaknya sekolah Asep Rabbit Project ini segera dikembangkan lebih serius dan terpadu. Kalau cara beternaknya sendiri sudah bisa dilakukan secara modern, kenapa sekolahnya tidak?
Mendengar usulan tersebut Kang Asep mengeryitkan dahi. Agaknya ide yang saya lontarkan itu terlalu muluk-muluk. Maka penulis dengan serta merta memberikan catatan, bahwa tidak semua harus dilakukan oleh Pak Asep. Dalam beberapa urusan lain kita harus membuka diri terhadap sumber daya handal lain untuk terlibat.
Dan kita bisa memerankan Pak Mamur, sang Guru Besar Kelinci ini untuk terjun kembali memberdayakan masyarakat dengan ilmu ternaknya yang telah menjadi rujukan peternakan di berbagai penjuru dunia itu. Katakanlah Pak Mamur bisa mengajarkan budidaya ternak kecil dengan teori “Pabrik Daging Mini” ternaknya.
Sedangkan untuk pengembangan ternak kelinci terkait dengan agribisnis kita bisa memanfaatkan jagoan kelinci dari Klaten, bapak Mutazim Fakkih yang memang memiliki kompetensi pada bidang tersebut. Sedangkan Kang Asep Sutisna bisa memegang peranan penting dalam proses pendidikan ternak mulai dari A sampai Z. Kemudian untuk bidang lain di luar peternakan, seperti pengolahan pasca panen, pemasaran modern dan pengembangan mutu SDM kita bisa melibatkan trainer lain yang memang berkompeten dengan bidang masing-masing.
Saya katakan kepada keduanya, bahwa amat disayangkan kalau ilmu Pak mamur tidak diaplikasikan lagi manakala saat ini peternakan kelinci sudah semakin berkembang. Pak Mamur setuju walaupun dengan catatan agar yang muda-muda lebih banyak berperan.
Sementara Kang Asep sendiri menyambut baik jika ide-ide baru seperti ini bisa digerakkan. Sebagai orang yang terbuka terhadap segala hal Asep memang sudah lama memimpikan kemajuan peternakan kelinci rakyat. Ia sendiri sudah membuktikan bahwa peternakan kelinci rakyat telah banyak memajukan kehidupan ekonomi masyarakat di sekitar Lembang.
Penulis membayangkan bagaimana sebuah sekolahan ternak ini memang sangat penting untuk segera dioperasikan guna melayani banyak orang di seluruh Indonesia. Dari hasil riset perbandingan melalui internet, penulis menyimpulkan bahwa saat ini Indonesia membutuhkan sekolah ternak kelinci yang meliputi.
1. Budidaya ternak kelinci domestik secara ilmiah, tepat dan terpadu.
2. Manajemen pengelolaan ternak yang meliputi perkandangan rumah baik skala kecil, menengah maupun besar.
3. Manajemen ternak secara baik di tengah lingkungan masyarakat yang belum akrab dengan pemeliharaan kelinci domestik.
4. Pengembangan kepribadian terkait dengan tanggungjawab manusia dalam memperlakukan hewan piaraan secara manusiawi.
5. Pengembangan sumberdaya manusia dalam proses produksi yang meliputi etos kerja, kemandirian, kesabaran, ketekunan dan memiliki pandangan hidup yang baik.
6. Pemahaman industrialisasi kelinci terkait dengan sistem agribisnis dan agroindustri
7. Peningkatan Sumber Daya Manusia berkaitan dengan pemahaman tentang gizi berkualitas dari ternak kelinci.
8. Peningkatan wawasan manfaat daging, kotoran, bulu/kulit dan manfaat sosial lainnya.
9. Peningkatan wawasan ekonomi home industri melalui ternak kelinci.
10. pemasaran secara murah, tepat dan mudah kepada masyarakat desa.
11. Pencitraan peternakan kelinci sebagai ternak garda depan yang mampu memberdayakan kehidupan para peternak.
(Faiz Manshur)
Wah… diem-diem kelinci telah menjadi bisnis yang menggiurkan. Ayo… kita belajar ternak kelinci.
i like rabbit. funny, cute….but i don’t have a plan to have a pet like rabbit. bisa di musuhi my mom. tapi nih nggak suka, bahkan benciiiii sama sekali dengan resto/warung dengan tulisan JUAL SATE KELINCI. hate it. kenapa binatang begitu lucu harus dimakan??
alamat and tempat kursusnya dimana bos?
wah kelinci disamping enak dagingnya –kta teman saya– ternyata banyak juga manfa’atnya…
terimakasih untuk tangan terbukanya kang asef ketika saya datang, bertanya banyak hal tentang kelinci.Mas Faiz saya sudah baca bukunya… lugas,lengkap dengan kalimat yang mudah di fahami dan yang penting, menjawab hampir semua pertanyaan praksis saya sebagai pemula ( br coba 60 ekor )Mas Faiz kapan ada waktu ke Sukabumi ? saya tunggu …..
Saya pingin lihat peternakan kelinci di klaten. Dimana alamat komplitnya? Ada yg bisa bantu? Trima kasih
Apakah ada peternakan kelinci di seputaran klaten? Ada yang bisa bantu? Patih76@yahoo.co.id Terima kasih.
pak mu’tazim fakih dari klaten karanganom terkenal punya kelinci banyak. Di buku kelinci itu beliau menulis kata pengantarnya,.
Saya tertarik buat budidaya kelinci neh pak..kalo boleh..saya minta alamat lengkap atau emailnya pak fakih donk pak..kbetulan saya jg stay diklaten..terima kasih sbelumnya..
mohon infonya pak,untuk di daerah kebumen,atau yg terdekat dari kebumen,untuk memperoleh kelinci yg bagus ada ga yapak? saya pengin mulai berternak,laginyari indukanya tapi bungung di mana? sebelumnya makasih
saya mau tanya kepada bapak/ibu yg punya ternak kelinci:
1.bagaimana ciri-cirinya kelinci melahirkan dan berapa
minggu/bulan???
2.bagaimana caranya menggunakan makanan kelinci(pelet
makanan untuk kelinci)
3.mohon dibalas di email saya:
KRISNA.SETYAWAN@YAHOO.CO.ID
THANK YOU AND SUKSES SELALU
maaf pa kalo untuk mendapatkan bibit kelinci pedaging dan hias untuk di daerah cianjur-jawa barat dimana ya? mungkin bapak punya infonya. sekalian minta alamat e-mailnya bapak! matur nuwun…..
klo blh tau dmna y sy bisa mndapat kan kelinci bwt mjdi induk,dan ciri2 y yg bagus dan sehat. dan klo untuk kelinci hias bagus ga untuk d ternak.
oh y sy tinggal d jakarta. tp sy blum mempunyai link . budidaya kelinci d jakarta.
Afwan.. Terus terang saya lagi mecoba beternak kelinci, tapi saya bingung dengan indukan yang produktif. Ciri ciri fisik seperti apa ya?
mas, boleh minta nomor kontaknya Pak Mamur? Beliau menetap di mana, ya? saya ingin wawancara dengan beliau untuk memenuhi tugas saya. terimakasih banyak
aku mau beli kelinci pa ja hub 081227051090
mo jual kelinci hub aku.
aku udah coba beberapa kali memelihara kelinci tapi selalu mati, jadi kasihan.
hidup kelinci ndonesia.,.,.,
kelinci memiliki potensi yg luar biasa.,.,,
majukan indonesia dengan peternak.,.,.,
tertarik banget..apapun jenis bisnisnya yg penting menghasilkan uang tentunya untuk menyambung hidup… krn wiraswasta amat lebih menjanjikan dan bisa mengembangkan diri…
jika ada yg punya ide2 bagus but bisnis bisa sharing di FACEBOOK saya… di AGUS STYAAT …sy tunggu..salam kenal
wah pingin juga sekolah ternak kelinci, dibutuhkan berapa hari ya ? Soalnya khan masih “nguli” jadi bisanya ya ambil cuti nih ….
luar biasa! alamatnya mnta y?
alamatnya apa tolong kirim fb aku donk ni alamatnya raflimajor@yahoo.com itu alamatnya kirim ya aku punya kelinci 2 besar sekali aku ingin merawatnya bulunya biar halus di trans pernah ada sekolah kelinci tp alamatnya gak ada kalo ad yang tau kirim pesan ja ya… Assalamualaikum