Cerita tentang kelinci

26 Juli 2007 at 4:54 pm | In Tidak terkategori | 2 Comments

 

   Tampang Tak Berdosa Reza

   

 

 

Siapa mampu menahan kagum bila melihat reza? Wajah reza tanpa dosa. Sepintas ia tampak berbulu keriting. Coba ketika nyala senter diarahkan ke tubuhnya: mengkilap betul. Belailah dari ujung kepala hingga ekor, terasa lembutnya bagai beludru. Jika berpenampilan begitu, boleh jadi Steven Lukefahr, ahli genetika dari Amerika Serikat, pun terpesona. Reza seekor kelinci hasil hubungan pejantan rex dan betina satin.

Yang berjasa menjadi penghulu atas perkawinan dua sejoli itu adalah Dr Ir Yono C Raharjo, MSc, periset Balai Penelitian Ternak (Balitnak), Bogor. Ahli pemulia itu menyilangkan rex-satin sejak 1998. Bulu lembut dan mengkilap warisan sang ibu, satin. Sedangkan rex mewarisi bulu keriting. Yono menuturkan reza penghasil fur alias kulit bulu yang molek dan bernilai jual tinggi sehingga berpotensi ekspor. ‘Kualitas fisik dan kulit sempurna. Panjang bulu seragam. Warna bulu mengkilap,’ ujar alumnus Ilmu Peternakan Oregon State University Amerika Serikat itu.

Melihat sosoknya, Jajang, peternak di Cipanas, Cianjur, menuturkan reza sangat istimewa karena bulunya berbeda dengan jenis lain. Bulu reza tidak mudah rontok. ‘Kalaupun lepas, paling hanya terputus di bagian tengah bulu,’ tuturnya. Panjang bulu reza mencapai 1-1,27 cm.

Keistimewaan lain, tubuhnya proporsional. Bobot mencapai 2,7 kg. Bagian belakang membulat, kaki belakang kuat, dan berisi. Selain itu ia bertulang solid, kepala lebar, dan telinga berdiri tegak. Hingga saat ini, reza memang belum menyebar lantaran Oryctologus cuniculus itu populasinya terbatas. ‘Di dunia hanya Balitnak yang punya,’ kata Yono.

Menurut Gusti Merdeka Putra, SE, peternak di Baranangsiang, Bogor, sosok reza itu sulit didapat. Jumlah anakan dari beberapa perkawinan paling pol 5 ekor, rata-rata 2-3 ekor. Padahal, seekor kelinci idealnya melahirkan 6-9 ekor.

Hal senada diamini Ir Bram Brahmantiyo, MSi, periset Balitnak Bogor, ‘Reza masih langka karena risiko kematiannya tinggi.’ Itu lantaran pengaruh gen homozygoot resesif antara induk rex dan satin. Setelah 2 kali perkawinan baru menghasilkan reza sebanyak 5%. ‘Sebab itu Balitnak terus meriset agar reza bisa stabil,’ tambah alumnus Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor itu. Selain reza, beberapa kelinci hias baru didatangkan dari mancanegara.

Dwarf lop

Kelinci hias asal Belanda itu hasil silangan lop perancis dengan dwarf. Telinga cokelat kekuning-kuningan terkulai. Corak warna hitam menyelimuti bagian sisi kuping. Sedangkan warna bercak putih tersebar di bawah tubuh, kaki, dan sudut mata. Kelinci berbobot 1,5-1,8 kg itu ramping dan lincah.

English dwarf angora

Pendatang baru asal Inggris itu termasuk tipe sedang berbulu panjang. Bobot tubuh 1,5 kg. Yang unik si katai sebutan lain itu berjambul. Bulu lebat di ujung telinga menutupi mata. ‘Sepintas seperti anak kucing,’ ujar Gusti. Keistimewaan lain, seluruh tubuh diselimuti bulu putih halus, tebal, dan kuat sehingga bila disisir terurai rapi. Biasanya bulu kelinci itu digunakan untuk bahan wol. Kelinci berumur 5-7 bulan itu lebih cocok dipelihara di daerah beriklim dingin.

Netherland dwarf colour

Namanya menyiratkan sosok kerdil. Kelinci terkecil di dunia itu berbobot 8 ons-1 kg. Penampilannya semakin istimewa karena telinga pendek berdiri tegak dengan kepala bulat. Yang mencolok warna bulu seputih salju dengan mata merah. Jika diperhatikan bulu putih menutupi seluruh tubuh, kecuali telinga dan kaki bercorak hitam kecokelatan. Sedangkan seputar mata tampak bak bulatan matahari memancarkan cahaya. ‘Banyak yang menyukainya karena matanya ngejreng,’ ujar Gusti.

English spot giant

Postur tubuh besar dan kekar. Bulu indah dengan paduan putih dan hitam. Corak hitam tersebar di bagian hidung, sudut mata, dan telinga. Jenis yang sebetulnya cocok untuk pedaging itu sulit diperoleh dengan ciri sejenis. ‘Keturunannya hanya 50% karena genetik dari english spot ini bersifat heterozigot atau satwa yang dibentuk oleh gen berbeda,’ ujar Yono. Kelinci berbobot 6-7 kg itu sangat manja dan selalu berusaha meloncat-loncat minta dielus.

Newzealand white

Newzealand white tampil sangat menawan. Bulu kelinci albino itu tanpa pigmen, sehingga seluruh tubuh bercorak putih mulus. Terasa tebal bila diraba. Telinga tegak nyaris tidak berbulu dengan moncong sedang. Mata terlihat merah menyala. Kaki pendek. Tulang tubuhnya ringan. Kelinci liar yang berasal dari Selandia Baru itu bersifat aktif. ‘Lebih banyak bergerak, apalagi jika diajak bermain di taman,’ ujar Jajang. (Hermansyah) sumber trubus online, 10 april 2007

 

& Komentar »

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

  1. saya mo nanya tentang makanan dasar n kebutuhan makan kelinci untuk membantu pertumbuhan n perkembang biakannya…..???spt :
    1. kebutuhan proteinnya brp?
    2. kebutuhan air nya brp?
    3. kebutuhan serat nya brp?

    thx… info nya

  2. Duh…trima kasih banyak atas info2 dari blog ini, banyak info yg bermanfaat bagi saya yg pemula ternak kelinci ini,
    Oya saya masih dalam tahap coba2, baru mempunyai 2 ekor kelinci betina dan 1 ekor jantan, kebetulan kedua kelinci betina lagi hamil tua…:)
    Mungkin ada peternak yg sedia bibit di area jawa timur? karena dalam waktu tidaklama lagi saya ingin memperbesar usaha ternak saya,
    trims SUKSES SELALU


Tinggalkan komentar

XHTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.