Arsip
Kategori
- Aturan Main
- Bayi Kelinci dan Tikus
- Berguru Ke China & Vietnam
- Buku Ternak & Pemasaran Kelinci
- cerita
- ciri-ciri kelinci hamil
- Dasar Wirausaha kelinci
- Facebook KKI
- Festival Kelinci 2009 1
- Festival Kelinci 2009 2
- Gagasan ternak uang
- gambar
- gizi kelinci
- Induk Kelinci Kanibal?
- Induk Tidak Mau menyusui?
- isi buku kelinci
- Kabar
- kandang kelinci
- Kelinci dan Globalisasi
- kelinci kembung
- Kelinci pilek & Sesak Nafas
- kelinci pilek & tengeng
- Keluarga Mandiri Kelinci
- Kenapa Kelinci Mati
- Kiat Sukses Budidaya Kelinci
- Konsentrat kelinci
- Kontes Kelinci Tasik 2009
- langkah awal budidaya kelinci
- link
- manfaat pupuk kelinci
- Mengapa Induk Mati Mendadak?
- Mengapa Perlu Buku Kelinci?
- mengawinkan kelinci
- Menjawab Masalah Kelinci
- Metode Tanya Penyakit kelinci
- Mitos dan Fakta dalam Kelinci
- Obat Lidah Buaya
- obat mata kelinci
- Orang Kota Membantai Kelinci
- pakan kelinci
- Pakan Tradisional Kelinci
- Pasar Hias Vs Daging
- Pelatihan Kelinci klaten
- pelatihan ternak
- pemasaran kelinci
- pengetahuan
- Penyakit Musim Penghujan
- Perawatan & pengobatan kelinci
- Perhatian Sebelum Memelihara
- Perlukah Kelinci Minum
- peternakan
- Petshop dan Penjual Kelinci
- Politisi dan Kelinci
- PUISI
- Rasa Daging Kelinci
- rumput kelinci
- Saat rumput tidak ada
- Tanya Jawab Menyusui
- Teknik Budidaya Kelinci
- Teknik Pemasaran kelinci
- Tempat Pelatihan Ternak
- Ternak Kelinci dan Buku Panduan
- ternak uang
- Tidak terkategori
- Tinja Lunak Bergizi
- Tips Memelihara Kelinci
- Tips Memelihara Kelinci Untuk Pemula
- Untuk pemelihara Pemula
- Wawancara Buku Kelinci
- Yang Perlu dipahami Pemula
Tulisan Teratas
Tulisan Terkini
Jaringan
- ALAMAT PEMELIHARA KELINCI
- Buku Panduan Lengkap Kelinci Trilogi kelinci sebagai panduan lengkap ternak kelinci Anda.
- Faiz Manshur
- fasilitas promo gratis online
- Jual Pakan Padat Kelinci
- Kabar Kelinci Indonesia
- kelinci afrika
- Kelinci Asep Lembang peternakan kelinci lembang bandung
- Kelinci Balikpapan
- Kelinci Boyolali
- Kelinci Cibubur
- Kelinci Ciwidey
- Kelinci Depok
- Kelinci Gowa
- Kelinci Kebumen
- Kelinci Kediri
- Kelinci Mojokerto
- Kelinci Palembang Punya Kelinci
- Kelinci Parongpong
- Kelinci Pasuruan
- Kelinci Prima Yogya
- Kelinci Purbalingga pemberdayaan ternak kelinci purbalingga
- Kelinci Samarinda
- Kelinci Sidoarjo
- Kelinci Sragen
- Kelinci Subang
- Kelinci TasiaRabbit Yogya
- Kelinci Tasimalaya
- Kiat Pelihara Kelinci
- Kontes Kelinci Tasikmalaya 2009 (1)
- Organisasi Kelinci Prestasi
- Penerbit Buku Kelinci panduan budiaya kelinci secara tepat
- Pesantren Agribisnis Al-Ittifaq
- Saung Kelinci
- Situs Kelinci Haiti
- Sukses Budidaya Kelinci
- Tabos Rabbit
- Tani Bergerak
- Tips Sukses Agribisnis buku perjuangan agribisnis
ORGANISASI KELINCI
- Buku Panduan Lengkap Kelinci Trilogi kelinci sebagai panduan lengkap ternak kelinci Anda.
- Organisasi Kelinci Prestasi
Top Rated
Blog Stats
- 1,129,418 hits
| S | S | R | K | J | S | M |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Des | ||||||
| 1 | ||||||
| 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 |
| 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 |
| 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 |
| 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 |
| 30 | 31 | |||||
Klik tertinggi
Galeri KKI
|


















































Krisis global menciptakan pengangguran baru. Lapangan kerja yang cupet membuat nafas hidup jutaan rakyat megap-megap. Tekanan demi tekanan ekonomi di negeri ini seolah-olah tak akan pernah berujung. Bagaimana kita melangkah menuju kehidupan ekonomi yang lebih baik? 







Ada
Kurun waktu tiga tahun terakhir ini pembicaraan pemeliharaan kelinci, baik peternakan maupun hobies semakin meningkat. Peranan media rupanya mampu menarik perhatian masyarakat terhadap kelinci, makhluk unik yang memiliki kelebihan di banding hewan ternak lain itu.
Rumah sederhana dengan pekarangan luas. Hidup merdeka tanpa terus diperintah majikan dan aturan kerja kantoran. Tentu saja dengan tetap memiliki hasil finansial yang memadai. Gairah kembali menikmati alam di rumah dengan pekarangan sudah menggeliat. Ini adalah idaman banyak orang kota sekarang ini. Mereka sudah sadar bahwa ternyata tinggal di perumahan dengan area sempit membuat hidupnya terjepit, persis seperti kawanan ternak. Pagi bangun langsung pergi melayani majikan di kantor. Pulang sore dengan hasil capek. Berapapun gaji tak mencukupi kehidupannya, apalagi mencukupi sekian impian hidupnya sebagai orang kaya.
Dalam suatu analisis usaha sederhana, untuk pemeliharaan 100 induk dan 10 pejantan, dibutuhkan biaya modal sebesar Rp. 59,3 juta (induk lokal)–Rp. 155,975 juta (induk impor), biaya operasional sebesar Rp. 46,687 juta untuk produksi 3 LS (litter Size) sampai umur potong (6 bulan pemeliharaan) dan pendapatan kotor sebesar Rp 110.234 juta, pada tingkat harga kulit-bulu US $ 1 (10%), $ 3 (10%), $6 (30%) dan $ 9 (50%) dan harga karkas Rp 20.000 per kg. Dengan kata lain, potensi keuntungan yang mungkin diperoleh adalah >130%. (Makalah Prospek, Peluang dan Tantangan Agribisnis Ternak Kelinci Balitnak 2005 -Yono C Rahardjo)
Standar pakan kelinci domestik biasanya mengacu rumus efektif sebagai berikut.
Puluhan email berupa pertanyaan tentang memelihara kelinci terus muncul sepanjang tahun. Biasanya soal kematian, kehamilan, induk yang tak mau menyusui. Mayoritas penannya adalah pemelihara kelinci baru yang tdk membekali diri dengan ilmu pemeliharaan kelinci.
ADA DUA tempat peternakan di Indonesia yang secara khusus menyediakan traning bagi para calon peternak. Pada dua “sekolah” ini sama-sama memiliki sifat mengutamakan pelayanan. Terdapat perbedaan dalam standar biaya, tetapi kalau kita perhatikan masing-masing sama-sama hanya memberikan tarif sangat murah. 

Kalau ada yang unik dari pelatihan ternak kelinci di Hotel Galuh Prambanan 17-18 Oktober 2009 lalu, maka sosok Effendy Choirie-lah wujudnya. Anggota DPR-RI Fraksi Kebangkitan Bangsa itu tidak hanya mengikuti acara pelatihan secara seremonial, melainkan terlibat berdiskusi dan ikut pelatihan dari awal sampai tuntas. Saking seriusnya, politisi NU berusia 46 tahun itu mengajak beberapa teman-teman Anggota DPRD dari Gresik dan Lamongan untuk terlibat serius pelatihan ternak kelinci. Mengapa Gus Coy, panggilan akrab politisi ini sedemikian serius mengikuti pelatihan ternak kelinci? Berikut petikan wawancara Redaksi Kabar Kelinci Indonesia, Iqbal Al-Ghifari, dengan politisi PKB dari Dapil X (Lamongan-Gresik) itu.
Salahsatu perbincangan informal di acara pelatihan ternak kelinci klaten adalah membuat Media Cetak Khusus Kelinci. Beberapa tujuannya antara lain: 1) untuk transfer ilmu pengetahuan. 2) saling menjalin relasi antar peternak/penghobi kelinci, 3) saling tukar informasi jual beli dan kreativitas dalam wirausaha kelinci. 4) dan kebutuhan lain.
Bulan oktober-november-desember seringkali kita mendengar banyak kelinci mati, bukan hanya kelinci anakan tetapi juga indukan? Mengapa? Apakah karena hujan?. Jawabannya hujan bukan penyebab, toh kelinci tidak kehujanan. Tetapi bahwa efek dari hujan pada rumput atau situasi kandang lembab basah seringkali menimbulkan penyakit, terutama penyakit dari Protozoa eimeria. Bahkan kelinci dewasa yang kebetulan daya tubuhnya kurang kuat ikut-ikutan terkena dampaknya. Bagaimana kita mengatasinya? Bukan obat yang kita cari, melainkan beberapa solusi berikut ini: 


Banyak peluang usaha yang berserakan di sekitar kita. Cerita tentang limbah jadi harta melimpah sudah banyak kita dengar. Tetapi dari sekian banyak potensi itu tulisan ini akan bicara tentang potensi luar biasa dari kelinci. 
Majalah Trobos: 01 August 2009
ualannya. Sedangkan orang cerdas akan berkata “inilah lahan usaha baru yang menantang karena belum banyak orang menggarapnya sehingga kita tidak perlu repot bersaing dengan kompetitor.” Orang yang tak mau maju bilang, pasar kelinci sangat sulit. Karena itu kita tidak layak ternak dalam jumlah banyak. Orang yang berpikir maju berkata, pasar kelinci justru mudah karena bisa dijual di kandang, tak perlu repot-repot membuka pasar. 


Festival Kelinci Nasional Bandung Barat dilaksanakan 13 Juli 2009. Ribuan pengunjung memadati area Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sejak jam 07:00 sampai sore. Sedianya acara Kontes Kelinci akan diusahakan selesai pada jam 15:00, tetapi karena pesertanya membludak, acara baru selesai pukul 09:00 malam. Luar biasa. Usaha dan kerja keras panitia dari paguyuban peternak kelinci Bandung di bawah komando Asep Sutisna akhirnya membuahkan hasil yang gemilang. “Antusiasme masyarakat ternyata sangat besar. Saya tidak menyangka bisa demikian, ” Ujar Mamur Suriaatmadja, Promotor Nasional Kelinci era 1980an. Dari jumlah peserta pemilik kelinci yang mencapai 100 orang, terdapat lebih 600 ekor kelinci dari beragam jenis yang diikutkan Festival. Setiap peserta (kelinci) hanya dikenai biaya pendaftaran Rp 25.000. Akibatnya banyak peserta yang membawa empat, enam, bahkan ada yang mengikutkan sembilan ekor kelinci,” Ujar salahsatu panitia di meja registrasi. “Kita kurang persiapan karena acara ini bukan murni dari paguyuban, melainkan diajak kerjasama oleh BBPP. Persiapan hanya dua minggu. Coba kalau dua bulan sebelumnya,” komentar Asep Sutisna. Sekalipun sukses besar dari acara tersebut sebenarnya Asep kurang puas karena banyak sarana yang kurang dipersiapkan, seperti dokumentasi kepanitiaan dan konferensi pers. Namun demikian Asep berterimakasih kepada semua pihak yang telah meluangkan waktu di hari senin sepanjang hari dari pagi hingga larut malam untuk kelangsungan kesuksesan tersebut. (Ganjar)



























Detik.com/Bandung - Tak terasa perjalanan penulis menjadi peternak kelinci di Lembang memasuki usia 19 tahun. Hari demi hari berjalan. Orang-orang dari luar Lembang yang tertarik pada ternak kelinci, seringkali terkagum-kagum dengan banyaknya peternak kelinci di Lembang. Ini sesuatu yang membanggakan karena ternyata Kelinci Lembang memberikan banyak inspirasi usaha bagi masyarakat luas, bahkan sampai ke luar negeri. 
Buat para pecinta kelinci se-Malang Raya, sebentar lagi akan diadakan kontes kelinci se-Malang Raya. Buat para pecinta kelinci yang tinggal di sekitar Malang Raya diharapkan ikut serta memeriahkan ‘hajatan’ ini. Menang atau kalah adalah nomor ke-sekian, yang penting bagaimana kita bisa memeriahkan dunia perkelincian di Jawa Timur pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Untuk yang sekedar ingin menonton disediakan tiket dengan harga Rp. 10.000,-/orang. Kapan lagi kita bisa masuk ke Agro dengan harga semurah itu? Apalagi tiket itu juga sudah termasuk untuk masuk ke kebun petik. Ayo
kosongkan jadwal anda, dan saksikanlah kontes ini. Tiket dapat dipesan di Tabos Rabbit.
KONTAN: JAKARTA. Selain menjadi hewan peliharaan, kelinci ternyata juga enak untuk dijadikan santapan sehat. Protein hewani dan nilai gizi kelinci jauh lebih sehat ketimbang daging lainnya. Karena, kandungan kolesterolnya di bawah 5%. Tak heran, sajian daging kelinci merupakan menu yang laris diburu. Permintaan akan daging kelinci pun kian meningkat. Peluang ini tak lepas dari pengamatan Guntur Hermawan, pemilik peternakan kelinci Taman kelinci di Ciwidei, Bandung.
Kelinci belum banyak dikembangkan di Indonesia meskipun jenis ternak ini berpotensi besar dalam peningkatan mutu gizi masyarakat. Sementara pemerintah juga masih kurang serius menggarap usaha ternak ini. Padahal usaha ternak kelinci bisa membantu meningkatkan pendapatan masyarakat dan bahkan bisa jadi solusi mengatasi pengangguran. Lihat saja Vietnam dan China. Kedua negara tersebut cukup sukses mengembangkan kelinci. Untuk itu, demi pengembangan usaha si kuping panjang ini di tanah air, tak ada salahnya berguru kepada mereka. Berikut ulasannya. 



Selama ini Asep Rabbit Project, peternakan kelinci milik Asep Sutisna di Jalan Lembang no 119 Lembang Bandung seringkali kedatangan para calon peternak yang belajar secara praktis. Niatan para siswa itu sederhana, yakni belajar langsung beternak kelinci, terutama dalam hal perawatan keseharian kelinci, manajemen kandang, pengelolaan pakan dan tambahan-tambahan lain seperti pemasaran. 
Setiap makhluk hidup butuh air minum. Air minum itu selain penghilang haus juga sebagai pemasok cairan tubuh yang memang membutuhkan. Bahkan tubuh makhluk hidup seperti manusia dan hewan itu 70 persen lebih terdiri dari air minum. Maka kelinci jelas sangat butuh air minum.
Akhir-akhir ini kita mengenal beberapa buku tentang ternak kelinci.Pada lima tahun terakhir ini beberapa buku ternak kelinci yang beredar adalah Kelinci Hias dan Potong (B Sarwono), Kelinci Hias (Rudi Hustamin) dan Kelinci Hias (Gusti Merdeka Putra) serta buku baru Kelinci: pemeliharaan secara ilmiah, tepat dan terpadu (Faiz Manshur). Tetapi tahukah anda bahwa pada era 1970an dan era 1980an sudah beredar buku-buku ternak kelinci?


Jenis kelinci impor pedaging seperti New Zeland, Flemish Giant dan English Spot sangat dibutuhkan para peternak. Cukup dengan promosi ke beberapa peternak saja dipastikan laku keras.


