Kelinci dan Globalisasi
November 10, 2009 at 9:20 am | In pengetahuan | 1 CommentTags: budidaya kelinci, entrepreneur agribisnis, globalisasi kelinci, ternak kelinci, wirausaha
Krisis global menciptakan pengangguran baru. Lapangan kerja yang cupet membuat nafas hidup jutaan rakyat megap-megap. Tekanan demi tekanan ekonomi di negeri ini seolah-olah tak akan pernah berujung. Bagaimana kita melangkah menuju kehidupan ekonomi yang lebih baik? Continue reading Kelinci dan Globalisasi…
Ternak Uang, Ya Ternak Kelinci
November 7, 2009 at 1:42 am | In cerita | 5 CommentsTags: budidaya kelinci, ternak uang, wirausaha kelinci
Dalam suatu analisis usaha sederhana, untuk pemeliharaan 100 induk dan 10 pejantan, dibutuhkan biaya modal sebesar Rp. 59,3 juta (induk lokal)–Rp. 155,975 juta (induk impor), biaya operasional sebesar Rp. 46,687 juta untuk produksi 3 LS (litter Size) sampai umur potong (6 bulan pemeliharaan) dan pendapatan kotor sebesar Rp 110.234 juta, pada tingkat harga kulit-bulu US $ 1 (10%), $ 3 (10%), $6 (30%) dan $ 9 (50%) dan harga karkas Rp 20.000 per kg. Dengan kata lain, potensi keuntungan yang mungkin diperoleh adalah >130%. (Makalah Prospek, Peluang dan Tantangan Agribisnis Ternak Kelinci Balitnak 2005 -Yono C Rahardjo) Continue reading Ternak Uang, Ya Ternak Kelinci…
Saat rumput atau pakan padat tidak ada
November 6, 2009 at 2:09 pm | In pengetahuan | 1 CommentTags: pakan ternak, pelet kelinci, rumput, rumput kelinci
Standar pakan kelinci domestik biasanya mengacu rumus efektif sebagai berikut.
Pagi sebelum jam 09:00 pakan padat salahsatu diantara tiga hal ini bekatul/dedak, ampastahu, atau pelet. Sore lepas jam 17:00 pakan serat, yakni rumput. (Tambahan sayur atau wortel bisa diberikan pada siang hari atau malam jam 22:00). Tetapi dalam praktiknya tidak semulus itu diterapkan. Sesekali seringkali pasti terkendala oleh ketidaan pasokan baik rumput atau pakan padat manakala tidak didapat. Continue reading Saat rumput atau pakan padat tidak ada…
Pupuk “Dahsyat” Kelinci untuk Agribisnis
Oktober 29, 2009 at 5:46 pm | In pengetahuan | 3 CommentsTags: manfaat pupuk kelinci, pupuk anggrek, pupuk berkualitas, pupuk nusery, pu[uk organik

Pupuk adalah kebutuhan mendasar bagi kelangsungan kegiatan agribisnis. Pupuk bisa jadi mahal bisa pula menjadi barang murah, bahkan mubadzir. Semua tergantung persepsi dan sikap kita terhadapnya. Bagi peternak yang tak memiliki kebutuhan akan tanaman bisa jadi sampah yang tiada bernilai. Hal ini tentu berbeda dengan para pengelola agribisnis yang setiapkali musim tanam selalu melihat pupuk sebagai barang berharga, saking berharganya bisa pula menjadi sesuatu yang ekseklusif. Continue reading Pupuk “Dahsyat” Kelinci untuk Agribisnis…
Politisipun Gemar Kelinci
Oktober 27, 2009 at 6:13 am | In cerita | Leave a CommentTags: effendy choiri, kelinci, pemberdayaan kelinci
Effendy Choirie Memilih Kelinci
Kalau ada yang unik dari pelatihan ternak kelinci di Hotel Galuh Prambanan 17-18 Oktober 2009 lalu, maka sosok Effendy Choirie-lah wujudnya. Anggota DPR-RI Fraksi Kebangkitan Bangsa itu tidak hanya mengikuti acara pelatihan secara seremonial, melainkan terlibat berdiskusi dan ikut pelatihan dari awal sampai tuntas. Saking seriusnya, politisi NU berusia 46 tahun itu mengajak beberapa teman-teman Anggota DPRD dari Gresik dan Lamongan untuk terlibat serius pelatihan ternak kelinci. Mengapa Gus Coy, panggilan akrab politisi ini sedemikian serius mengikuti pelatihan ternak kelinci? Berikut petikan wawancara Redaksi Kabar Kelinci Indonesia, Iqbal Al-Ghifari, dengan politisi PKB dari Dapil X (Lamongan-Gresik) itu. Continue reading Politisipun Gemar Kelinci…
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.
Ada
Rumah sederhana dengan pekarangan luas. Hidup merdeka tanpa terus diperintah majikan dan aturan kerja kantoran. Tentu saja dengan tetap memiliki hasil finansial yang memadai. Gairah kembali menikmati alam di rumah dengan pekarangan sudah menggeliat. Ini adalah idaman banyak orang kota sekarang ini. Mereka sudah sadar bahwa ternyata tinggal di perumahan dengan area sempit membuat hidupnya terjepit, persis seperti kawanan ternak. Pagi bangun langsung pergi melayani majikan di kantor. Pulang sore dengan hasil capek. Berapapun gaji tak mencukupi kehidupannya, apalagi mencukupi sekian impian hidupnya sebagai orang kaya.
Puluhan email berupa pertanyaan tentang memelihara kelinci terus muncul sepanjang tahun. Biasanya soal kematian, kehamilan, induk yang tak mau menyusui. Mayoritas penannya adalah pemelihara kelinci baru yang tdk membekali diri dengan ilmu pemeliharaan kelinci.
ADA DUA tempat peternakan di Indonesia yang secara khusus menyediakan traning bagi para calon peternak. Pada dua “sekolah” ini sama-sama memiliki sifat mengutamakan pelayanan. Terdapat perbedaan dalam standar biaya, tetapi kalau kita perhatikan masing-masing sama-sama hanya memberikan tarif sangat murah.
Kalau ada yang unik dari pelatihan ternak kelinci di Hotel Galuh Prambanan 17-18 Oktober 2009 lalu, maka sosok Effendy Choirie-lah wujudnya. Anggota DPR-RI Fraksi Kebangkitan Bangsa itu tidak hanya mengikuti acara pelatihan secara seremonial, melainkan terlibat berdiskusi dan ikut pelatihan dari awal sampai tuntas. Saking seriusnya, politisi NU berusia 46 tahun itu mengajak beberapa teman-teman Anggota DPRD dari Gresik dan Lamongan untuk terlibat serius pelatihan ternak kelinci. Mengapa Gus Coy, panggilan akrab politisi ini sedemikian serius mengikuti pelatihan ternak kelinci? Berikut petikan wawancara Redaksi Kabar Kelinci Indonesia, Iqbal Al-Ghifari, dengan politisi PKB dari Dapil X (Lamongan-Gresik) itu.
Salahsatu perbincangan informal di acara pelatihan ternak kelinci klaten adalah membuat Media Cetak Khusus Kelinci. Beberapa tujuannya antara lain: 1) untuk transfer ilmu pengetahuan. 2) saling menjalin relasi antar peternak/penghobi kelinci, 3) saling tukar informasi jual beli dan kreativitas dalam wirausaha kelinci. 4) dan kebutuhan lain.